Kue Apem, Tradisi Masyarakat Cirebon di Bulan Shafar

0

Cirebon 24 Desember 2014 – Mencicipi kue apem dicampur kinca kelapa penuh rasa manis akan membuat ketagihan. Kue apem adalah makanan cemilan dan juga bisa dijadikan makanan khas Cirebon.

Tradisi masyarakat Cirebon di bulan Shafar adalah membuat apem atau membeli apem di pedagang.  Apem adalah kue yang terbuat dari bahan yang cukup sederhana yakni beras ketan dan dicampur dengan bahan tape kemudian dikukus. Sedangkan untuk kincanya terbuat dari gula jawa dicampur kelapa kemudian dimasak sampai matang dengan ditambahkan sedikit garam.

Kue apem bukan hanya ada di bulan Shafar saja tetapi sudah dijadikan makanan khas tradisional Cirebon di bulan selain Shafar.

Upit (30) tahun pedagang kue apem yang ditemui About Cirebon di depan Pasar Kanoman mengatakan berjualan kue apem di tempat ini sudah bertahun-tahun dan tidak mesti di bulan Shafar tapi juga di bulan lainnya. Akan tetapi di bulan Shafar ini banyak pesanan bisa mencapai 1500 pcs apem.

” Saya berjualan dari pagi sampai jam 12 sudah habis, kalau tiap harinya membuat kue apem gak begitu banyak namun di bulan Safar menambah jumlah pembuatannya,” ujarnya dengan rasa senang. (kir/job)

Kedai Susu Jupe, Nama Kreatif Anak Muda Cirebon

0

Cirebon, 5 Desember 2013, – Mendengar kata ‘Jupe’ pikiran orang-orang akan tertuju pada artis kontroversial, Julia Peres. Namun ‘Jupe’ di sini bukanlah itu. ‘Jupe’ yang dimaksud ialah Kedai Susu Jupe yang berada di Jalan Perjuangan. Kedai Susu Jupe (Juragan Pengusaha) menyediakan susu dengan berbagai varian rasa. Inilah yang membuat susu ini berbeda dengan susu-susu lain. Kedai ini dibuka dari pukul 12.00-21.00 WIB.

Kedai yang sudah berdiri selama 15 bulan ini menawarkan varian rasa susu yang tidak akan membuat para pengunjung bosan. 

“Kami memiliki berbagai macam rasa, mulai dari vanila, cokelat, strawberry, cappuchino, dan masih banyak yang lainnya,” ujar Sapta, pemilik Kedai Susu Jupe. 

Tidak hanya susu, kedai ini juga menyediakan berbagai macam makanan,  otak-otak, kentang goreng, roti bakar, sampai nasi goreng.

Pengunjung tidak perlu khawatir soal haga, karena tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Dimulai dari harga Rp. 5.000, tentunya bisa dijangkau oleh berbagai kalangan, terutama anak muda. 

“Sebenarnya, visi utama saya ialah menjadikan anak muda menjadi lebih sehat. Saya ingin menciptakan gaya hidup sehat bagi mereka. Agar mereka bisa beralih juga dari kopi ke susu yang lebih bermanfaat,” tambahnya.

Susu yang digunakan merupakan susu murni yang dipasok dari peternak sapi di Tengah Tani. Kedai ini menggunakan ekstrak buah yang terbebas dari kimia berbahaya. Susu ini juga tidak menggunakan pengawet dan pemanis buatan. 

 

“Kualitas tetap kami utamakan. Kami menggunakan susu murni sebagai bahan utamanya, dan kami tambahkan ekstrak buah-buahan untuk perasa,” imbuhnya kembali. (Fikri/Fatsoen)

Ternyata Princess Rizuki Suka Nasi Jamblang

0

Cirebon, 24 November 2013, – Nasi Jamblang yang merupakan salah satu kuliner khas Cirebon sangat diminati siapa saja. Salah satunya adalah Princess Rizuki (The Master Session 3) yang mengunjungi Cirebon dalam rangka menghadiri acara Magicologic yang diselenggarakan oleh Dipro Communication di Grage Mall.

Saat ditanya di acara Meet and Greet bersama fans Princess Rizuki, kuliner khas Cirebon apa yang digemari di Cirebon, dengan lantang menjawab Nasi Jamblang.

” Saya suka Nasi Jamblang dan enak banget. Nasinya dibungkus daun apa ya dan supaya apa ya?” balik tanya saat ditemui About Cirebon.

Dengan sepontas, para peserta Meet and Greet menjelaskannya bahwa Nasi Jamblang menggunakan daun jati supaya lebih awet dan harum nasinya. (*)

Kantin At-Taqwa, Pilih Menu dengan Harga Bersahabat

0

Cirebon, 7 Nopember 2013,- Kantin At-Taqwa terletak di sebelah utara Masjid Raya At-Taqwa Jalan Kartini Kota Cirebon, satu komplek dengan Islamic Center Cirebon dan guest house . Di kantin ini, para jamaah bisa menikmati aneka hidangan sederhana yang lezat dengan harga bersahabat.

