Kamis, 21 Oktober 2021

Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah di Kota Cirebon

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Unjuk Rasa di Jalan Siliwangi, Walikota Cirebon Ajak Audensi

Cirebon,- Dua kelompok organisasi masyarakat/LSM melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021). Dua kelompok tersebut...

104 Pejabat di Lingkungan Kabupaten Cirebon Dilantik

Cirebon,- Sebanyak 104 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon di rotasi dan mutasi. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati...

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon komitmen mengentaskan anak putus sekolah. Tidak cukup Pemda, kerja sama dengan pihak lainnya sangat dibutuhkan.

“Tidak boleh ada putus sekolah di Kota Cirebon,” ujar Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati saat meninjau RW 07 Kesunean Utara, Kota Cirebon, Jumat (27/8/2021).

Pemda Kota Cirebon dan juga sebagai bunda literasi, dirinya akan berupaya untuk mengentaskan anak-anak putus sekolah di Kota Cirebon. Termasuk anak-anak putus sekolah yang ada di RW 07 Kesunean.

Loading...

Setelah mendapatkan laporan adanya anak putus sekolah, Eti segera meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) untuk dapat memberikan pelajaran dalam bentuk paket A hingga C di daerah tersebut.

“Minimal di 3 RW. Kita sebut trio Kesunean, masing-masing RW 07, RW 08 dan RW 09,” katanya.

BACA YUK:  Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Belahan Bumi Utara, Begini Pengaruhnya ke Wilayah Indonesia

Pembelajaran, lanjut Eti, bisa dilakukan di Balai Pertemuan Kampung (Baperkam) setempat. Dalam sepekan bisa tiga kali. Namun yang terpenting, menurut Eti, yaitu terus memotivasi anak-anak agar tetap mau bersekolah.

“Ini dikarenakan ada yang masih semangat untuk belajar namun ada juga yang sudah terbiasa bekerja. Sehingga semangat belajarnya mulai hilang. Ini yang patut kita dorong,” tegas Eti.

Ia juga meminta kerja sama dengan pihak terkait lainnya. Sehingga tidak ada lagi anak putus sekolah di Kota Cirebon.

Sementara itu, Kabid Sosial Jabar Bergerak (Jaber) Kota Cirebon, Tengku Marina menjelaskan, mereka juga telah memiliki rencana untuk mengentaskan anak-anak putus sekolah di Kesunean.

“Ada bermacam tipe anak putus sekolah di sini,” kata Marina.

Untuk anak usia SD, SMP dan SMA akan diarahkan untuk mengikuti kejar paket A hingga C. Sedangkan untuk anak usia 17 tahun ke atas akan diarahkan untuk menjadi pebisnis.

BACA YUK:  Perbakin Kota Cirebon Butuh Dukungan Pemkot Cirebon untuk Lebih Berprestasi

Dijelaskan Marina anak-anak usia 17 tahun ke atas akan diarahkan untuk bisa menghasilkan uang dari smartphone yang dimiliki. Mereka akan diajarkan berjualan baik melalui whatsapp maupun media sosial sehingga bisa menghasilkan uang.

Anak usia 17 tahun ke atas ini, kata Marina, minat sekolahnya nyaris sudah tidak ada. Sehingga mereka akan diarahkan untuk mencari penghasilan.

Camat Lemahwungkuk, Adam Walesa, menjelaskan mereka akan melakukan koordinasi dengan 3 RW di Kesunean dan mengumpulkan anak-anak yang putus sekolah.

“Kegiatan belajar juga akan dilakukan. Bisa paket A, B atau C,” kata Adam.

Adam juga berharap ke depannya tidak ada lagi anak-anak putus sekolah di wilayahnya.

“Dengan ijazah, mereka memiliki kekuatan. Diantaranya kekuatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dengan ijazah yang mereka miliki,” katanya.

Sedangkan Sukarya, Ketua RW 07 Kesunean menjelaskan di wilayahnya ada sekitar 30 anak yang putus sekolah. Alasan putus sekolah beragam.

“Alasannya beragam, mulai dari ketidakmampuan orangtua hingga pandemi,” jelasnya.

Menurut Sukarya, pandemi Covid-19 membuat anak-anak yang tidak memiliki smartphone tidak dapat belajar dengan maksimal. Hingga akhirnya mereka pun berhenti karena motivasi untuk bersekolah perlahan mulai surut. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sabut Kelapa, Sumber Energi Terbarukan Pengganti Batu Bara

Cadangan bahan baku penghasil energi yang berasal dari fosil seperti batu bara terus menipis. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat...

Alumni Akabri 1999 Gelar Vaksinasi Massal dan Pemberian Sembako di Desa Gebang Mekar

Cirebon,- Alumni Akabri 1999 menggelar Vaksinasi Massal dan Pemberian Sembako di Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Rabu (20/10/2021). Dalam kegiatan tersebut tampak hadir,...

Aliansi Mahasiswa UGJ Gelar Unjuk Rasa di Jalan Bypass Kota Cirebon

Cirebon,- Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jari (UGJ) menggelar unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Pemuda, Jalan Bypass, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Aksi tersebut...

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan Marketplace Digital Marketing. Kegiatan tersebut...

More Articles Like This