Rabu, 14 April 2021

Klaster Rumah Tangga Tertinggi dalam Penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Alun-Alun Kejaksan Cirebon Baru Soft Opening, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan, Senin (12/4/2021). Soft launching tersebut...

Berawal dari Marketing Hotel, Rintis Usaha Baru di Bidang Kuliner⁣

Cirebon,- Mengawali usaha dari nol merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Siti Mutmainah . Setelah bertahun-tahun lamanya berkarir di dunia...

Aston Cirebon Hotel Kembali Hadirkan Kampoeng Ramadhan

Cirebon,- Setelah tahun lalu tidak menghadirkan Kampoeng Ramadhan, tahun ini Aston Cirebon Hotel & Convention Center kembali menghadirkan Kampoeng...

Selama Dua Minggu, Naik BRT Trans Cirebon Gratis

Cirebon,- Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan bersamaan dengan Soft Opening Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (12/4/2021). Selama...

Cirebon,- Kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon kembali meningkat. Satgas Covid-19 menyebutkan, klaster tertinggi di Kota Cirebon berasal dari klaster rumah tangga.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan Satgas Covid-19 Kota Cirebon melihat bahwa, klaster tertinggi penyebaran Covid-19 yaitu terletak di klaster rumah tangga.

“Jadi artinya ada di wilayah-wilayah pemukiman dan perumahan. Yang ujung tombaknya, kita harapkan Pak Camat dibantu dengan Danramil dan Kapolsek untuk bisa melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Agus, Sabtu (06/02/2021).

Loading...
BACA YUK:  ACT Sediakan 3.000 Porsi Makan Gratis Setiap Hari untuk Penyintas Kebakaran Kilang Balongan

Pihaknya memerintahkan kepada seluruh camat untuk terus melakukan upaya-upaya yang dibutuhkan. Nanti, lanjut Agus, akan dialokasikan tambahan anggaran.

“Hingga saat ini kami sudah meminta kepada camat untuk bisa memformulasikan kembali tindakan apa saja yang akan dilakukan. Supaya camat bisa menekan angka klaster di rumah tangga,” ungkapnya.

Bagaimana pun juga, kata Agus, kendalinya ada di RT/RW, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pembatasan sosial di tingkat mikro, melalui pelibatan RT/RW, Babinsa, babinkamtibmas, Lurah dan Camat.

“Itu pertama yang bisa kita rumuskan dan bisa dilanjutkan upaya tersebut. Untuk lainnya, kita harapkan camat lebih inovatif karena tahu lapangan,” jelasnya.

Namun yang diinginkan Wali Kota, kata Agus, adalah klaster rumah tangga bisa ditekan. Karena klaster rumah tangga yang paling tinggi, hampir 78 persen.

“Klaster rumah tangga hampir 78 persen, dibandingkan dengan klaster perkantoran dan klaster perjalanan,” pungkasnya.

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon sampai Jumat (05/02/2021) kemarin mencapai 3043 kasus. Dari kasus tersebut, 2621 kasus diantaranya selesai isolasi, 298 kasus masih isolasi, dan 124 kasus meninggal dunia. (AC212)

BACA YUK:  dr. Edial Sanif Kembali Menjabat Ketua PMI Kota Cirebon
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Selama Ramadan, Hotel Santika Cirebon Hadirkan Program Pawon Ramadan

Cirebon,- Bulan suci Ramadan kembali menyapa kaum muslim di seluruh dunia, Hotel Santika Cirebon pun tak ketinggalan untuk menyemarakkan...

Bulan Ramadhan, Ini Kesiapan Pertamina Amankan Pasokan Energi

Cirebon,- Memasuki Bulan Suci Ramadhan 2021, PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat memastikan kesiapan pasokan BBM, LPG, dan avtur di wilayah...

RAFI 2021, Telkomsel Pastikan Kualitas Jaringan dan Layanan Prima di 554 POI

Jakarta,- Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1442 H, Telkomsel pastikan kualitas jaringan dan layanan yang prima. Kesiapan tersebut diwujudkan dengan secara konsisten dan...

Konsisten dan Semangat Jalani Usaha akan Membuahkan Hasil⁣

Cirebon,- Menjadi pengusaha adalah jalan yang ditempuh oleh pasangan Mila Wijayanti dan Syahrizal Rizal. Keduanya memiliki berbagai usaha, mulai dari rental mobil, durian gembol,...

More Articles Like This