Kasus Stunting Masih Tinggi, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Bentuk Tim Pendamping Keluarga

Cirebon,- Kasus Stunting atau gagal tumbuh pada anak di wilayah Kabupaten Cirebon masih tinggi. Sampai saat ini setidaknya ada sebanyak 11,97 persen anak stunting di Kabupaten Cirebon.

Untuk menekan angka kasus stunting, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon membentuk tim pendamping keluarga.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni mengatakan angka kasus stunting di Kabupaten Cirebon masih cukuplah tinggi. Sehingga perlu adanya tim yang melakukan pendampingan untuk menekan angka stunting itu sendiri.

BACA YUK:  1 – 8 Juni 2022, Gegesik Creartive Fest Digelar di Alun-alun Gegesik

“Kami telah membentuk tim pendamping keluarga untuk menekan angka kasus stunting di Kabupaten Cirebon,” ujar Eni, Kamis (4/11/2021).

Angka kasus stunting di Kabupaten Cirebon, lanjut Eni, Ada sekitar 11.97 persen masyarakat. Jumlah tersebut tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Sehingga, kata Eni, tim pendamping keluarga diharapkan dapat menekan angka kasus stunting di Kabupaten Cirebon. Jumlah tim pendamping keluarga yang diterjunkan sebanyak 1.749 orang.

“Dengan adanya 1.749 orang tim pendamping keluarga ini dapat menekan angka kasus stunting di Kabupaten Cirebon. Dimana, tim ini akan ditempatkan di desa-desa,” ungkapnya.

BACA YUK:  Saat Bertemu Ketua Umum PSSI, Ketua Dewan Pembina PSGJ Minta Stadion Watubelah Diambil Alih untuk Jadi Home Base

Setiap desa, tambah Eni, bisa ada tiga sampai empat orang tim pendamping keluarga yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB.

“Ke depan, mereka (tim pendamping keluarga) bisa maksimal untuk melakukan pendampingan keluarga. Sehingga bisa menekan angka kasus stunting di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 6 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.