Kamis, 28 Mei 2020

Perjuangan Berlari Tanpa Henti Selama 23 Jam, Bawa Pelari Cirebon Runners Raih Juara SHTR Kategori 100K

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Inilah Keputusan Bupati Cirebon dan Peraturan Bupati Cirebon tentang PSBB

Keputusan Bupati Cirebon Nomor : 443/Kep.235-Hukum/2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Hukum Kabupaten Cirebon dalam rangka...

Pasien Usia 32 Tahun Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan penambahan satu orang terkonfirmasi positif Covid-19.Dari hasil pemeriksaan tes swab...

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Sumber Ditutup Sementara Selama 14 Hari

Cirebon,- Dua Pedagang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Positif Covid-19 setelah dilakukan tes massal swab pada tanggal 18 Mei...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Cirebon,- Berlari selama 23 jam dilakukan oleh Grace May dalam ajang Sentul Hill Trail Run (SHTR) yang diadakan di Perbukitan Sentul City, 18-19 Agustus 2018. Tanpa henti, langkah demi langkah tersebut membawa Grace menjadi juara.

Kompetisi berlari tersebut diikuti oleh 365 peserta yang terbagi dalam 3 kategori yakni 35K, 65K, dan 100K. Dan Grace yang merupakan pelari asal Cirebon Runners itu menjadi juara untuk kategori 100K.

[Baca juga : Banggakan Indonesia, Pelari Cirebon Runners Raih 2nd Runner Up di Malaysia]

Dia mengaku jarak Ultra Marathon kali ini tidak mudah. Dia telah mempersiapkan banyak hal seperti makanan, minuman, persiapan ketika mengalami cidera, dan juga faktor keberuntungan yang diharapkan memihak padanya.

Loading...

“Saya tahu secara matematis bisa menang pada jarak ultra marathon ini. Tapi harus mengambil resiko kalau nyasar jauh, pasti tidak menang,” ujarnya.

Grace bercerita, ia berada di urutan paling depan sejak awal. Kemudian setelah jarak cukup jauh, dia merasakan badannya sangat lemas.

“Walaupun lemas, saya pikir coba lari terus. Setelah 30 kilometer saya berhenti untuk ikat sepatu dengan kencang dan ternyata pelari lain bernama Mila menyalip,” terangnya.

Mila adalah pelari asal Solo yang pernah menjuarai di event-event sebelumnya. Bahkan Grace sendiri mengaku mengidolakan Mila. Setelah Mila menyalip, Grace semakin tertantang untuk berlari lebih kencang.

Grace yang sudah mencapai kilometer 35 sampai 55 merasa sangat gerah dan kepanasan, karena cuaca di siang hari menjelang sore. Setelah mencapai jarak 60km, cuaca pun sudah gelap dan Grace tetap berlari.

“Sedikit ngeri sebenarnya. Susah untuk cari trail marker yang hilang semua. Bahkan di kilometer 72 saya nyasar selama 20 menit. Capek rasanya menghadapi jalanan yang tinggi dan terjal,” paparnya.

Sepanjang jalan untuk makan dan minum pun, Grace lakukan sambil berlari. Dia mengaku tidak ingin beristrahat atau duduk selama perlombaan, karena akan membuatnya susah lagi untuk melanjutkan lari.

Rasa kantuk yang cukup berat dirasakan oleh Grace pada malam hari. Namun beberapa waktu kemudian, Grace bertemu dengan Mila saat dia turun dari final checkpoint di Cisadon. Rupanya Mila berada 30 menit di belakang Grace.

Semakin mendekati garis finish, sekitar 20km, Grace mulai merasakan halusinasi dan mengaku susah untuk mencari trail marker.

“Gak ada teman lari untuk bantu cari trail, saya juga mulai mual seperti mau muntah dan gak bisa makan. Tapi saya punya permen yang bisa bikin mual hilang,” ucapnya.

Satu titik cerah ketika Grace melihat Kota Sentul dari ketinggian. Dia merasa sudah sangat dekat dengan garis finish, suatu hal yang sangat ia idam-idamkan. Perjuangannya akan terbayar dengan mencapai finish paling pertama.

“Saya sangat capek, tapi ketika bertemu dengan jalanan aspal, saya bersemangat untuk berlari lebih cepat lagi sampai ke garis finish,” jelasnya.

Grace yang mulai berlari tanggal 18 Agustus pukul 05.00 WIB itu akhirnya sampai pada tanggal 19 Agustus pukul 04.00 WIB. Dia merasa puas akan perjuangannya, dan senang bisa meraih juara. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Wali Kota Cirebon: Keberhasilan New Normal Tergantung Kedisiplinan Masyarakat

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon siap mengikuti petunjuk pemerintah pusat terkait pelaksanaan new normal.Namun dalam pelaksanaan new normal, menurut...

Grage City Mall dan Grage Mall Terapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Setelah lebih dari satu bulan menutup sementara operasional mall, Grage Group kembali membuka Grage Mall dan Grage City Mall, Kamis (28/5/2020).Hari pertama pembukaan...

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Sumber Ditutup Sementara Selama 14 Hari

Cirebon,- Dua Pedagang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Positif Covid-19 setelah dilakukan tes massal swab pada tanggal 18 Mei 2020 lalu.Dari hasil swab tersebut,...

Tanpa Gejala Klinis, Dua Pedagang Pasar Sumber Terkonfirmasi Positif Covid-19

Cirebon,- Dua pedagang Pasar Sumber terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil test swab massal menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) pada 18 Mei 2020.Hal tersebut...

Tenant Grage Mall Dan Grage City Mall Siap Ikuti Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Cirebon,- Grage Group akan membuka operasional Grage Mall dan Grage City Mall, mulai Kamis 28 Mei 2020.Operasional Mall akan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan...

More Articles Like This