Rabu, 8 Desember 2021

Pemerintah Kota Cirebon Sudah Membolehkan Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar rapat sosialisasi terkait persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Rapat yang digelar secara virtual tersebut menjelaskan teknis PTM terbatas kepada seluruh pihak penyelenggara pendidikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan secara virtual kami melakukan rapat sosialisasi penjelasan teknis PTM kepada seluruh penyelenggara pendidikan. Baik dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta, termasuk juga di madrasah.

Agus menjelaskan kegiatan rapat sosialisasi PTM secara terbatas dihadiri hampir 200 partisipan. Sedangkan, hadir secara offline Kadis Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Asisten, KCD X, serta Kepala Kementerian Agama.

Loading...

“Alhamdulillah (rapat sosialisasi PTM) responnya sangat baik, karena kegiatan ini banyak ditunggu. Kami telah sampaikan terkait Surat Edaran Menteri dan Surat Edaran Wali Kota yang sudah dimungkinkan untuk pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ujar Agus di Gedung Setda Kota Cirebon, Kamis (2/9/2021).

BACA YUK:  HUT ke-31, JNE Kembali Hadirkan Program Harbokir

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi

Namun, kata Agus, sekarang bagaimana mekanisme yang harus dilakukan dan kesiapan teknisnya seperti apa untuk PTM terbatas. Secara prinsip, menurut Agus, Pemerintah Kota Cirebon sudah membolehkan.

“Kalau dari pemerintah daerah secara prinsip sudah membolehkan untuk melakukan PTM terbatas melalui surat edaran tersebut. Tinggal teknisnya, masing-masing satuan pendidikan mengisi isian yang ada di dalam Dapodik maupun juga EMIS sistem yang ada di Kementerian Agama,” jelasnya.

Dari hasil isian itu, tambah Agus, Dinas Pendidikan Kota Cirebon sesuai dengan kewenangannya, KCD sesuai dengan kewenangannya, Kementerian sesuai dengan kewenangannya melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap kesiapan.

Dalam rapat tersebut, Agus memberikan saran untuk melakukan PTM terbatas bisa dilakukan secara bertahap. Karena, menurutnya pembukaan PTM terbatas ini pasti berdampak pada beberapa sektor.

BACA YUK:  Tajug Agung Pakungwati dan Tradisi Seba Kliwonan

Pekan depan, kata Agus, akan dilakukan simulasi secara real dengan melibatkan siswa. Karena, simulasi yang sudah dilakukan hanya melibatkan pendidik dan tenaga pendidikan.

“Pekan depan kita lakukan simulasi real dengan melibatkan siswa. Karena, simulasi yang lalu itu hanya pendidik dan tenaga pendidik. Sekarang simulasi secara real tapi kapasitasnya kita usulkan 25 persen dulu,” kata Agus.

Untuk simulasi real selama seminggu tersebut, tambah Agus, sambil mempersiapkan sarana prasarana, manajemen, SOP, termasuk juga tenaga pendidik.

“Kalau dilihat selama seminggu berjalan baik, baru kemudian kita berikan sampai dengan 50 persen. Selama dua bulan baik, bisa 100 persen, tapi dengan catatan kasusnya zero,” ujar Agus.

Terkait teknis, tambah Agus, sepenuhnya ada di satuan pendidikan. Apakah menggunakan sistem campuran PJJ dan PTM, pakai shifting bergantian, atau menggunakan sistem jam kedatangan yang dibedakan.

“Teknisnya ada di Satuan Pendidikan, tapi kita harapkan ada kesamaan SOP di seluruh tingkatkan sekolah. Sehingga, besok akan ada rapat teknis antara Kadis Pendidikan, KCD, dan Kemenag. Supaya apa-apa yang harus dilakukan, misalnya Senin mulai PTM dengan 25 persen itu bisa dilakukan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Reforma Agraria di Kabupaten Cirebon Harus Berjalan Optimal Sesuai Undang-undang

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs. H. Imron membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria di Ruang Nyimas Gandasari, Gedung Sekretariat Daerah...

Kopi Montong Hadirkan Menu Terbaru Sup Patin Tempoyak Montong

Cirebon,- Kopi Montong yang berada di kawasan Perumahan Kota Baru Keandra, Desa Sindang Jawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon menghadirkan terobosan baru. Saat ini, Kopi...

RS Components Berkomitmen Tawarkan Produk Berkualitas Tinggi

Jakarta,- Membeli produk dengan kualitas terbaik merupakan hal terpenting bagi sebuah perusahaan maupun individu. Menggunakan produk dengan kualitas terbaik dapat mengurangi kemungkinan rusaknya sebuah...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel Apita Cirebon, warung bernama Indomie...

More Articles Like This