Kepala DKUKMPP Kota Cirebon : Ketersediaan Minyak Goreng Masih Ada

Cirebon,- Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon mengklaim ketersediaan bahan pokok selama ini masih mencukupi. Namun, masyarakat ada yang mengeluh sulit mendapatkan minyak goreng.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, drh. Maharani Dewi mengatakan ketersediaan minyak goreng di Kota Cirebon ada. Karena, menurutnya, pihaknya selalu melalukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap kebutuhan pokok.

“Kami selalu rutin melakukan Monev terkait kebutuhan pokok di masyarakat. Ketersediaan minyak goreng ada,” ujar Maharani, Jumat (11/2/2023) kemarin.

BACA YUK:  Bolehkah Ibu Hamil Pakai Skincare? ini Kata Dokter Yasmin Dermawan

Maharani menjelaskan, terkait keluhan minyak goreng di pasar modern, pengelola mal dan swalayan memiliki teknik untuk mengeluarkan stok minyak goreng. Yaitu minyak goreng tidak dijual sekaligus, namun dikeluarkan bertahap. Ini dilakukan untuk menghindari panic buying.

“Penjualan minyak goreng sebenarnya dibatasi hanya dua liter per orang. Hanya saja warga ada yang mengerahkan anggota keluarganya untuk membeli minyak goreng itu,” tutur Maharani.

Operasi pasar minyak goreng, lanjut Maharani, juga akan dilakukan lagi dalam waktu dekat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Bulog Cirebon untuk melakukan operasi pasar ini.

BACA YUK:  Apa itu MALL IKM? ini Kata Kepala DKUKMPP Kota Cirebon

Namun mengingat Kota Cirebon masih menerapkan PPKM level 3, pola distribusi akan dilakukan melalui kelurahan atau kecamatan. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Sementara itu, menyinggung masih adanya perbedaan harga minyak goreng di pasar tradisional, Maharani menjelaskan selama ini penjual di pasar tradisional membeli dengan sistem beli putus.

“Mereka beli dari distributor, distributor ambil dari agen. Sistemnya beli putus. Jumlahnya juga tidak banyak, hanya satu hingga dua dus,” katanya.

Pedagang di pasar tradisional juga, kata Maharani, membeli dengan harga yang mahal sehingga mereka keberatan menjual sesuai dengan harga ketentuan pemerintah karena tidak tahu bagaimana cara mengklaim subsidinya.

BACA YUK:  Awal September, Spot Kuliner di Jalan Pekalipan akan Diberi Nama Festival Pekalipan

“Ini berbeda dengan pasar swalayan yang memang dikirim dalam jumlah besar dan mudah melakukan koordinasi dengan distributor yang mengirimkan minyak goreng kepada mereka,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 102 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.