Komisi III DPRD Kota Cirebon, Pelayanan Kesehatan Untuk ODHA Ditingkatkan

Cirebon,- Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong pengoptimalan pelayanan kesehatan terhadap orang dengan AIDS (ODHA) di Klinik Seroja RSD Gunung Jati. Saat ini ruangan pelayanan di Klinik Seroja dianggap kurang ideal bagi ODHA.

Hal tersebut terungkap saat Komisi III DPRD melaksanakan rapat dengar pendapat bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, LSM, dan RSD Gunung Jati, Senin (15/3/2021).

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr. Tresnawaty menyampaikan saat ini ada empat fasilitas pelayanan kesehatan yang menangani ODHA, yakni Klinik Seroja RSD Gunung Jati, RS Ciremai, Puskesmas Larangan, dan Puskesmas Gunung Sari. Dari empat pelayanan kesehatan itu, Klinik Seroja RSD Gunung Jati menjadi rujukan utama bagi pengobatan ODHA.

BACA YUK:  Qoala Plus Rayakan Keberhasilan dengan Berikan Apresiasi Bagi Para Tenaga Pemasar Asuransi

“Alangkah baiknya ruang pelayanan, yakni ruang tunggu dan konseling di Klinik Seroja itu ideal. Selama ini ruangan konseling di sana tidak kedap suara. Teman-teman KPA dan LSM menginginkan yang kedap suara,” ujar Tresnawaty.

Tresnawaty menjelaskan untuk merelokasi Klinik Seroja agar ideal bagi ODHA memang membutuhkan waktu. Terlebih lagi, saat ini RSD Gunung Jati fokus menangani Covid-19. Namun, lanjut Tresnawaty, minimalnya RSD Gunung Jati bisa membuat ruang konseling bagi ODHA yang kedap suara, dan ruang tunggu yang tertutup.

BACA YUK:  Info Loker : Chefis Resto

“Direktur (RSD Gunung Jati) tadi menyanggupi. Ini penting untuk dilakukan. Tentunya menjaga semangat teman-teman relawan, membantu ODHA agar nyaman saat konseling,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSD Gunung Jati Cirebon, dr Ismail Jamaludin SpOT mengatakan, relokasi Klinik Seroja sejatinya masuk dalam master plan gedung baru RSD Gunung Jati. Namun, lanjut Ismail, karena adanya refocusing anggaran belanja, relokasi sejumlah ruangan, termasuk Klinik Seroja tak bisa dilakukan pada tahun ini.

“Gedung baru ini hanya lantai satu yang bisa digunakan untuk IGD, baru lantai satu yang komplit fasilitasnya. Sisanya belum siap karena alat-alat tidak mendukung. Tapi ke depan kita akan relokasi Klinik Seroja,” ujar Ismail.

BACA YUK:  Kerupuk Melarat Setu Kulon, Digoreng Tanpa Minyak

Ismail mengatakan, untuk saat ini yang bisa dilakukan adalah merenovasi ruang tunggu dan konseling. Rencananya, lanjut Ismail, pihaknya akan menggunakan material Glass-fibre Reinforced Concrete (GRC) untuk membuat ruang konseling Klinik Seroja kedap suara. (AC212)

(Dilihat: 11 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.