OPINI : Millenial Cerdas, Cinta Pancasila

Pancasila merupakan sebuah dasar negara Indonesia yang sudah kita ketahui bersama.  Kehadirannya di tengah-tengah warga negara Indonesia, mewarnai berbagai kanvas kehidupan  berbangsa dan bernegara. Banyak nilai-nilai yang bersatu padu, membentuk sebuah rasa persatuan  dan kesatuan. Citra diri Bangsa Indonesia dapat terlihat jelas dengan adanya Pancasila. Oleh sebab  itu, Pancasila sebagai dasar negara diharapkan mampu untuk menjadi benang merah yang  menjembatani persatuan bangsa.

Namun, hal ini sudah jarang terlihat pada era digitalisasi seperti sekarang ini. Dimana pada  zaman sekarang, banyak generasi pada era ini yang kerap kali disebut dengan nama “Gen Z” atau  pun “Generasi Millenial” yang terkadang lupa untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada  kehidupannya. Hal ini mengakibatkan adanya penurutan citra diri Pancasila sebagai dasar negara  Indonesia. Pancasila yang seharusnya dijadikan dasar negara kini harus tersingkirkan oleh  beberapa kepentingan lainnya. Seolah-olah kalimat “Pancasila sebagai dasar negara” hanya embel-embel yang menempel di mulut saja.

Dwi Hadya Jayani (24/5/21) pada katadata.co.id, menyatakan bahwa hasil sensus penduduk  pada tahun 2020 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Millenial. Total kelompok tersebut mencapai angka 74,93 juta atau sekitar 27,94% dari total penduduk  Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukan bahwa sudah sepatutnya kelompok Generasi Millenial  ini dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.

Pada kenyataannya, yang kita saksikan pada saat ini adalah banyak Generasi Millenial yang  kurang cinta pada tanah airnya sendiri dan cenderung banyak mengkonsumsi budaya luar yang  kurang baik dan akan banyak mempengaruhi lunturnya nilai-nilai Pancasila. Adilla Meilani  Nurfadilah, dkk. (10/01/22) pada UPMK News, menyatakan bahwa masuknya budaya barat ke  Indonesia dapat terjadi melalui teknologi, budaya, dan juga sosial. Perkembangan pesat era  globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi budaya terutama pengaruh budaya barat.  Kehadiran budaya barat ini seakan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat.

BACA YUK:  Ribuan Masyarakat Hadiri Cirebon Bersholawat dan Haul Syekh Syarif Hidayatullah

Pengaruh budaya luar khususnya budaya barat dapat terakses dengan mudah melalui  teknologi terutama melalui internet. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab di era sekarang ini Generasi  Millenial sudah dapat mengakses internet dengan mudah sebab sebagian dari mereka sudah  memiliki gadget masing-masing, khususnya handphone yang selalu dibawa kapan pun dan dimana  pun. Hal ini memberikan banyak dampak negatif, menimbang belum banyak Generasi Millenial  yang dapat memfiltrasi konten-konten apa saja yang dapat mereka konsumsi.

Pada ranah sosial, pengaruh konsumsi budaya luar yang berlebihan dapat mempengaruhi  masyarakat khususnya pada pembahasan kali ini yaitu kelompok Generasi Millenial, mereka  terdorong untuk menjadi sosok yang apatis dan cenderung bersikap anti sosial atu pun individualis.  Dimana efek buruk yang mungkin terjadi dari hal ini adalah kelompok Generasi Millenial tersebut  akan melupakan budaya asli Bangsa Indonesia seperti sifat kekeluargaan dan kebiasaan untuk  bergotong royong.

Selain efek buruk tersebut, pengaruh budaya luar juga dapat mengakibatkan pada lunturnya  sikap sopan dan santun dalam kehidupan bermasyarakat. Dimana pada hakikatnya, masyarakat  Indonesia terkenal dengan keramahannya di mata dunia, maka bila hal ini terus berlanjut efek yang  akan timbul adalah berakibat pada hilangnya pandangan mata dunia pada pernyataan “Indonesia  merupakan negara yang ramah”. Kesadaran diri akan keharusan menerapkan sopan santun dalam  kehidupan sehari-hari harus ditanamkan pada diri masing-masing individu, sehingga kedepannya  akan terbentuk Generasi Millenial yang dapat menerapkan attitude yang baik.

