Kamis, 20 Januari 2022

Ritual Pembacaan Babad Cirebon, Begini Perjalanan Sejarah Cirebon

Populer

Situs Sumur Buah, Bukti Penyebaran Islam di Cirebon

Cirebon,- Cirebon merupakan salah satu kota yang amat kental nuansa Islamnya. Cirebon merupakan pula salah satu kota yang disinggahi...

Tiga Prodi Memulai Kegiatan Perkuliahan di Kampus ITB Cirebon

Cirebon,-:Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), telah memulai program multikampus sebagai wujud pengembangan institusi...

Awal Tahun, Manulife Mulia Putri Agency Mulai dengan Peduli Dunia Pendidikan

Cirebon,- Awal tahun, Manulife Mulia Putri Agency menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan paket sembako. Bantuan itu diberikan kepada...

Permudah Proses Kepemilikan Rumah, Tulus Asih Group Gelar Akad Kredit Massal

Cirebon,- Memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah impian, Tulus Asih Group, Developer Properti Terbesar Se-Wilayah III Cirebon...

Satnarkoba Polresta Cirebon Ungkap 13 Kasus dan Amankan 17 Tersangka

Cirebon,- Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 13 kasus peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Cirebon. Petugas juga...

Cirebon,- Perjalanan sejarah Cirebon menjadi titik inti berdirinya Cirebon sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budayanya.

Pada awalnya, sekitar awal abad 15 Cirebon masih bagian dari Kerajaan Pakuwan Pajajaran yang dikuasai oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Prabu Guru Dewata Prana atau yang lazim disebut dengan Prabu Siliwangi.

Pada saat itu, di Cirebon terdapat Kerajaan Singhapura dengan penguasanya Ki Surawijaya Sakti, lalu digantikan oleh adiknya Ki Gedeng Tapa yang menjadi juru Labuhan Muara Jati yang tidak lain adalah ayah Nyai Subang Larang dari perkawinannya dengan Nyai Ratna Kranjang putri Ki Gedeng Kasmayan penguasa Cirebon Girang.

Loading...

Pada tahun 1440 M / 1362 Saka, di wilayah selatan pesisir Cirebon yang sekarang disebut Kelurahan Lemahwungkuk, terdapat seorang Pertapa bernama Ki Danusela dengan istrinya Nyai Arum Sari, Ratna Riris (anaknya) dan sesepuh wilayah tersebut yang bernama Ki Sarnawi.

BACA YUK:  Kantor Bea Cukai Cirebon Musnahkan 5,8 juta Rokok Ilegal dan Barang Milik Negara Hasil Penindakan

Ratu Raja Arimbi Nurtina, Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon mengatakan pada awalnya, wilayah Lemahwungkuk itu masih sepi penduduk dan hanya didiami oleh beberapa orang saja.

“Wilayah Lemahwungkuk itu, pada perjalanannya menjadi ramai ketika Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi membabad Alas Kebon Pesisir bersama Ki Danusela dengan menggunakan Golok Cabang pemberian dari seorang Pendeta Buda Parwa yang bernama Sanghyang Nago dari Gunung Singkup,” ujarnya usai pembacaan Babad Cirebon, Rabu (12/9/2018) malam.

Lanjut Ratu Arimbi, Cirebon sebagai pedukuhan yang dibuka oleh Ki Danusela (Ki Gedeng Alang-alang) pada Minggu Kliwon tepatnya pada 1 (satu) Suro 1367 Saka / 1445 M, bersama Pangeran Walangsungsang /Cakrabuwana membabad alas (Babakyaksa Sajarah) dengan membangun pemerintahan Pakuwuan dan mengangkat Ki Danusela sebagai Kuwu pertamanya bergelar Ki Gede Alang-Alang atas perintah Syekh Dahtul Kahfi.

BACA YUK:  Libur Natal dan Tahun Baru, Smartfren Tingkatkan Kapasitas Jaringan

“Sementara, titik enol Babad Alas itu adalah wilayah Witana (Wi = Pembuka. Tana = Tana. disebut Tanah Pembuka) yang sekarang berada di dekat Bangsal Mande Mastaka (Tempat Bertahtanya Sultan Kanoman),” bebernya.

Dari situlah, kata Ratu Arimbi, kemudian Kesultanan Kanoman berkeyakinan bahwa Cirebon kini telah berusia 573 tahun, merujuk pada Babakyaksa Sajarah Pakuwuan Caruban yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuwana dan Ki Danusela.

“ Oleh karena itu, setiap tahunnya pada tanggal 1 Ram-Ji-Ji / Muharram (Sura) selalu diadakan Pembacaan Babad Cirebon di Keraton Kanoman Cirebon dan melaksanakan Kirab Agung dari Keraton Kanoman menuju Astana Gunung Jati ( Makbaroh Gusti Sinuwun Sunan Gunung Jati) di desa Gunung Jati, dan turut medale Kereta Paksi Naga Liman,” jelasnya.

Pada tahun ini, tanggal 1 Sura jatuh pada hari Selasa, 11 September 2018. Acara ritual Pembacaan Babad Cerbon dilaksanakan di Bangsal Witana dengan melakukan doa tawasul kepada leluhur.

Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan prosesi Pembacaan Babad Cerbon dengan didahului pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an, sambutan yang mulia Kanjeng Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin dan sambutan dari pemerintah setempat.

BACA YUK:  241 Pejabat Struktural Dilantik Walikota Cirebon Menjadi Pejabat Fungsional

Usai acara tersebut, dilanjutkan dengan Pembacaan Babad Cerbon, setelah itu baru kemudian Kirab Agung menuju Astana Gunung Sembung dengan menggunakan Kereta Paksi Naga Liman. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tespoin Akan Gelar Munas di Bandung, Ini Agenda Kegiatannya

ABOUT SEMARANG – Perkumpulan Teknisi Ponsel Indonesia (Tespoin) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan silaturahmi yang akan digelar di Hotel...

Menghibur Anak Saat Vaksin, Transformer Hadir di Vaksin Merdeka

Cirebon,- Vaksinasi Merdeka anak usia 6-11 tahun yang diselenggarakan oleh Polres Cirebon Kota bersama dengan Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan cosplay kartun, Rabu (19/1/2022). Kegiatan...

Forum Pengada Layanan Apresiasi Atas Diresmikan RUU TPKS

Cirebon,- DPR RI resmi menetapkan Rancangan Undang-undang (RUU) TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) yang menjadi inisiator DPR. Dengan diresmikan RUU TPKS, Forum Pengada Layanan...

Satu Warga Ber-KTP Kota Cirebon Positif Omicron, Isolasi di Wisma Atlet Jakarta

Cirebon,- Satu warga Kota Cirebon dinyatakan positif COVID-19 varian Omicron. Namun, saat ini tengah menjalani isolasi di Wisma Atlet di Jakarta. Wali Kota Cirebon, Drs....

More Articles Like This