Rabu, 29 September 2021

Mulai 1 September 2019, Kirim Dana Melalui Kliring Nasional BI Lebih Cepat dan Murah

Populer

Gangguan Kelistrikan Wilayah Karawang dan Cirebon, PLN Minta Maaf dan Terus Upayakan Perbaikan

Bandung,- Telah terjadi Gangguan Listrik pukul 17:53 WIB di Sebagian wilayah Karawang & Cirebon. Sampai dengan saat ini PLN...

Kampoeng Photography dan Videography (KPV) Merayakan Anniversary yang Kedua

Cirebon,- Kampung Photographer adalah sebutan dari Komunitas Photography dan Videography (KPV) yang terletak di Desa Gintung Kidul Kecamatan Ciwaringin...

Telusur Tajug Tua Kota Cirebon Lewat Lawang Sanga dan Kali Kriyan

Penulis : Syaeful Badar (Marbot Masjid Raya At Taqwa dan Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Cirebon,- Menyusuri sudut demi sudut...

KAI Buka Lowongan Kerja dan Tidak Dipungut Biaya

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang membuka rekrutmen untuk berbagai formasi. Masyarakat yang ingin melamar dapat...

Karawang New Industry City (KNIC) Terpilih Menjadi Lokasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara

Karawang,- Karawang New Industry City (KNIC) menyambut pembangunan PT HKML Battery Indonesia, pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle /...

Cirebon,- Sebagai respon atas perkembangan digitalisasi, Bank Indonesia berupaya memastikan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.

Salah satunya yaitu dengan mendorong efisiensi pembayaran ritel melalui penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri dengan tetap memperhatikan perlindungan kepada nasabah.

Fadhil Nugroho, selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mengatakan Penyempurnaan kebijakan operasional SKNBI mulai berlaku tanggal 1 September 2019.

Loading...

“Penyempurnaan ini meliputi penambahan waktu dan percepatan setelmen, peningkatan batas nominal transaksi, dan penurunan tarif,” ujarnya saat Press Confrence disalah satu hotel di Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jumat (30/8/2019).

BACA YUK:  Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

1. Penambahan Waktu Setelmen

Fadhil memaparkan, percepatan setelmen dana pada layanan transfer dana yang sebelumnya hanya lima kali sehari, kini menjadi sembilan kali sehari.

“Untuk waktunya, mulai dari pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB,” bebernya.

Sedangkan untuk penambahan periode setelmen dana pada layanan pembayaran reguler yang sebelumnya dua kali sehari, kini menjadi sembilan kali dalam sehari.

Baca Yuk: Bank Indonesia Luncurkan QRIS, Efektif Mulai 1 Januari 2020

2. Percepatan Setelmen

Untuk Percepatan Service Level Agreement (SLA) sebagai dampak penambahan periode setelmen pada Layanan Transfer Dana dari nasabah yang sebelumnya wajib dilakukan paling lama dua jam, kini menjadi paling lama satu jam.

“Sama halnya dengan penerusan dana kepada nasabah penerima yang sebelumnya wajib dilakukan paling lama dua jam sejak setelmen, kini satu jam sudah bisa menerima,” ungkapnya.

Media Briefing & On Boarding UMKM Bank Indonesia.

Lalu, tambah Fadhil, sebagai dampak penambahan periode setelmen pada layanan pembayaran reguler terkait transfer dana dari nasabah pengirim yang sebelumnya tidak diatur, menjadi paling lama satu jam.

BACA YUK:  Sekda Kota Cirebon Minta Pelayanan kepada Masyarakat Jadi Prioritas

3. Peningkatan Batas Nominal Transaksi

Kemudian, kata Fadhil, untuk peningkatan batas maksimal transaksi yang dapat diproses pada Layanan Transfer Dana dan Layanan Pembayaran Reguler yang sebelumnya maksimal sebesar Rp. 500 juta per transaksi, kini maksimal menjadi Rp. 1 Miliar.

“Bakan untuk penyesuaian biaya layanan transfer dana yang dikenakan Bank Indonesia kepada bank peserta SKNBI turun,” terangnya.

“Tadinya dikenakan biaya per transaksi Rp. 1.000,-, pertanggal 1 September 2019 menjadi Rp. 600,- per transaksi,” imbuhnya.

4. Penurunan Tarif Transfer

Sementara itu, untuk penyesuaian biaya layanan transfer dana yang dikenakan Bank peserta SKNBI kepada nasabah, yang sebelumnya dikenakan maksimal sebesar Rp. 5 ribu, kini menjadi Rp. 3.500 per transaksi.

“Sehingga, dengan adanya penyempurnaan kebijakan operasional SKNBI ini dapat memberikan penghematan dari sisi biaya,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Capaian Vaksinasi di Kabupaten Cirebon Masih Rendah, ini Kata Kadinkes

Cirebon,- Capaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Cirebon baru tercapai 23 persen. Target vaksinasi Kabupaten Cirebon harus mencapai 1.782.964 jiwa...

Rayakan Ulang Tahun ke-4 di Indonesia, Kredit Pintar Perluas Literasi Keuangan Bagi Masyarakat

Jakarta,- Kredit Pintar, sebuah platform fintech terdepan yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merayakan tahun keempat aktif melayani kebutuhan finansial masyarakat...

Kepala Staf Angkatan Laut Targetkan 6000 Vaksin di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) meninjau program Serbuan Vaksinasi Maritim di dua pesantren di Kabupaten Cirebon. Dua pesantren tersebut yakni Pesantren Kempek dan...

Anggota Komisi VIII DPR RI Nilai Pembentukan Provinsi Cirebon Raya Penting

Cirebon,- Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jabar IX, Maman Imanulhaq menilai pembentukan Provinsi Cirebon Raya sangatlah penting untuk tiga hal. Tiga hal tersebut,...

More Articles Like This