Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Hadiri Upacara Adat Seren Taun di Kuningan

0
17

Kuningan,- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko hadiri Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (3/9/2018).

Upacara Adat Seren Taun meruapakan upacara adat yang diselenggarakan setiap tahun tanggal 22 Rayagung-bulan terakhir kalender Sunda. Dimana acara tersebut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas dilimpahkannya rizki dari hasil pertanian yang didapatkan.

Aston Hotel

Lokasi Upacara dipusatkan di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, kediaman Pangeran Djatikusumah, yang didirikan tahun 1840.

Menurut Moeldoko, dunia saat ini terus berubah dengan sangat cepat, namun beukan berarti perubahan itu mencerabut adat istiadat yang kita miliki.

“Ketahanan kebudayaan penting dirawat, karena selain memiliki keragaman budaya tinggi, juga dapat mempersatukan bangsa dari perbedaan budata menjadi satu rasa persatuan untuk NKRI,” ujar Moeldoko.

Moeldoko sangat mengapresiasi masyarakat Sunda Wiwitan, dan keluarga Sunda secara keseluruhan, yanga dapat terus menjaga budaya dan sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan.

Secara khusus Moeldoko menilai tema Seren Taun kali ini, ‘Memperkokoh Adat Untuk Memperkuat Karakter Bangsa’ sangat kontekstual di tengah masyarakat yang berubah dan sesuai dengan nilai Pancasila.

“Kita jangan lagi bicara minoritas dan mayoritas. Sepanjang masih bicara minoritas dan mayoritas, bangsa ini tak akan pernah selesai dalam membangun kebangsaannya,” ungkapnya.

“Sebaliknya, kembangkan semangat gotong royong untuk membangun bangsa,” tambah Moeldoko.

Dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko menekankan, dunia pertanian tak bisa lepas dari kultur setempat. “Tapi ingat, tenologi terus berkembang secara teknologi dari waktu ke waktu, Karena itu, kita bangun pertanian dengan membudayakan teknologi,” bebernya.

Di acara tersebut, Moeldoko lalu membanggakan dua benih padi unggul kreasinya untuk meningkatkan produktivitas padi, yang diberi nama M 70D dan M400.

Benih M70D, kata Moeldoko, dari mulai tanam hingga panen hanya membutuhkan waktu 70 hari. Jika dibandingkan dengan padi biasa, jelas lebih cepat.

“Adapun benih M400 tak kalah unggul karena dalam satu malai (tangkai) bisa menghasilkan 400 bulir padi,” tandasnya. (AC212)