Indocement Optimis Pertumbuhan Lebih Tinggi di Tahun 2022

Jakarta,- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 18 juta ton pada tahun 2021, lebih tinggi 853 ribu ton atau +5,0% dari volume pada tahun 2020. Volume penjualan domestik untuk produk semen saja (tanpa klinker) tercatat sebesar 16,6 juta ton, lebih tinggi 352 ribu ton atau +2,2% dari volume tahun 2020. Pangsa pasar domestik Perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar 25,4%.

Penjualan ekspor meningkat sebesar +122,0% dari 181 ribu ton menjadi 202 ribu ton pada tahun 2021 yang sebagian besar adalah produk klinker karena Kompleks Pabrik Tarjun telah beroperasi penuh.

Pendapatan Neto Perseroan meningkat sebesar +4,1% menjadi Rp14.771,9 miliar dari tahun 2020 sebesar Rp14.184,3 miliar, peningkatan secara persentase lebih kecil dari peningkatan persentase dari volume penjualan (+5,0%) karena turunnya rugi penurunan nilai sebesar Rp73,5 miliar atas mesin dan peralatan, dan pada tahun 2021 keuntungan terutama berasal dari pembalikan kewajiban sewa.

Perseroan mencatatkan Pendapatan Keuangan – Neto yang lebih rendah sebesar -45,9% dari Rp257,4 miliar di tahun 2020 menjadi Rp139,3 miliar karena tingkat suku bunga yang relatif lebih rendah di tahun 2021. Beban Pajak Penghasilan – Neto meningkat sebesar -30,3% dari Rp342 miliar menjadi Rp445,5 miliar yang disebabkan oleh beban pajak penghasilan tangguhan yang lebih tinggi. Sehingga akhirnya, dari angka-angka di atas, Laba Tahun Berjalan menurun -1,0% dari Rp1.806,3 miliar menjadi Rp1.788,5 miliar pada tahun 2021.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 17 April 2022

Neraca Keuangan yang Tangguh

Setelah pembayaran dividen total (tahun keuangan 2020) sebesar Rp725/saham (total Rp2.669 miliar) dengan Rp225/saham (total Rp828 miliar) dibagikan pada tahun 2020 sebagai dividen interim dan Rp500/saham (total Rp1.841 miliar) yang dibagikan pada tahun 2021 diputuskan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021, termasuk Pembelian Kembali Saham yang telah dilakukan sebesar Rp1.583 miliar pada tahun 2021, Perseroan membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas menjadi Rp6,1 triliun. Arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasi dan upaya yang gigih dari manajemen untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk mempertahankan Neraca Keuangan kami yang tangguh.

BACA YUK:  Deklarasi Anti Geng Motor, Kapolres Cirebon Kota Beri Waktu 3x24 Jam Ubah Menjadi Ormas

Dengan Posisi Neraca yang kuat dan tidak adanya utang pada bank, Indocement siap menghadapi tantangan situasi ekonomi di tengah pandemi yang masih berlangsung termasuk kondisi kelebihan pasokan pada industri semen, serta siap untuk berpartisipasi dalam setiap kesempatan konsolidasi pada industri semen yang membawa sinergi di masa depan.

Tetap Optimis untuk Pertumbuhan yang Lebih Tinggi di Tahun 2022

Pertumbuhan positif volume semen domestik pada tahun 2021, tentu menjadi dorongan penyemangat bagi industri semen. Tekanan dari COVID-19 saat varian Delta mencapai puncaknya pada bulan Juli dan harga batu bara yang tinggi, tentunya menjadi tantangan utama pada tahun 2021. Harga jual produk Semen Kantong dinaikkan sekitar 6–8% di sebagian besar 2021. Harga jual produk Semen Kantong dinaikkan sekitar 6–8% di sebagian besar area pasar kami yang kuat selama Kuartal 4 2021 sebagai akibat dari beban biaya yang terus meningkat, namun kenaikan belum sepadan dengan biaya energi yang semakin meningkat sejak awal tahun 2021.

BACA YUK:  Kemasan Kiehl's Terinspirasi dari Keberagaman Budaya Indonesia

Tahun 2022 dimulai dengan meningkatnya kekhawatiran COVID-19 varian Omicron yang telah menjadi nyata ketika puncaknya terjadi pada Februari lalu, namun sejak itu kasus harian baru terus menurun diikuti dengan perubahan pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Demikian pula meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa telah membuat lonjakan tinggi pada harga batu bara dan minyak. Sebagai akibatnya, kami harus menaikkan harga jual semen kami baik kantong maupun curah di pertengahan bulan Maret 2022 sebagai usaha untuk meneruskan sebagian beban kenaikan biaya energi dan minyak tersebut ditambah dengan kenaikan harga kertas dan bahan baku lainnya, efek tekanan inflasi dari kondisi saat ini.

Namun demikian, kami tetap optimis untuk tetap bisa bersaing dalam pasar semen domestik yang diperkirakan masih tumbuh sekitar 5% didukung terutama dari pertumbuhan semen curah pada kelanjutan proyek-proyek infrastruktur dan katalis positif pembangunan ibukota negara baru (IKN) serta pemulihan proyek-proyek komersial dari para pengembang. (*)

(Dilihat: 25 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.