Senin, 29 November 2021

Dollar Naik, Industri Batik Ekspor di Cirebon Diuntungkan

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Kalahkan Petahana, Tukang Becak ini Terpilih Menjadi Kuwu Desa Jungjang

Cirebon,- Pemilihan Kepala Desa (Kuwu) serentak di wilayah Kabupaten Cirebon berlangsung Minggu (21/11/2021). Pemilihan Kuwu tersebut diselenggarakan di 135...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Cirebon,- Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Ameria Serikan (AS) sejak beberapa hari lalu masih terus melemah.

Namun, dengan melemahnya nilai tukar rupiah tersebut membuat pengusaha dengan pasar ekspor merasa diuntungkan. Seperti halnya industri batik di Cirebon yang menjual produknya ke luar negeri mendapatkan untung lebih mencapai 10 hingga 20 persen dari biasanya.

Menurut Pengelola EB Batik Cirebon, Hisyam Suleiman mengatakan dengan melemahnya nilai tukar rupiah ke dollar dampak positifnya dari usaha batik adalah dari skala ekspornya.

Loading...
BACA YUK:  Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Cirebon D-3 Kebidanan Angkatan XIII Diwisuda

“Karena, pembayarannya menggunakan dollar. Jadi, Alhamdulillah ketika menukar dollar ada kenaikan,” ujarnya saat ditemui di EB Batik Cirebon, desa Panembahan, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/9/2018).

Menurut Hisyam, pendapatan dari melemahnya nilai tukar rupiah tidak terlalu signigikan kenaikannya, hanya sekitar 10 sampai 20 persen.

“Terakhir saya ekspor keluar negeri sekitar 400 kodi pada bulan Agustus ke Singapura,” bebernya.

Lanjut Hisyam, hasil produksi batiknya biasanya ekspor ke negara-negara lain seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Prancis, dan Jepang.

“Namun, jumlah yang dikirim bervariatif,  dan paling tinggi itu dalam sebulan bisa mengirim satu sampai dua kontener,” terangnya.

Lebih lanjut Hisyam menjelaskan, untuk produk batik printing atau cetak pihaknya kalah dengan China dan Malaysia, karena teknologi dan materialnya sangat murah.

“Tapi, kalau untuk batik-batik yang melengenda seperti batik tulis dan sutra menang di pasar ekspor,” tandasnya. (AC212)

BACA YUK:  Kasus Stunting Masih Tinggi, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Bentuk Tim Pendamping Keluarga
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27...

Pondok Yatama Mendunia Gandeng Komunitas Mobil Berdayakan Santri Yatim

Cirebon,- Pondok Yatama Mendunia membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada seluruh pihak yang hendak berkontribusi pada pemberdayaan potensi sumber daya manusia desa, khususnya kelompok yatim dan...

Inilah Kopi Bin Rosyad Produksi Desa Guwa Kidul

Cirebon, Guna menjawab tantangan pecinta kopi asli yang sedang digandrungi masyarakat, kini Kuwu Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mengelola produk kopi sachet...

Fotografer, Videografer dan Model Ramaikan Anniversary Wedding Organizer Salsabila yang Kedua

Cirebon, Wedding Organizer (WO) Salsabilah yang beralamat di Desa Karangsambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon pada tahun ini berusia dua tahun. Acara anniversary kedua ini...

More Articles Like This