Tekan Kecelakaan dan Anggaran Perbaikan Ruas Tol Palikanci, Jasa Marga Gelar “Operasi Odol”

Cirebon,- Meminimalisir kecelakaan di ruas jalan tol, Jasa Marga cabang Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) menggelar operasi gabungan, yang berlangsung di Rest Area KM 208 Tol Palikanci, Jumat (31/1/2020).

Operasi gabungan terkait kelaikan kendaraan over dimensi dan over load (Odol) ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Jasa Marga untuk menekan tingkat fatalitas kecelakaan di ruas tol.

Agus Hartoyo, Manager Traffic Management Jasa Marga Tol cabang Palimanan Kanci mengatakan operasi gabung Odol ini memang kegiatan rutin setiap satu bulan sekali untuk menekan tingkat fatalitas kecelakaan, khususnya di ruas tol.

BACA YUK:  Puskesmas di Kota Cirebon Masih Lakukan Vaksinasi COVID-19

“Tujuan operasi gabungan ini untuk menekan tingkat fatalitas kecelakaan yang ada di ruas tol, khususnya di Palikanci,” ujarnya kepada About Cirebon di sela-sela kegiatan.

 

Lanjut Agus, selain untuk menekan fatalitas kecelakaan di ruas tol, kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan biaya anggaran perusahaan yang selama ini sangat meningkat.

“Biaya anggaran perbaikan jalan tol setiap tahunnya selalu ada peningkatan akibat salah satunya kendaraan over load,” ungkapnya.

Kegiatan Operasi Odol yang dilakukan baru satu jam, pihaknya sudah menjaring 25 kendaraan dan diantaranya 10 kendaraan yang melakukan pelanggaran.

“Dari 10 kendaraan yang melanggar, kebanyakan adalah over load, ada yang kelebihan 20 sampai 30 ton,” katanya.

BACA YUK:  Pakai Knalpot Bising, 48 Sepeda Motor Diamankan Satlantas Polresta Cirebon

Terkait pengalokasian perbaikan jalan tol, tambah Agus, pihaknya menganggarkan untuk ruas tol Palikanci sebesar kurang lebih Rp. 41 Milyar selama tahun 2019 lalu.

“Hal ini diakibatkan sebagian besar dari over load, karena adanya penumpukan di salah satu titik. Kita juga akan menentukan titik potensi kerusakan dan ini pun sesuai dengan pengukuran dari tingkat ketebalan aspal itu sendiri,” bebernya.

“Untuk tahun 2020 ini, kita rencanakan anggaran perbaikan ruas jalan tol Palikanci diturunkan menjadi kurang lebih Rp. 30 Milyar,” imbuhnya.

BACA YUK:  List Street Food BBQ di Cirebon, ini Lokasinya

Selain mengecek kelaikan kendaraan over dimensi dan over load, pihaknya mengundang Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) untuk mengecek kondisi ban kendaraan.

“Pihak asosiasi juga memberikan sosialisasi terhadap para supir, sehingga para supir ini akan menyampaikan kepada perusahaannya,” jelas Agus.

Untuk tingkat bahaya kerusakan ban, kata Agus, sangat membahayakan sekali, baik untuk penggunanya sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Apabilan ban itu pecah, akan terjadi oleng. Bila kendaraan itu oleng akan membahayakan kecelakaan. Mungkin bisa menabrak kendaraan lain maupun kecelakaan tunggal,” pungkasnya. (AC212)

https://www.instagram.com/p/B7-KMfQAjuy/

(Dilihat: 32 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.