Jumat, 28 Februari 2020

Khawatir Virus Corona, Pasien di RS Waled Cirebon Dirawat di Ruang Isolasi

Populer

Satlantas Polres Cirebon Kota Gelar Operasi Jaran Lodaya 2020, Ini Sasarannya

Cirebon,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota menggelar Operasi Jaran Lodaya 2020 yang berlangsung dari tanggal 22 Februari...

McDonald’s Kembali Membuka Gerainya di Kota Cirebon, Ini Kelebihannya

Cirebon,- McDonald’s Indonesia kembali membuka gerainya kembali yang bertempat di Jalan Brigjen Darsono, Bypass, Kota Cirebon dan akan resmi...

BPOM Jawa Barat Sita Ribuan Kosmetik Tanpa Ijin Edar di Cirebon

Cirebon,- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat menyita ribuan kosmetik yang diduga ilegal di rumah penyimpanan di...

Sultan Sepuh XIV Prihatin Atas Rusaknya Situs Petilasan Matangaji

Cirebon,- Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat sangat prihatin atas kejadian rusaknya petilasan Matangaji yang berada...

Manulife Cirebon Gelar Program CSR Penyediaan Sumber Air Bersih

Cirebon,- Masyarakat desa Nanggela Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon tampak bergembira setelah sumur bor sebagai sumber mata air bersih mengalir...

Cirebon,-Seorang warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon harus dirawat di ruang khusus isolasi Rumah Sakit Umum Waled, Senin (27/1/2020).

Karena khawatir maraknnya virus corona di sejumlah negara dan yang bersangkutan baru pulang dari Taiwan, akhirnya pihak rumah sakit mengisolasi pasien SY di ruang isolasi Rumah Sakit Waled, Kabupaten Cirebon.

Mimi Resmiatin, istri pasien mengatakan saat itu, sang suami berangkat ke Taiwan pada tanggal 9 Januari dan baru pulang dari Taiwan pada tanggal 15 Januari 2020 usai mengikuti seminar di Taiwan.

“Saat pulang ke Indonesia, keadaannya demam dan batuk-batuk. Saat diperiksa di Klinik Desa belum bilang kalau baru pulang dari Taiwan,” ujarnya di RS Waled, Senin (27/1/2020).

Loading...

Usai diperiksa di Klinik Desa, lanjut Mimi, kondisi suami semakin parah, dan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum Waled, Kabupaten Cirebon.

“Sebelum berangkat ke Taiwan memang bapak sudah batuk, tetapi saat pulang batuknya tambah parah dan demam, namun tidak dirasa dan tetap kerja,” katanya.

“Makin hari keadaanya makin parah, demamnya sampai 39 derajat. Ditambah dengan batuk, pilek,  serta sesak nafas,” imbuhnya.

Sementara itu, dr. Budi S. Soenjaya, Direktur Rumah Sakit Waled Cirebon menjelaskan bahwa pihak rumah sakit masih menunggu hasil laboratorium dan hasi rontgen pasien tersebut.

“Pemeriksaan ini belum selesai, kita masih menunggu hasil laboratorium dan hasil rontgen yah. Karena untuk mendiagnosa sesuatu penyakit tidak bisa secepatnya, tapi kita harus menunggu hasil lab dan rontgen,” unggkapnya.

Menurut dr. Budi, virus corona tersebut kan dari paru-paru, dengan gejalanya batuk, demam, sesak dan tandanya tidak seagresif yang diteorikan.

“Ini untuk pencegahan, jangan sampai kalau dibolehkan pulang tau-taunya ada gejalnya. Kita sudah follow up dan kondisi pasien saat ini cukup tenang dan tidak terlalu parah,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

dr. Aginta : Hamil itu Harus Sehat dan Ceria

Menjadi dokter kandungan memotivasi dr. Aginta Mega Lestari Ginting, SpOG untuk berbagi kebahagiaan kepada para perempuan. Menurutnya, kehamilan adalah...

Pertamina Suntik Modal Wirausaha Hingga Rp. 2 Milyar di Wilayah Region III

Bandung,- Gina Adhityalugina, dengan bangga menunjukkan produk pouch kulit berlabel "Gammara". Perempuan asal Bandung itu percaya diri produknya akan siap bersaing di pasar lokal...

Telkomsel Raih Enam Penghargaan dari Opensignal

Jakarta,- Konsistensi Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas dengan teknologi terdepan guna menjamin kenyaman gaya hidup digital pelanggan kembali mendapatkan penghargaan dari Opensignal. Telkomsel memenangkan enam penghargaan...

Kota Cirebon Masuk Prioritas Dalam Rencana Program Kota Layak Huni

Cirebon,- Asian Development Bank (ADB) melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terkait program kota layak huni. Kota layak huni berkelanjutan merupakan...

KPP Pratama Cirebon Satu dan Dua Gelar Business Development Service

Cirebon,- Mendukung UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Cirebon, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Satu dan Dua menggelar kegiatan Business Development Service (BDS),...

More Articles Like This