TPID Se-Ciayumajakuning Gelar High Level Meeting, Ini Rekomendasi yang Dihasilkan

Cirebon,- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-wilayah III Cirebon kembali melaksanakan High Level Meeting (HLM) dengan mengundang Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat.

HLM dengan tema “Kerjasama Antar Daerah Mendukung Inflasi Terkendali di Wilayah Ciayumajakuning” tersebut diadakan di Ruang Pertemuan Hotel Santika, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Selasa (5/3/2019).

Kegiatan HLM TPID Ciayumajakuning dipimpin langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Pribadi Santosa dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, M. Abdul Majid Ikram.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon berharap HLM TPID se-Ciayumajakuning ini mampu memberikan kontribusi positif atau rekomendasi yang bermanfaat bagi pengendalian inflasi sekaligus pengembangan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.

1. Inflasi Kota Cirebon Mewakili Ciayumajakuning

Di dalam paparan awal yang disajikan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Cirebon, sebagai satu-satunya Kota yang dihitung SBH di wilayah Ciayumajakuning, diperoleh informasi bahwa pencapaian inflasi Kota Cirebon mewakili wilayah Ciayumajakuning.

BACA YUK:  Ikon Jakarta Fashion Week 2023, Dobrak Definisi ‘Cantik’ yang Toksik

“ Sampai dengan saat ini masih di dalam target inflasi nasional,” ujar Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri.

Joni menjelaskan, pencapaian inflasi Kota Cirebon pada bulan Februari 2019 mengalami deflasi -0,16 persen (mtm), 1,21 persen (yoy) , 0,04 persen (ytd) didorong oleh deflasi volatile food dan administered price.

“Pencapaian deflasi Kota Cirebon menjadi deflasi yang yang lebih tinggi jika dibanding dengan nasional – 0,08 persen (mtm) dan Jawa Barat – 0,05 persen (mtm).

2. Mengenali Potensi Daerah

Beberapa poin yang dibahas di dalam pertemuan HLM TPID kali ini, lebih mengulas bagaimana daerah di wilayah Ciayumajakuning mengenali potensi masing-masing daerahnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Pribadi Santosa mengatakan potensi daerah masih perlu dioptimalkan dan bagaimana masing-masing Kabupaten/Kota dapat saling mengisi kelebihan dan kekurangan.

BACA YUK:  Upah Minimum Tahun 2023 Ditetapkan Naik Maksimal 10%, ini Formulanya

“Terutama komoditas pangan yang menjadi salah satu penyumbang volatile food,” ujar Pribadi.

Lanjut Pribadi, kerjasama antar daerah menjadi hal yang wajib direalisasikan dan terus dikembangkan, agar wilayah Ciayumajakuning mampu mempertahankan kestabilan inflasi di dalam bahkan di bawah range target inflasi nasional 3 persn + 1 persen.

3. Optimalisasi BIJB

Optimalisasi BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) di Kabupaten Majalengka juga menjadi salah satu topik yang dibahas di dalam kegiatan HLM TPID kali ini.

Kepala KPw BI Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan dengan adanya Bandara Udara BIJB, maka seluruh Pemerintah Daerah di Ciayumajakuning dapat memanfaatkannya. Seperti promosikan bandara sekaligus memperkenalkan pariwisata wilayah Ciayumajakuning.

“Sehingga, membuat calon pengunjung akan tertarik datang mengunjungi wilayah Ciayumajakuning sehingga atmosfir “Sadar Wisata” di Kota Cirebon dapat benar-benar terealisasikan di Ciayumajakuning,” ungkapnya.

Selain itu, kata Majid, kondisi saat ini mulai banyak lahan yang beralih fungsi menjadikan suatu perhatian khusus bagi setiap Kabupaten/Kota.

BACA YUK:  Disbudpar Kota Cirebon dan PPN Kejawanan Sepakat Tata Kembali WBK

“ Terutama terkait bagaimana menjadi supply komoditas pangan agar jangan sampai kekurangan supply,” ungkap Majid.

4. Hasil Rekomendasi HLM

Kegiatan HLM yang dimulai pukul 09.30 WIB dan selesai pukul 12.30 WIB tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi diantaranya;

A. Fenomena alih fungsi lahan di wilayah Ciayumajakuning perlu segera dibatasi salah satunya melalui Perda yang melindungi lahan-lahan produktif.

B. Meningkatkan kerjasama antar daerah dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan di wilayah Ciayumajakuning.

C. Penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan yang bertindak selaku distributor channel dan marketplace.

D. Pengembangan dan penguatan program Kampung Peduli Inflasi.

E. Sinergi antar daerah di wilayah Ciayumajakuning dalam pengembangan pariwisata untuk mewujudkan peningkatan perekonomian di wilayah Ciayumajakuning.

F. Pentingnya neraca pangan dalam mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran
dan efektif. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *