Selasa, 26 Januari 2021

Pekerja Migran Indonesia Asal Kota Cirebon Jadi Korban Kekerasan

Populer

Obyek Wisata Baru Tenjo Layar Kuningan Segera Dibuka⁣⁣

⁣Kuningan, - Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Tenjo Layar merupakan salah satu obyek wisata baru di Kuningan...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Program Jelajah Rasa, Kandang Ayam Hadirkan Menu Korean Taste⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kandang Ayam Resto yang yang berlokasi di Jalan Sudarsono No. 281A, Kota Cirebon, pada Januari 2021 menghadirkan program...

Saung Kopi Gowes Hadir di Jalur Favorit Bersepeda, ini Konsepnya⁣

Cirebon,- Berada di jalur favorit bersepeda dengan view pesawahan dan berlatar gunung Ciremai, Sakowes (Saung Kopi Gowes) hadir untuk...

Cirebon,- Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Cirebon Mei Harianti (26) dikabarkan menjadi korban kekerasan oleh majikannya di Malaysia.

Mei yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia tersebut sudah bekerja kepada majikan yang menyiksanya selama 13 bulan.

Dengan adanya kejadian tersebut, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) langsung merespon penyiksaan kepada PMI atas nama Mei Harianti.

Loading...

Kepala BP2MI, Benny Ramdhani mengatakan bahwa Mei Harianti bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dengan nomor Passpor AU666196. Mei diberangkatkan secara prosedural melalui proses di UPT BP3MI Jakarta dan mempunyai Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Lanjut Benny, kasus penyiksaan terhadap PMI asal Kota Cirebon berawal saat Polisi Diraja Malaysia (PDRM) melakukan operasi penggerebekan sebuah rumah beralamat di Nomor 23 Jalan J Taman Batu 52000 Kuala Lumpur.

BACA YUK:  9 Desa di Kecamatan Suranenggala Terendam Banjir, Ribuan Rumah Terdampak

Tujuan penggerebekan adalah untuk menyelamatkan seorang PLRT bernama Mei Haryanti yang diduga disiksa oleh majikannya secara keji. Operasi tersebut didasari laporan Tenaganita Petaling yang berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur.

Setelah Tenaganita menerima aduan masyarakat sekitar yang melihat korban dibiarkan tidur di teras oleh majikan dalam kondisi yang mengenaskan. Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

“Adanya kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu penyiksaan kepada seorang PMI di Malaysia oleh sepasang majikan yang mendera secara keji PMI hingga seluruh badan, telah membuktikan bahwa ini adalah pelanggaran berat,” ujar Benny dalam keterangan resmi yang diterima About Cirebon, Jumat (27/11/2020).

Benny mengecam keras dan meminta tidak boleh lagi terjadi kasus-kasus serupa menimpa para PMI. Pesan Presiden sudah sangat jelas, bahwa berikan pelindungan kepada PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki.

BACA YUK:  Paddi Cafe & Bistro, Tempat Ngopi Modern dengan Suasana Pinggir Sawah

Menurut Benny, ini mengandung makna yang sangat dalam, saya selalu katakan PMI adalah pejuang, mereka adalah pahlawan devisa dan pahlawan bagi keluarganya.

“Perlakuan keji ini sudah melukai perasaan kita sebagai sebuah bangsa dan merupakan penghinaan bagi negara kita,” tegas Benny.

BP2MI dan KBRI, kata Benny, akan terus melakukan pendampingan proses hukum kasus ini untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sekaligus perlindungan terhadap korban.

“Buntut dari kasus tersebut, PDRM telah menangkap dua tersangka majikan suami istri bernama Lim Sore (P) p dan Tuan Ann (L), keduanya tercatat beralamat B 11 7 Blok B Casa Magna Jalan Prima 10 Metro Prima Kepong 52100 Kuala Lumpur,” pungkasnya.

Sementara itu, Syafi’i (69) ayah Mei Harianti saat ditemui di rumahnya di Suradinaya Utara, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon mengaku kaget ketika mendengar anaknya menjadi korban kekerasan oleh majikannya di Malaysia.

Menurut Syafii, Mei berangkat ke Malaysia niatnya untuk bekerja dan memperbaiki perekonomian keluarga.

BACA YUK:  Perajin Terompet di Desa Jamblang Banting Setir Membuat Mainan Otok-otok dan Kuda Lumping

Mendengar kabar anaknya menjadi korban kekerasan oleh majikan, Syafi’i meminta pemerintah ikut membantu mengurusi masalah di Malaysia dan bisa cepat pulang.

“Saya sebagai orang tua ingin pemerintah membantu kepulangan anak saya dan membantu masalah di Malaysia,” ujar Syafi’i.

Syafi’i menjelaskan, Mei berangkat ke Malaysia menjadi PMI untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Apalagi, setelah menikah dan memiliki anak memiliki cita-cita membangun rumah.

Menurut Syafi’i, Mei merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Kesehariannya, Mei memiliki pribadi yang pendiam dan saat ini memiliki dua orang anak.

“Setiap bulan Mei selalu komunikasi dengan suaminya. Katanya dibatasi oleh Majikannya dan itu juga menggunakan telepon milik majikannya dan tidak boleh pegang handphone,” ungkap Syafi’i.

BACA YUK:  Perajin Terompet di Desa Jamblang Banting Setir Membuat Mainan Otok-otok dan Kuda Lumping

“Kita keluarga ingin pemerintah membantu mengurusi masalah dan Mei bisa cepat pulang,” pungkasnya. (AC212)

Loading...
- Advertisement -

Latest News

Ruang Isolasi Mandiri di The Radiant Hotel Cirebon Sudah Terisi 9 Pasien

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di The Radiant Hotel Cirebon. Namun,...

PPKM di Kabupaten Cirebon Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

Cirebon,- Pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Kabupaten Cirebon berakhir hari ini 25 Januari 2021. Namun, Bupati Cirebon Drs. H. Imron akan memperpanjang...

ACT Cabang Cirebon Kirim Bantuan Untuk Sulbar dan Kalsel

Cirebon,- Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Cirebon melepas bantuan dari Cirebon untuk korban terdampak bencana di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin...

CCAI Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor

Cirebon,- Coca-Cola Amatil Indonesia atau CCAI menyerahkan bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cimanggung, kabupaten Sumedang. Bantuan tersebut berupa Produk dari CCAI...

Maryam Qonita, Wanita dari Kuningan yang Pernah Mewakili Indonesia di Forum PBB⁣

Kuningan,- Tidak pernah terbayangkan oleh Maryam Qonita bisa menempuh pendidikan beasiswa S2 hingga ke New York University di Amerika Serikat. Dengan kesederhanaan yang dimiliki,...

More Articles Like This