Inilah 3 Tuntutan Aksi Unjuk Rasa Gerakan Mahasiswa Cirebon di Jalan Nasional

Cirebon,- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cirebon (GMC) melakukan aksi unjuk rasa di Simpang 4 Pemuda Bypass Kota Cirebon, Senin (19/10/2020).

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa dari berbagai universitas di Cirebon ini memblokade Jalan Nasional Bypass selama lebih dari dua jam, sehingga terjadi penumpukan kendaraan dan juga pengalihan arus lalu lintas.

Aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan momentum pelantikan 1 tahun Presiden Joko Widodo ini, GMC menutut mendesak Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpu) untuk mencabut Undang-undang Cipta Kerja.

BACA YUK:  Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPRI RI Temukan Hal Menarik di Kota Cirebon

Didin, selaku Koordinator Aksi dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mengatakan dalam aksi unjuk rasa ini kami GMC menuntut 3 hal.

Pertama, Mendesak Presiden mengeluarkan Perpu untuk mencabut Undang-undang Omnibus Law. Kedua, Mengutuk aparat kepolisian untuk tidak bertindak represif terhadap aksi massa di berbagai daerah.

“Dan yang ketiga, kami menuntut mencabut surat edaran Mendikbud nomor: 1035/E/KM/2020,” ujar Didin kepada awak media.

Dari 3 tuntutan tersebut, menurut Diding, melihat dari masalah UU Omnibus Law Cipta Kerja, banyak pasal-pasal yang masih sangat kursial. Bahkan, pihaknya meyakini bahwa banyak pasal-pasal titipan.

BACA YUK:  Tingkatkan Kinerja Outlet, Telkomsel Apresiasi Mobil Kepada Outlet

“Oleh karena itu, kami dari element mahasiswa khususnya menu.tut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perpu penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja,” terangnya.

Kemudian, pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan tindakan represif kepada massa aksi di berbagai daerah.

“Saat kegiatan aksi unjuk rasa tanggal 8 Oktober kemarin banyak tindakan represif dari aparat kepolisian. Seharusnya, bila ada pendemo “perusuh” bukan menyerang balik, tetapi menasehati atau memberi tahu,” ungkapnya.

Jika pemerintah pusat sampai tidak mendengar aksi dari berbagai daerah, Didin pastikan ada gelombang demo lainnya.

BACA YUK:  Grage Resort Kuningan dan First Yoga Studio Peringati Internasional Yoga Day

Oleh karena itu, Didin menjelaskan bahwa dengan memblokade jalan Nasional ini, agar pemerintah pusat tahu aksi yang dilakukan mahasiswa di daerah.

“Bypass ini kan salah satu jalan Nasional. Nah, secara otomatis info ini akan sampai ke pusat, dengan harapan pemerintah pusat mendengar apa yang kami lakukan hari ini,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 14 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.