Senin, 17 Mei 2021

Ritual Pembacaan Babad Cirebon, Begini Perjalanan Sejarah Cirebon

Populer

Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali

Cirebon,- Ingin merasakan suasana seperti di Ubud Bali, kini tidak perlu jauh-jauh harus pergi ke Bali. Pasalnya, di Cirebon...

Pesona Curug Cigetruk yang Belum Banyak Orang Tahu dengan Ketinggian 27 Meter⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kecamatan Dukupuntang dikenal sebagai salah satu wilayah kecamatan penyangga pariwisata berbasis alam (Agrowisata) di Kabupaten Cirebon.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Terdapat berbagai sumber...

Habiskan Waktu Libur Lebaran Staycation di Aston Cirebon Aja, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Pemerintah memberlakukan larangan mudik lebaran pada tahun 2021 ini. Akibat larangan mudik, banyak orang yang bingung untuk menghabiskan...

Serentak, PGRI Kota Cirebon Bagikan 3000 Takjil dan Nasi Kotak di 4 Kecamatan⁣

Cirebon,- Di penghujung Ramadan 1442 H ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mengadakan kegiatan berbagi. Berbeda dengan...

Cirebon,- Perjalanan sejarah Cirebon menjadi titik inti berdirinya Cirebon sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budayanya.

Pada awalnya, sekitar awal abad 15 Cirebon masih bagian dari Kerajaan Pakuwan Pajajaran yang dikuasai oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Prabu Guru Dewata Prana atau yang lazim disebut dengan Prabu Siliwangi.

Pada saat itu, di Cirebon terdapat Kerajaan Singhapura dengan penguasanya Ki Surawijaya Sakti, lalu digantikan oleh adiknya Ki Gedeng Tapa yang menjadi juru Labuhan Muara Jati yang tidak lain adalah ayah Nyai Subang Larang dari perkawinannya dengan Nyai Ratna Kranjang putri Ki Gedeng Kasmayan penguasa Cirebon Girang.

Loading...

Pada tahun 1440 M / 1362 Saka, di wilayah selatan pesisir Cirebon yang sekarang disebut Kelurahan Lemahwungkuk, terdapat seorang Pertapa bernama Ki Danusela dengan istrinya Nyai Arum Sari, Ratna Riris (anaknya) dan sesepuh wilayah tersebut yang bernama Ki Sarnawi.

BACA YUK:  Inspiratif, Bangkit dari PHK Buka Usaha Kuliner Ayam Penyet

Ratu Raja Arimbi Nurtina, Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon mengatakan pada awalnya, wilayah Lemahwungkuk itu masih sepi penduduk dan hanya didiami oleh beberapa orang saja.

“Wilayah Lemahwungkuk itu, pada perjalanannya menjadi ramai ketika Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi membabad Alas Kebon Pesisir bersama Ki Danusela dengan menggunakan Golok Cabang pemberian dari seorang Pendeta Buda Parwa yang bernama Sanghyang Nago dari Gunung Singkup,” ujarnya usai pembacaan Babad Cirebon, Rabu (12/9/2018) malam.

Lanjut Ratu Arimbi, Cirebon sebagai pedukuhan yang dibuka oleh Ki Danusela (Ki Gedeng Alang-alang) pada Minggu Kliwon tepatnya pada 1 (satu) Suro 1367 Saka / 1445 M, bersama Pangeran Walangsungsang /Cakrabuwana membabad alas (Babakyaksa Sajarah) dengan membangun pemerintahan Pakuwuan dan mengangkat Ki Danusela sebagai Kuwu pertamanya bergelar Ki Gede Alang-Alang atas perintah Syekh Dahtul Kahfi.

BACA YUK:  Daop 3 Cirebon Berangkatkan 1.599 Penumpang Gunakan KA Non Mudik

“Sementara, titik enol Babad Alas itu adalah wilayah Witana (Wi = Pembuka. Tana = Tana. disebut Tanah Pembuka) yang sekarang berada di dekat Bangsal Mande Mastaka (Tempat Bertahtanya Sultan Kanoman),” bebernya.

Dari situlah, kata Ratu Arimbi, kemudian Kesultanan Kanoman berkeyakinan bahwa Cirebon kini telah berusia 573 tahun, merujuk pada Babakyaksa Sajarah Pakuwuan Caruban yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuwana dan Ki Danusela.

“ Oleh karena itu, setiap tahunnya pada tanggal 1 Ram-Ji-Ji / Muharram (Sura) selalu diadakan Pembacaan Babad Cirebon di Keraton Kanoman Cirebon dan melaksanakan Kirab Agung dari Keraton Kanoman menuju Astana Gunung Jati ( Makbaroh Gusti Sinuwun Sunan Gunung Jati) di desa Gunung Jati, dan turut medale Kereta Paksi Naga Liman,” jelasnya.

Pada tahun ini, tanggal 1 Sura jatuh pada hari Selasa, 11 September 2018. Acara ritual Pembacaan Babad Cerbon dilaksanakan di Bangsal Witana dengan melakukan doa tawasul kepada leluhur.

Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan prosesi Pembacaan Babad Cerbon dengan didahului pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an, sambutan yang mulia Kanjeng Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin dan sambutan dari pemerintah setempat.

Usai acara tersebut, dilanjutkan dengan Pembacaan Babad Cerbon, setelah itu baru kemudian Kirab Agung menuju Astana Gunung Sembung dengan menggunakan Kereta Paksi Naga Liman. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Libur Lebaran, Pengunjung Goa Sunyaragi Meningkat Dibanding Tahun Lalu⁣

Cirebon - Objek wisata Taman Air Goa Sunyaragi (TAGS) di Kelurahan Sunyaragi Kecamatan Kesambi Kota Cirebon menerapkan protokol kesehatan...

Daop 3 Cirebon Berangkatkan 1.599 Penumpang Gunakan KA Non Mudik

Cirebon,- Pelarangan mudik yang di mulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon mengoperasikan 6 KA...

Arus Balik, Satlantas Polres Cirebon Kota Lakukan Penyekatan

Cirebon,- Satuan lalu lintas Polres Cirebon Kota melakukan penyekatan arus mudik lebaran. Penyekatan dilaksanakan di pos penyekatan Kalijaga, Kota Cirebon, Sabtu (15/5/2021). Kasatlantas Polres Cirebon...

Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali

Cirebon,- Ingin merasakan suasana seperti di Ubud Bali, kini tidak perlu jauh-jauh harus pergi ke Bali. Pasalnya, di Cirebon pun sekarang sudah ada Kampung...

More Articles Like This