Sudah 4 Hari, Anak 4 Tahun Asal Pamengkang Cirebon Masih Koma Akibat Gigitan Ular Berbisa

Cirebon,- Anak perempuan usia 4 tahun asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon masih tak sadarkan diri di ruang PICU Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon, karena digigit ular berbisa

Menurut Wakil Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, dr. Maria mengatakan anak perempuan usia 4 tahun masih koma di ruang PICU Rumah Sakit Gunung Jati karena digigit ular berbisa dirumahnya.

“Hari ini (11/2) anak tersebut masih koma. Kurang lebih sudah empat hari,” ujarnya kepada About Cirebon saat ditemui di RSD Gunung Jati, Selasa (11/2/2020).

BACA YUK:  Momen Ramadan dan Idul Fitri 2022, Layanan Data Telkomsel Naik 21 Persen

Untuk penanganan pasien ini, lanjut Maria, pihak Rumah Sakit Gunung Jati telah melakukan segala apa yang bisa diusahakan, akan kami usahakan. Bahkan, perawatan insentif sudah dilakukan sejak hari pertama.

“Kami juga telah mendatangkan ahli pakar snakebites perwakilan WHO dari Kementrian Kesehatan dr. Tri Maharani, beliau merupakan dokter spesialis emergency atau kegawat daruratan media,” terangnya.

Menurut keterang Maharani, dr. Tri telah melihat langsung yang bersangkutan seperti gejalanya, kemudian beliau mengecek langsung kelapangan di dampingi ayah korban untuk mengetahui sumber penyebabnya.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 12 Mei 2022

“Kalau melihat dari awal jenis ular berbisa ini adalah racun neurotoksin. Namun di anak ini gejalanya ada neurotoksinnya, hari kedua terjadi hemotoksin,” bebernya.

“Hal ini juga membuat dr. Tri berfikir keras. Makanya mencari apa alternatif lain, dalam hal ini apakah bentuk ular hybrid atau malahan jenis lain. Khawatirnya hybrid kawin silang antar sesama ular ganas, kemudian menghasilan keturunan dengan toksin-toksin yang berbeda,” imbuhnya.

Pasien ini, kata dr. Maria, ditangani oleh tim dokter RSD Gunung Jati seperti dr. Hendra spesialis bedah, dr. Ari spesialis anak, dr. Suci spesialis anak, kemudian dr. Agung, hingga mendatangkan ahli pakar snakebites perwakilan WHO dari Kementrian Kesehatan dr. Tri Maharani.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 14 Mei 2022

“Anak ini sudah diberi serum anti bisa ular, kurang lebih 10 vial. Jadi Pak Direktur sudah berkomitmen dan segala upaya sudah kami lakukan bersama dengan tim dokter,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 31 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.