Senin, 30 Maret 2020

Sudah 4 Hari, Anak 4 Tahun Asal Pamengkang Cirebon Masih Koma Akibat Gigitan Ular Berbisa

Populer

Cinema XXI CSB Mall Tutup Sementara Sejak Hari Senin

Cirebon,- Wabah virus Corona atau Covid-19 terus meluas di wilayah Indonesia. Bahkan dampak dari covid-19 ini menjalar hingga sektor...

Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon Tetap Melaksanakan Sholat Jumat, Ini Ketentuannya

Cirebon,- Banyak pertanyaan dari masyarakat, khususnya di Kota Cirebon bahkan wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) tentang sikap...

Ketua MUI Kota Cirebon: Semua Masjid di Kota Cirebon Tetap Melaksanakan Sholat Jumat

Cirebon,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah virus...

Wali Kota Cirebon: Masyarakat yang Berkerumun Akan Kami Bubarkan untuk Cegah Virus Corona

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan meningkatkan Social Distancing...

Wali Kota Cirebon Perpanjang Masa Belajar di Rumah Untuk Siswa Sekolah Se-Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon resmi memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa sekolah di semua tingkatan se-Kota...

Cirebon,- Anak perempuan usia 4 tahun asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon masih tak sadarkan diri di ruang PICU Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon, karena digigit ular berbisa

Menurut Wakil Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, dr. Maria mengatakan anak perempuan usia 4 tahun masih koma di ruang PICU Rumah Sakit Gunung Jati karena digigit ular berbisa dirumahnya.

“Hari ini (11/2) anak tersebut masih koma. Kurang lebih sudah empat hari,” ujarnya kepada About Cirebon saat ditemui di RSD Gunung Jati, Selasa (11/2/2020).

Untuk penanganan pasien ini, lanjut Maria, pihak Rumah Sakit Gunung Jati telah melakukan segala apa yang bisa diusahakan, akan kami usahakan. Bahkan, perawatan insentif sudah dilakukan sejak hari pertama.

Loading...

“Kami juga telah mendatangkan ahli pakar snakebites perwakilan WHO dari Kementrian Kesehatan dr. Tri Maharani, beliau merupakan dokter spesialis emergency atau kegawat daruratan media,” terangnya.

Menurut keterang Maharani, dr. Tri telah melihat langsung yang bersangkutan seperti gejalanya, kemudian beliau mengecek langsung kelapangan di dampingi ayah korban untuk mengetahui sumber penyebabnya.

“Kalau melihat dari awal jenis ular berbisa ini adalah racun neurotoksin. Namun di anak ini gejalanya ada neurotoksinnya, hari kedua terjadi hemotoksin,” bebernya.

“Hal ini juga membuat dr. Tri berfikir keras. Makanya mencari apa alternatif lain, dalam hal ini apakah bentuk ular hybrid atau malahan jenis lain. Khawatirnya hybrid kawin silang antar sesama ular ganas, kemudian menghasilan keturunan dengan toksin-toksin yang berbeda,” imbuhnya.

Pasien ini, kata dr. Maria, ditangani oleh tim dokter RSD Gunung Jati seperti dr. Hendra spesialis bedah, dr. Ari spesialis anak, dr. Suci spesialis anak, kemudian dr. Agung, hingga mendatangkan ahli pakar snakebites perwakilan WHO dari Kementrian Kesehatan dr. Tri Maharani.

“Anak ini sudah diberi serum anti bisa ular, kurang lebih 10 vial. Jadi Pak Direktur sudah berkomitmen dan segala upaya sudah kami lakukan bersama dengan tim dokter,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Grage Group Jamin Tenant Jual Kebutuhan Primer dan Farmasi Tetap Buka

Cirebon,- Walaupun menutup sementara operasional unit bisnis Mall dan Hotel, Grage Group pastikan layanan kebutuhan primer dan farmasi tetap...

Selain Mall, Grage Group Tutup Sementara Unit Bisnis Hotel di Cirebon dan Kuningan

Cirebon,- Setelah mengambil keputusan terkait penutupan sementara Grage Mall dan Grage City Mall, Grage Group kembali memberlakukan penutupan sementara operasional untuk unit bisnis lainnya...

Sejak Tanggal 1 Maret, Pembatalan Tiket KA di Daop 3 Cirebon Capai 13.584 Pembatalan

Cirebon,- Kebijakan pengurangan perjalanan KA serta kondisi pandemik corona yang terjadi saat ini, menyebabkan pembatalan sejumlah tiket KA.Secara total terhitung sejak tanggal 1 Maret...

Mulai 1 April sampai 1 Mei 2020, Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon, Ini Daftarnya

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon kembali melakukan pembatalan 15...

Dua Mobil Water Canon Dikerahkan Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan Kota Cirebon

Cirebon,- Sat Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jawa Barat bersama dengan Polres Cirebon Kota, unsur TNI, serta Satpol PP Kota Cirebon melakukan penyemprotan cairan...

More Articles Like This