Penukaran Uang Layak Edar, Tahun ini Ada Peningkatan dari Tahun Lalu

0
33
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon bersama awak media.

Cirebon,- Terkait penukaran uang kartal atau uang layak edar sampai tanggal 8 Juni 2018 yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, baik yang langsung oleh perbankan ataupun penukaran oleh masyarakat sedikit di bawah target.

Kepala KPw BI Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan permintaan uang layak edar sampai tanggal 8 Juni 2018 mencapai Rp. 5.3 Trilun dari asumsi awal kebutuhan uang sebesar Rp. 5,9 T.

Aston Hotel

“Nilai tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang hanya sebesar Rp. 2,6 T,” ujarnya di Kantor KPw BI Cirebon, Senin (25/6/2018).

Lanjut dia, pecahan uang yang paling banyak diminta oleh perbankan diantaranya pecahan Rp. 100 ribu sebanyak Rp. 2,8 T dan Rp. 50 ribu sebanyak Rp. 2 T.

“Biasanya, pecahan ini untuk mengisi Anjungan Tunai Mandiri (ATM), bayar THR para pegawai,” ungkapnya.

Istana Kerang

Sedangkan, kata Majid, pencahan yang diminati masyarakat diantaranya pecahan Rp. 10 ribu sebanyak Rp. 120 M, pecahan Rp. 5 ribu sebanyak Rp. 120 M, dan pecahan Rp. 20 ribu sebanyak Rp. 142 M.

“Besarnya peningkatan permintaan dari perbankan disebabkan oleh perluasan wilayah kerja luar dari Bank umum yang ada di Ciayumajakuning, seperti perluasan wilayah di Pamanukan, Subang, dan Purwakarta,” bebernya.

“Ini berdampak pada permintaan uang, yang tadinya dilayani oleh BI Jawa Barat, sekarang dilayani oleh BI Cirebon. Jadi peningkatan ini murni akibat adanya perluasan wilayah kerja,” tambahnya.

Selain itu, setiap pasca lebaran Bank Indonesia sudah melayani penukaran dan pengembalian bayaran, ternyata bank-bank yang menyetorkan kembali uangnya sudah mencapai Rp. 1,649 T.

Terpopuler

“Hal tersebut terjadi peningkatan dibanding periode sebelumnya hanya Rp. 1,182 T. Artinya ada peningkatan sebesar 39,40 persen,” tandasnya. (AC212)