Sabtu, 18 September 2021

Pemerintah Kota Cirebon Sudah Membolehkan Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar rapat sosialisasi terkait persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Rapat yang digelar secara virtual tersebut menjelaskan teknis PTM terbatas kepada seluruh pihak penyelenggara pendidikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan secara virtual kami melakukan rapat sosialisasi penjelasan teknis PTM kepada seluruh penyelenggara pendidikan. Baik dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta, termasuk juga di madrasah.

Agus menjelaskan kegiatan rapat sosialisasi PTM secara terbatas dihadiri hampir 200 partisipan. Sedangkan, hadir secara offline Kadis Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Asisten, KCD X, serta Kepala Kementerian Agama.

Loading...

“Alhamdulillah (rapat sosialisasi PTM) responnya sangat baik, karena kegiatan ini banyak ditunggu. Kami telah sampaikan terkait Surat Edaran Menteri dan Surat Edaran Wali Kota yang sudah dimungkinkan untuk pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ujar Agus di Gedung Setda Kota Cirebon, Kamis (2/9/2021).

BACA YUK:  Selama Pandemi Covid-19, Transaksi BSI Mobile Alami Kenaikan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi

Namun, kata Agus, sekarang bagaimana mekanisme yang harus dilakukan dan kesiapan teknisnya seperti apa untuk PTM terbatas. Secara prinsip, menurut Agus, Pemerintah Kota Cirebon sudah membolehkan.

“Kalau dari pemerintah daerah secara prinsip sudah membolehkan untuk melakukan PTM terbatas melalui surat edaran tersebut. Tinggal teknisnya, masing-masing satuan pendidikan mengisi isian yang ada di dalam Dapodik maupun juga EMIS sistem yang ada di Kementerian Agama,” jelasnya.

Dari hasil isian itu, tambah Agus, Dinas Pendidikan Kota Cirebon sesuai dengan kewenangannya, KCD sesuai dengan kewenangannya, Kementerian sesuai dengan kewenangannya melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap kesiapan.

Dalam rapat tersebut, Agus memberikan saran untuk melakukan PTM terbatas bisa dilakukan secara bertahap. Karena, menurutnya pembukaan PTM terbatas ini pasti berdampak pada beberapa sektor.

BACA YUK:  Vaksinasi Pelajar di Kota Cirebon untuk Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Sudah Dimulai

Pekan depan, kata Agus, akan dilakukan simulasi secara real dengan melibatkan siswa. Karena, simulasi yang sudah dilakukan hanya melibatkan pendidik dan tenaga pendidikan.

“Pekan depan kita lakukan simulasi real dengan melibatkan siswa. Karena, simulasi yang lalu itu hanya pendidik dan tenaga pendidik. Sekarang simulasi secara real tapi kapasitasnya kita usulkan 25 persen dulu,” kata Agus.

Untuk simulasi real selama seminggu tersebut, tambah Agus, sambil mempersiapkan sarana prasarana, manajemen, SOP, termasuk juga tenaga pendidik.

“Kalau dilihat selama seminggu berjalan baik, baru kemudian kita berikan sampai dengan 50 persen. Selama dua bulan baik, bisa 100 persen, tapi dengan catatan kasusnya zero,” ujar Agus.

Terkait teknis, tambah Agus, sepenuhnya ada di satuan pendidikan. Apakah menggunakan sistem campuran PJJ dan PTM, pakai shifting bergantian, atau menggunakan sistem jam kedatangan yang dibedakan.

“Teknisnya ada di Satuan Pendidikan, tapi kita harapkan ada kesamaan SOP di seluruh tingkatkan sekolah. Sehingga, besok akan ada rapat teknis antara Kadis Pendidikan, KCD, dan Kemenag. Supaya apa-apa yang harus dilakukan, misalnya Senin mulai PTM dengan 25 persen itu bisa dilakukan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan halaman Sempoa SIP) pada Jum’at,...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

More Articles Like This