Sambil melepas lelah, para jamaah dapat menikmati suasana yang nyaman di Kantin At-Taqwa. Menu yang tersedia di kantin ini mulai dari nasi, aneka sayuran, aneka hidangan ikan serta minuman segar seperti jus dan es manis.

” Tujuan kantin ini adalah untuk melayani para jamaah ketika membutuhkan makanan selepas beribadah,” ujar Mohamad Basari Rahmat, pengelola Kantin At-Taqwa saat berbincang-bincang dengan About Cirebon.

 

Pantauan About Cirebon di lokasi, tampak para jamaah sedang mengambil nasi dan lauk pauk sendiri seperti prasmanan. Bahkan menu bakso merupakan salah satu menu terfavorit.  (*)

Lumpia Bandung Mann Mulai Merambah Cirebon

0

Cirebon 1 November 2013,- Lumpia memang merupakan khas Semarang. Akan tetapi, dengan dimodifikasi Lumpia Basah buatan Bandung juga tidak kalah enaknya. Salah satu lumpiah basah yang merambah ke Cirebon adalah Lumpia Bandung Mann.

Kini Lumpia Bandung bisa dinikmati di Cirebon yang dibawa oleh Tan. Wanita ini mencoba Lumpia Bandung Mann untuk bisa dijual di Cirebon. Dengan gencar langsung membuka dua gerai yaitu di Foodcourt Yogya Grand Jalan Karanggetas dan Teras Dermaga CSB Mall di Jalan Ciptomangunkusumo Cirebon.

Menurut Merry Tan, saat ini Lumpia Bandung Mann yang tersedia dengan aneka rasa berupa Bandung Mann Udang, Bandung Mann Hioko dan Bandung Mann Sosis. Disamping itu, tersedia juga Bandung Mann Combo 1 (Sosis+Hioko) dan Bandung Mann Combo 2 (Udang + Hiok0).

 

“ Selama masa promo, setiap pembelian 10 pcs maka pelanggan akan mendapatkan free 1 pcs lumpia,” ujar Tan saat ditemui About Cirebon. (*)

Menikmati Kuliner Malam di Jalan Lemahwungkuk

0

Cirebon, 18 Oktober 2013,- Selepas seharian bekerja atau berbisnis, anda bisa berjalan-jalan di kawasan Kanoman tepatnya Jalan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Di tempat ini Anda akan menemukan kuliner malam mulai dari mie koclok, baso, nasi kucing dan sebagainya.

Lokasi yang agak jauh dari keramaian dan kebisingan kota, tampak kendaraan bermotor dan mobil berjajar rapi di sepanjang Jalan Lemahwungkuk.

Ada tempat kuliner malam yang dipadati oleh pengunjung yaitu nasi kucing “Drupadi Swarnabumi”. Tempat ini selalu penuh dengan antrian peminat kuliner dengan harga terjangkau.

 

Sebelumnya kawasan ini dulunya terkenal dengan Pujawangi “Pusat Jajan Waya Bengi” namun sekarang kurang tertata dengan baik. Apabila dikelola dengan baik seperti penerangan jalan umum dan kebersihan, maka kedepannya akan menjadi kawasan unggulan kuliner malam di Cirebon.

Segarnya Sup Iga Mangga Muda ala Hotel Santika Cirebon

0

Iklim Kota Cirebon yang bertemperatur tinggi membutuhkan varian makanan yang menyegarkan untuk dinikmati setiap saat. Supardi, Chef Hotel Santika Cirebon, membuat kreasi masakan berupa Sup iga yang dipadu dengan kesegaran buah mangga muda. Daging iga yang empuk dan gurih dicampur bersama sayuran dan potongan buah mangga muda dalam kuah bening, disajikan bersama nasi putih. Rasanya? Unik dan segar!

 

Udang layang-layang merupakan menu berikutnya yang tak kalah lezat. Campuran daging udang dan fillet daging ayam dibalut adonan telur, disajukan bersama butter rice yang gurih dan sambal bangkok.

 

Untuk minuman spesial, Hotel Santika Cirebon menyajikan Avocado coffe float dan Wild thing juice. Jus avokad dicampur dengan kopi dan susu, lalu ditambahkan es krim cokelat, tidak boleh dilewatkan bagi pencinta kopi di Cirebon. Apel, Nanas, dan Semangka menjadi bahan utama pembuatan Wild thing juice yang berkhasiat mengurangi kadar garam dalam tubuh.

 

Semua menu istimewa di atas bisa dinikmati di Restoran Tamansari Hotel Santika Cirebon hanya selama bulan Oktober 2013. Dengan harga untuk Sup iga mangga muda adalah Rp. 75.000,- nett, Udang layang-layang Rp. 90.000,- nett, Avocado coffee float Rp. 30.000,- nett, dan Wild thing juice Rp. 25.000,- nett.

