Ormas Besutan Anis Matta, Resmi Dideklarasikan di Kota Cirebon

0
134
Deklarasi Garbi di Kota Cirebon

Cirebon,- Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kota Cirebon menggelar acara deklarasi yang berlangsung di Coffee and Friend, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Minggu (13/1/2019) malam.

Acara deklarasi yang dipimpin oleh Ketua Umum Garbi Jawa Barat Nandang Burhanudin tersebut bersamaan dengan Garbi Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan.

Aston Hotel

1. Kota Cirebon merupakan kota ke-4

Deklarasi Garbi di Kota Cirebon merupakan kota keempat di Jawa Barat, setelah pertama Bekasi, Ciamis, dan Bandung.

Menurut Nandang, deklarasi kali ini sangat menakjubkan, mengasyikan, dan membahagiakan. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan ketua daerah, serta kepada masyarakat yang sangat antusias menyambut deklarasi Garbi di Kota Cirbon.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

“Deklarasi di Kota Cirebon begitu sangat menakjubkan, karena deklarasi ini dijadikan satu dengan Garbi Wilayah III Cirebon,” ujarnya kepada awak media.

2. Menjadi ormas agar bisa berkomunikasi dengan semua partai peserta pemilu

Pihaknya memahami, bahwa memperjuangkan bangsa ini salah satu cara yaitu dengan partai politik. Tetapi, partai politik juga bukan segala-galanya.

Yang kami pahami, lanjut Nandang, bahwa tugas kita adalah banyak menjalin komunikasi dengan partai politik, untuk memikirkan bangsa ini kedepan.

“Kalau Garbi sekarang menjadi partai politik, itu akan menjadi pesaing semua partai. Maka komunikasi itu biasanya tidak akan terjalin, karena kami dengan partai lain akan berebut suara,” terangnya.

“Kami beranggapan, mungkin kami biaralah menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas), tapi bisa berkomunikasi dengan semua partai peserta pemilu yang ada, atau kami bisa menyumbangkan SDM terbaik kami ke semua partai yang ada apapun partainya, selama itu mencita-citakan penghargaan kepada bangsa ini dan mengangkat rakyat Indonesia menjadi makmur sejahtera,” imbuhnya.

3. Garbi sebagai Organisasi Sosial

Organisasi Kemasyarakatan besutan Anis Matta ini ingin memberikan andil kepada masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara.

Beberapa anggota dewan hadir di Deklarasi Garbi

Adapun Garbi terbentuk karena adanya kegelisahan dari negara ini, yakni korupsi merajalela di semua tempat dan disemua level, pencurian Sumber Daya Alam dibiarkan, dan pihaknya mengkritisi para anggota dewan yang justru seakan-akan membiarkan.

“Oleh karenanya, cita-cita kami sebenarnya sejalan dan seiring dengan cita-cita semua partai yang ada,” ungkapnya.

Nandang menegaskan bahwa, Garbi Jawa Barat memiliki badan hukum resmi sebagai organisasi sosial, organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, dan bidang politik.

“Namun, bidang politik disini jangan dipahami partai, tetapi pemahaman masyarakat kepada pentingnya mayarakat peduli terhadap politik. Ini yang digerakkan oleh Garbi sehingga kami yakin kalau kami konsisten dengan cita-cita ini, kami bisa mengajak masyarakat membangun negara ini secara bersama-sama,” tegasnya.

4. Solusi Garbi untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Atas kegelisahan yang ada dinegara ini, Garbi ingin bukan sekedar narasi ataupun sekedar teori. Tetapi, salah satu hal yang dilakukan adalah selain mengedukasi masyarakat umum, Garbi juga merekrut anak-anak muda.

Mastari, Ketua Pelaksana Deklarasi Garbi

Anak-anak muda ini, kata Nandang, dilatih dengan kemampuan-kemampuan berbisnis online, dengan harapan dari penghasilan yang didapatkan bisa menyejahterakan yang bersangkutan, menyejahterakan keluarganya, lalu bisa juga mengangkat martabat masyarat di sekitarnya.

“Salah satunya dengan memasarkan produk masyarakat sekitar untuk bisa dibawa ke level nasional atau juga ke level internasional,” bebernya.

“Insyaallah, inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh Garbi,” imbuhnya.

5. Sikap Pandangan Politik Garbi

Menghadapai momentum tahun politik ini, Garbi konsisten bahwa pihaknya sementara ini netral.

Adapun pilihan beberapa kawan terhadap diantara dua pasangan calon, kata Nandang, kami sangat apresiasi dan itu adalah hak sebagai warga negara.

“Tapi kami sebagai organisasi, lebih mengharapkan kepada pemilu yang jujur, adil, transparan, dan KPU bersikap profesional, lalu para calon ini serius,” jelasnya.

Mereka bertanding, kata Nandang, bukan sekedar mohon maaf, dagelan politik, mereka ada karena ingin sekedar pemilu itu ada. Karena, esensi dari sebuah pemerintahan, sebuah rezim itu adalah bagaimana dia mengelola, memanage bangsa ini, sumber daya alam ini, dan memanage rayat ini agar sesuai dengan Pasal 33 UUD 45 atau falsafah Pancasila.

“Kita lebih mendorong kesitu, adapun yang terpilih kami siap bekerja sama, karena pada prinsipnya kami tidak membenci siapapun terlalu berlebihan dan kami tidak mencintai siapapun terlalu berlebihan. Siapaun yang terbaik untuk bangsa ini, kita akan dengar dan kita akan taati,” tutupnya. (AC212)