Selasa, 30 November 2021

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Nyimas Endang Geulis DKUKMPP, Kota Cirebon, Selasa (26/10/2021).

BACA YUK:  Inilah Ciri Khas Saat Makan di Wadidaw Barbeque

Kegiatan FGD ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Arif Muchammad Fazar, S.T., M.M., sebagai Kepala Bidang Industri dan Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Disperindag Provinsi Jabar serta Dr. Wisnu Aribowo sebagai Dosen Fakultas Teknologi Industri ITB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan sekalipun tidak memiliki kawasan industri yang besar, kontribusi dari bidang industri terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) cukup besar.

Loading...

Sehingga, lanjut Agus, diperlukan penyusunan rencana pembangunan industri yang strategis untuk kemudahan investasi di Kota Cirebon.

“Kita tidak memiliki kawasan industri besar. Luas lahan industri yang terbangun di Kota Cirebon hanya sekitar 1,5 persen,” ujar Agus.

Namun, kata Agus, produk industri memberikan kontribusi besar untuk PDRB di Kota Cirebon. Bahkan menempati posisi ketiga dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon setelah pelayanan dan jasa serta industri keuangan.

Untuk itu, lanjut Agus, Rencana Induk Pembangunan Industri (Ripik) di Kota Cirebon merupakan rencana yang strategis dan harus disusun dengan baik.

“Sehingga pengembangan industri tetap dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” kata Agus.

Agus juga berharap Ripik ini dapat disusun dalam waktu yang singkat dan cepat. Terlebih rencana detail tata ruang (RDTR) untuk pengaturan zonasi, pengaturan investasi dan persyaratan perizinan online single submission (OSS) juga telah disiapkan oleh Pemda Kota Cirebon.

“Jadi tinggal rencana induk saja. Kalau rencana induk sudah ada, proses perizinan juga sudah dipermudah maka investor baik yang lama maupun baru dapat berinvestasi di Kota Cirebon,” tandasnya.

BACA YUK:  Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Sementara itu Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Maharani Dewi menjelaskan FGD yang digelar hari ini untuk menindaklanjuti PP No 14 tahun 2014 tentang rencana induk pembangunan industri nasional yang sudah ditindaklanjuti dengan rencana pembangunan industri Provinsi Jabar melalui Perda nomor 8 tahun 2018.

BACA YUK:  ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon Jalani Tes Urine

“Insyaallah kita akan menyusun rencana induk pengembangan industri kota 2022 hingga 2042,” ujar Maharani.

Melalui FGD ini Maharani berharap berharap dapat melakukan persamaan persepsi serta melihat kecocokan wilayah industri dari sejumlah dinas maupun instansi terkait lainnya.

“Hari ini kita diskusikan selanjutnya kita lihat di RDTR kawasan mana yang masuk industri,” jelasnya.

Maharani menambahkan, untuk wilayah Kota Cirebon, kawasan industri hanya 49,09 hektar tersebar di Lemahwungkuk, Kesambi dan Pegambiran.

“Mungkin nanti akan berkembang secara spot-spot di kecamatan lain. Sedangkan untuk industri yang dikembangkan bisa industri pertanian maupun industri-industri lainnya,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Harga Minyak Goreng Harus Diredam

Jakarta,- Gejolak kenaikan harga minyak goreng hingga akhir tahun diprediksi masih terus merangkak naik. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik...

Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Cirebon,- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan anugerah kepada 218 Aparatur Sipil Negara (ASN). Anugerah...

Hadirkan Program Yes Preneur, Anis Matta: UMKM Masa Depan dan Pilar Ekonomi Indonesia

Cirebon,- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta bersama rombongan terus melakukan roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Ketua Umum bersama rombongan mengunjungi...

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27 -28 November 2021 di Lapangan...

More Articles Like This