 

 

Selain menu tersebut, selama bulan Oktober 2013, Hotel Santika Cirebon juga menyelenggarakan October Satay Fiesta setiap Kamis malam di Poolside Garden. Hanya dengan Rp. 100.000,- nett per orang, pengunjung bisa mencoba sajian beragam sate dengan sepuasnya. Pembelian untuk lima orang, mendapatkan gratis untuk orang ke-enam. Menikmati makan malam di luar ruangan sambil ditemani live entertainment, sensasi makan malam akan terasa berbeda.

Empal Gentong dan Empal Asem Hj. Dian, Parkirnya Luas dan Nyaman

0

Ramainya Jalan Raya Battembat hingga Tengah Tani yang dipenuhi oleh pengunjung untuk berburu Empal Gentong dan Empal Asem menjadi magnet bagi dunia kuliner di Cirebon untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi sentra pusat Empal Gentong dan Empal Asem. Di ruas jalan tersebut, lalu lintas akan tersendat menjelang siang hari dikarenakan banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan pantura antara Battembat hingga Tengah Tani.

Dengan konsep yang berbeda, Empal Gentong dan Empal Asem Hj. Dian ingin memanjakan konsumen dengan menyediakan tempat yang bersih, parkir yang luas, toilet serta mushola yang representatif sehingga diharapkan konsumen akan lebih nyaman dalam menikmati kuliner khas Cirebon yang satu ini.

” Kami menyediakan tempat yang luas sehingga jika ada rombongan satu bis pun, dapat kami tampung semuanya,” ujar H. Bastoni, pemilik Empal Gentong yang masih muda ini.

” Nama Hj. Dian diambil dari nama adik saya dan kakak saya juga bertindak sebagai kasir, karena ini merupakan usaha keluarga. Kami adalah putra asli orang sini (Tengah Tani, red) ,” ujar H. Bastoni.

Pantauan di lokasi, hal yang menarik lainnya adalah konsep lesehan untuk dapat menikmati empal gentong ini. Di tempat ini, pengunjung dapat memesan empal gentong, empal asem dan juga sate kambing muda. Ayoo berkunjung ke Cirebon dan nikamti kenyamanan di Empal Gentong dan Empal Asem Hj. Dian. (CT490)

Sumber ; CITO

Piscok, Cemilan Kaya Rasa Penggugah Selera Di Saat Santai

Piscok, singkatan dari Pisang Coklat, menjadi menu cemilan yang menggugah selera untuk dikonsumsi saat santai. Menu ini ternyata bisa ditemui di sepanjang Jalan Pemuda Kota Cirebon. 

Piscok paduan pisang dan coklat ini disajikan dengan bermacam varian dan rasa. Harganya relatif rerjangkau hanya Rp. 1.000 per satuan. Yanto (35) penjual Piscok asal Desa Japura Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon,  mengaku lebih dari tiga bulan berjualan Piscok. 

Memilih lokasi di Jalan Pemuda, karena lokasinya straiegis, sebagai jalur lintas arah kota. Menu Piscok didapat terinspirasi dari variasi rasa seperti halnya roti bakar maupun martabak. “Selama ini pisang hanya digoreng dengan adonan, padahal akan lebih variatif jika dipadankan dengan coklat.

Owh… Ternyata Piscok tak sekedera padanan pisang dan coklat, melainkan ada pula yang berbahan nangka dan kulit rumbiya, namun tetap dominasi pisang. Bahan-bahan rasa itu kemudian dicampur dengan gula pasir dan minyak goreng. “Piscok itu terdiri dari tujuh rasa, yakni rasa coklat, keju, susu, kacang hijau, ketan hitam dan rasa ubi,” kata Yanto.

Penikmat Piscok tak mengenal usia dan kelas, semua bisa merasakan kenikmatan paduan rasa cemilan berbahan utama pisang ini. “Saya langganan beli disini mas, buat cemilan kalo pas istirahat di kantor,” ujar Monic (35), salah seorang karyawati bank swasta di Kota Cirebon

Sumber : CITO

Mencicipi Manis-Asem Pisang Gebhoss di Pinisi CSB

0

CIREBONTODAY (17/03) – Kini banyak kedai menawarkan menu pisang goreng.  Tetapi di tenant Pinisi Teras Dermaga, CSB, menawarkan Pisang Gebhoss. Menurut Cepy, Captain Pinisi Coffee, menu ini merupakan perpaduan antara menu dalam negeri dan luar negeri.

Pisang Gebhoss berbahas dasar pisang tanduk, lalu dibakar selama 5 menit, kemudian dilumur saus lemon. Sebagai hidangan ala luar negeri, di sisi pisang diberi es krim dan buah cherry. “Rasanya sangat beda dengan menu-menu pisang lain. Dan menu Pisang Gebhoss ini manis-manis asem bikin segar. Dan ini merupakan menu andalan kami,” kata Cepy berpromosi.

Selain Pisang Gheboss, juga banyak menu lain di Pinisi, dan tidak perlu khawatir karena harganya masih sangat terjangkau. (CT990).

Sumber : www.CirebonToday.com