Asah Kreativitas, DKUKMPP Kota Cirebon Hadirkan Program Potret Kita

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menghadirkan terobosan dengan menghadirkan program Potret Kita (Pojok Kreatif Asah Talenta). Program tersebut sudah berjalan 1,5 bulan yang diselenggarakan rutin setiap Jumat.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan untuk saling menguatkan antara IKM, UKM dan UMKM, DKUKMPP menyediakan ruang yang dinamai Potret Kita (Pojok Kreatif Asah Talenta). Lanjut Iing, Ruang Potret Kita merupakan tempat pelatihan bersama Paguyuban Godong Jati.

“Di Ruang Potret Kita, peserta dilatih membatik, membuat rajutan, dan lain sebagainya. Kebetulan kemarin kita dukung program teman-teman DP3KB untuk melatih ibu-ibu dari RW 05 Kedung Krisik untuk berlatih membuat handicraft termasuk membuat kue,” ujar Iing saat ditemui About Cirebon di Gedung Setda, Balaikota Cirebon, Jumat (17/6/2022).

BACA YUK:  Pemda Kota Cirebon Gelar Sosialisasi Kerja Sama Daerah

Minggu depan, kata Iing, ibu-ibu dari Dharma Wanita Lanal Cirebon juga akan berlatih di Ruang Potret Kita untuk pembuatan batik eco print. Dari sekolah pun sudah ada yang mengajukan untuk mengikuti program Potret Kita.

“Mereka ibu-ibu Dharma Wanita Lanal akan menjadi peserta untuk dilatih membuat batik eco print. Program ini rutin seminggu sekali setiap Jumat, namun kalaupun dipandang perlu bisa lebih dari satu kali,” kata Iing.

Saat ini, menurut Iing, program Potret Kita belum menggunakan kurikulum, karena masih mengatur jadwal pelaksanaannya. Namun, yang sudah pasti setiap hari Jumat pukul 13.00 WIB.

BACA YUK:  Pentingnya Rencanakan Pendidikan Anak Sejak Dini, Berikut Beberapa Hal yang Harus Disiapkan Menurut Qoala

“Untuk bisa mengikuti pelatihan program Potret Kita, peserta harus mengajukan terlebih dahulu. Minimal peserta 10 orang. Nanti ingin berlatih tema apa, kita akan undang narasumbernya terkait tema,” jelas Iing.

Dari program Potret Kita, Iing berharap, yang baru mengikuti program ini bisa menjadi industri rumahan karena memiliki keterampilan dan memiliki income tambahan.

“Kalau untuk anak-anak, di samping belajar tentang pelajar sekolah, mereka juga berharap bisa belajar tentang kompetensi bagaimana memiliki keahlian,” pungkasnya. (HSY)

(Dilihat: 62 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.