BACA YUK:  Hari Bhayangkara ke-76, Polres Cirebon Kota Maksimalkan Pelayanan Dengan Teknologi Informasi

Pengaruh budaya barat pada era digitalisasi seperti sekarang ini juga membawa kelompok  Generasi Millenial pada gaya hidup hedonisme dan cenderung melakukan beberapa hal yang  mengarah pada kegiatan yang bersifat konsumtif. Hal ini tak lain dan tak bukan sebab munculnya  banyak trend yang mengharuskan banyak Generasi Millenial untuk mengikutinya agar dicap  sebagai sosok yang trendy oleh masyarakat.

Namun, sama seperti banyak hal yang memiliki pengaruh negatif di dalamnya, adanya  pengaruh budaya barat juga membawa beberapa dampak positif yang kita terima pada era sekarang  ini. Salah satu dampak positif dari adanya budaya luar ini adalah membawa banyak sekali  perkembangan ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang semakin berkembang setiap harinya.  Selain dampak positif tersebut, perubahan lain yang bisa kita ambil adalah adanya perubahan pola  pikir masyarakat yang kini sudah dapat bersaing secara global dengan negara lain sehingga hal ini dapat mengacu pada peningkatan taraf kehidupan yang lebih baik lagi.

Oleh sebab itu, banyak tugas yang harus dikerjakan bagi kita semua khusunya Generasi  Millenial sekarang ini. Salah satunya untuk membenahi nilai-nilai Pancasila yang semakin hari  semakin luntur, tergeser oleh pengaruh budaya luar yang masuk. Kita sebagai Generasi Millenial  sudah seharusnya dapat memfiltrasi dengan cara memilah dan memilih apa-apa saja yang  berdampak positif bagi berjalannya kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa terlihat kaku atau  bisa mengikuti perkembangan zaman.

BACA YUK:  Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jadi Peserta YSEALI Learns Fall Semester 2022

Pancasila sudah sepatutnya kita prioritaskan untuk menjadi pedoman kehidupan berbangsa  dan bernegara. Sebab di dalamnya sudah banyak di rumuskan nilai-nilai kehidupan yang secara  tidak langsung bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah sepatutnya kita menghormati  jasa para pendahulu kita yang rela berkorban meluangkan waktu, tenaga juga pikirannya untuk  merumuskan rumusan Pancasila yang bisa kita ketahui sekarang.

Oleh sebab itu, saya selaku penulis berharap Generasi Millenial harus bisa cerdas dalam  menanggapi segala permasalahan yang muncul. Selain itu kita harus lebih peka terhadap keadaan  kehidupan disekitar kita dan bisa untuk lebih mencintai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.  Sebab, bila bukan kita, siapa lagi?

Penulis: Moh. Sarjana

Mahasiswa S1 Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati

Referensi: 

Jayani, Dwi Hadya. (2021). “Proporsi Populasi Generasi Z dan Milenial Terbesar di Indonesia”,  https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/05/24/proporsi-populasi-generasi-z dan-milenial-terbesar-di-indonesia. Diakses pada 9 April 2022 pukul 21.30 WIB.

Nurfadilah, Adila Meilani. (2022). “Pengaruh Kebudayaan Barat di Indonesia”,  http://news.upmk.ac.id/home/post/pengaruh.kebudayaan.barat.di.indonesia.html.  Diakses pada 9 April 2022 pukul 21.45 WIB.

Matruri, Rofiqi. (2020). “Lunturnya Budaya Indonesia”, https://ppmiarabsaudi.ppi.id/lunturnya budaya-indonesia/. Diakses pada 9 April 2022 pukul 22.00 WIB.

Berita Update. (2021). “Dampak Masuknya Nilai dan Budaya dari Daerah atau Negara Lain”,  https://kumparan.com/berita-update/dampak-masuknya-nilai-dan-budaya-dari-daerah atau-negara-lain-1wBomdEeNHC/full. Diakses pada 9 April 2022 pukul 22.15 WIB.

 

(Dilihat: 126 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.