Sabtu, 19 Oktober 2019

PLS di SMA Negeri 1 Kota Cirebon Diisi dengan Placement Test dan Psikotes , Ini Tujuannya

Populer

Mahasiswa UPH Berikan Pelatihan di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun

Cirebon,- Guna mendukung pengembangan desa wisata, Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan pelatihan kepada masyarakat di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang,...

Tim Densus 88 Amankan Seorang Terduga Teroris Di Kota Cirebon

Cirebon,- Tim Densus 88 Anti Teror mengamankan seorang terduga teroris di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (13/10/2019)...

Densus 88 Temukan Bahan Untuk Bom Racun Kimia di Cirebon

Cirebon - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus melakukan gerilya memberantas jaringan teroris di wilayah Cirebon Jawa Barat....

Tim Densus 88 Anti Teror Kembali Tangkap Terduga Teroris di Kota Cirebon

Cirebon,- Tim Densus 88 Anti Teror kembali mengamankan seorang terduga teroris di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Senin (14/10/2019)...

Puluhan Peserta Dari Berbagai Daerah Ikuti Kejuaran Nasional Cirebon Brewers Championship 2019

Cirebon,- Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Cirebon Brewers Championship #CBrC2019 yang diselenggarakan oleh Cirebon Coffee Event, Sabtu (12/10/2019). Event...

Cirebon,- Sebanyak 408 siswa SMA Negeri 1 Kota Cirebon mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) mulai tanggal 15 sampai 19 Juli 2019.

1. Placement Test

Kepala SMA Negeri 1 Kota Cirebon, Dr. Nendi mengatakan hari pertama PLS usai pembukaan, seluruh siswa dibagi menjadi 12 gugus dan langsung mendapatkan placement test.

“Placement test ini untuk melihat sejauh mana potensi akedemik siswa yang dibawa dari SMP asalnya. Itu sebagai bahan dasar dan strategi kita untuk menindak lanjuti pembelajaran di SMA Negeri 1 Kota Cirebon,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di SMA Negeri 1 Kota Cirebon, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (16/7/2019).

Lanjut Nendi, Placement Test ini dilakukan tiga sesi, karena testnya melalui CBT (Computer Base Test), semuanya sama seperti UNBK.

“Dari test ini akan muncul nilainya dan akan kita olah, jadi pada posisi berapa kualitas anak-anak ini bisa meneruskan proses pembelajaran di sekolah,” bebernya.

Kepala SMAN 1 Cirebon, Dr. Nendi, S.Pd, MM

2. Psikotes

Lalu PLS berikutnya di SMA Negeri 1 Kota Cirebon yang berlangsung hingga sore hari ini, yang utamanya adalah pendidikan karakter.

“Kita mulai dari mengaji pagi, salat berjamaah, dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan PLS,” terangnya.

Kemudiam PLS hari kedua, SMA Negeri 1 Kota Cirebon melakukan psikotes yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

“Hasilnya nanti, diperuntukan untuk apakah anak ini bisa masuk IPA atau IPS. Karena kalau tidak begitu anak yang masuk SMA Negeri 1 inginnya masuk IPA, sementara disini harus melayani anak yang ke IPA dan IPS,” terangnya.

Tradisi SMA Negeri 1 Kota Cirebon, kata Nendi, perbandingannya adalah 2:1 atau 8 kelas IPA dan 4 kelas IPS, sesuai dengan kondisi guru yang ada.

“Dari psikotes ini, hasilnya diolah oleh UPI Bandung dan baru kita lihat berapa siswa yang masuk jurusan IPA dan berapa siswa yang masuk jurusan IPS,” jelasnya.

Namun, lanjut Nendi, biasanya ada juga anak yang sudah secara psikotes harusnya masuk IPS, tetapi orang tua memaksa ingin anaknya masuk IPA.

“Maka, kita akan melakukan test kedua, apakah anaknya masih punya potensi besar tidak di jurusan IPA. Karena yang namanya psikotes itu sebetulnya sudah betul-betul teruji. Tetapi, kami sebagai pihak sekolah tetap memfasilitasi dan melayani,” ungkapnya.

“Tetapi jangan salah, yang namanya IPS SMA Negeri 1 Kota Cirebon, ke universitas daya serapnya tinggi. Pernah awal berdinas disini, ada 38 siswa yang test seluruhnya diterima dan 34 diantaranya dari IPS, termasuk ke UGM,” tambahnya.

Sehingga, para orang tua jangan khawatir ketika anaknya ternyata harus masuk IPS, karena sudah banyak contoh anak SMA Negeri 1 Kota Cirebon yang sukses di IPS.

3. Materi PLS

Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 1 Kota Cirebon akan berjalan terus hingga hari Jumat (19/7), karena banyak materi yang harus disampaikan, diantaranya materi dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait anti narkoba.

“Dari kepolisian akan diberi materi tentang tertib berlalu lintas, termasuk di dalamnya akan ada materi literasi digital,” ujarnya.

“Terutama yang lebih ditekankan lagi adalah pendidikan karakter, agar lebih mengenal dan memahami SMA Negeri 1. Supaya mereka ketika KBM dimulai sudah siap,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Enam Bulan Dipantau, Kapolres Cirebon Raih Penghargaan Dari Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia

Cirebon,- Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mendapat penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Kamis (17/10/19) malam. Penyerahan penghargaan tersebut...

Meningkatkan Kualitas Peliputan Wartawan, Dewan Pers Gelar Workshop di Cirebon

Cirebon,- Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden & Wakil Presiden tahun 2019 telah dilaksanakan pada 17 April 2019. Hasil pemilu yang telah ditetapkan KPU, merupakan...

Peringati HUT TNI ke-74 dan Hari Santri Nasional, Kabupaten Cirebon Gelar Doa Untuk Negeri

Cirebon,- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-74 dan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama TNI-Polri, pesantren dan...

Densus 88 Temukan Bahan Untuk Bom Racun Kimia di Cirebon

Cirebon - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus melakukan gerilya memberantas jaringan teroris di wilayah Cirebon Jawa Barat. Terbaru, Tim Densus menangkap 2...

Driver Ojol Asal Cirebon Dapat Skuter Vespa dari Program Undian Smartfren WOW

Cirebon,- Raut muka bahagia terpancar dari wajah Sucipto Kusumo, warga asal Blok Petapean RT/RW 016/006 Palimanan Timur, Kabupaten Cirebon.Pasalnya, Sucipto tengah berbahagia bisa membawa...

More Articles Like This