Jumat, 24 Januari 2020

BT Batik Trusmi Pecahkan Rekor Membatik Terbanyak Oleh Pelajar Cirebon

Populer

Geger Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Jalan Wiratama Cirebon

Cirebon,- Mayat wanita tanpa busana ditemukan warga di Jalan Wiratama, Kecematana Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (19/1/2020) siang. Warga yang pertama...

Asyiknya Berwisata di Grand Maerakaca Semarang

Semarang,- Waktu tempuh dari Cirebon ke Semarang semakin cepat, baik menggunakan kereta api maupun menggunakan kendaraan mobil yang memakan...

Rusak Tanaman Padi, Petani di Kabupaten Cirebon Berburu Tikus

Cirebon,- Banyaknya hama tikus yang merusakan tanaman padi, puluhan petani di Blok Krapyak, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten...

Dua Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Jalan Raya Pantura Gebang

Cirebon,- Kecelakaan Lalulintas terjadi di Jalan Raya Pantura Gebang Kulon, tepatnya di depan SPBU Gebang Kulon, Desa Gebang Kulon,...

Sasar Kaum Milenial, CSB Mall Akan Buka Opus Ware House Dengan Konsep Kekinian

Cirebon,- Awal tahun 2020, tenant yang ada di CSB Mall sudah mencapai 100 persen. Namun awal tahun ini, akan...

Cirebon,- Ribuan pelajar dari berbagai sekolah mengikuti pembatikan serentak yang diselenggarakan oleh BT Batik Trusmi, di Kawasan BT Batik Trusmi Jalan Syekh Datul Kahfi, Trusmi, Kabupaten Cirebon, Selasa (1/10/2019).

Kegiatan yang bertajuk “Mega Mendung Untuk Negeri” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tahun 2019 yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2019.

Pembatikan serentak ini juga dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian membatik oleh pelajar terbanyak, dengan jumlah 2.832 pelajar dari 17 sekolah.

1. Peringati Hari Batik Nasional

Loading...

Ibnu Riyanto, pemilik BT Batik Trusmi mengatakan kegiatan pembatikan massal ini diikuti oleh 2.832 peserta pelajar yang terdiri dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 17 sekolah.

“Ini sebagai wujud penghormatan kepada batik sebagai salah satu budaya nenek moyang yang masih hidup dan lestari hingga saat ini,” ujarnya.

Lanjut Ibnu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan batik sejak dini, khususnya batik khas daerah Cirebon. Karena itulah, kegiatan pembatikan massal ini mengusung tema “Mega Mendung Untuk Negeri”.

2. Mengenalkan Batik Sejak Dini

Menurut Ibnu, acara pembatikan massal menggandeng pelajar, agar mereka terbangun rasa memiliki dan peduli terhadap batik.

Pihaknya berharap, Mega Mendung Untuk Negeri ini dapat mengajak generasi masa kini untuk menjadi generasi cinta batik dan mengenal batik sejak dini.

“Serta dalam melestarikan batik daerah sebagai kearifan lokal yang punya nilai leluhur,” pungkasnya.

Membatik oleh pelajar terbanyak, dengan jumlah 2.832 pelajar dari 17 sekolah.

3. Tiga Kali Mendapatkan Rekor MURI

Sementara itu, Ariani Siregar, selaku Senior Manager MURI mengatakan bahwa BT Batik Trusmi sebelumnya telah 2 kali mencatatkan prestasi di MURI yaitu Pemilik Toko Batik Terluas pada usia termuda dan Pembuatan Cap Batik Terbesar.

“Pertama kali BT Batik Trusmi mencatatkan prestasi pada 24 Maret 2013 dan pembuatan cap batik pada terbesar pada 1 Oktober 2014. Dan tahun ini kembali mencatatkan rekor MURI atas pencapaian membatik oleh pelajar terbanyak,” ujarnya kepada awak media.

Lanjut Ariani, pencapaian reko MURI ini berhasil menumbangkan rekor sebelumnya yaitu seragam batik sekolah hasil karya siswa terbanyak 2.500 oleh sekolah Santo Aloysius Bandung pada tanggal 22 Februari 2016.

“Karsa, Karya, dan Prestasi ini kami catat di MURI sebagai rekor dunia dengan urutan rekor yang ke 9.206,” jelasnya.

4. Rekor Yang Berkaitan Dengan Batik

Menurut Ariani, Rekor MURI juga telah mencatat berbagai rekor yang berkaitan dengan batik, seperti mewarnai di permukaan mobil motif batik terbanyak 3 unit pada 7 Oktober 2017 di Jakarta.

Kemudian membatik oleh penyandang disabilitas terbanyak dengan jumlah 253 disabilitas di Semarang pada 4 Oktober 2017, membatik dengan teknik ikat celup oleh mahasiswa terbanyak, 2.251 di Semarang pada 13 September 2017.

Membatik Lintas Generasi terbanyak, mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini hingga lansia di Gunung Kidul pada 20 Agustus 2017. Lalu ada Panjang layang-layang motif batik terbanyak di dalam mall ada 50 layang- layang di Jakarta pada 16 Agustus 2015, Pameran batik terbanyak hasil karya siswa sebanyak 1.500 karya batik di Bandung pada 16 Agustus 2016.

“Dan membatik pada kain terpanjang, 3.005 meter pada 2 Oktober 2014 di Yogyakarta,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minuman Boba Brown Sugar dari Xi Bo Ba, Kini Hadir di Grage City Mall

Cirebon,- Setelah sukses membuka gerainya di Kota Cirebon, minuman yang tengah tren saat ini Xi Bo Ba kembali membuka...

Grab Hadirkan Layanan Baru “Grab Express Nalangin” di Kota Cirebon

Cirebon,- Mendukung pertumbuhan ekonomi para wirausaha di wilayah Cirebon, Grab meluncurkan layanan terbaru yakni “Grab Express Nalangin Cirebon”, yang berlangsung di Kamba’s Table, Jalan...

Aston Bogor Hadirkan Kreasi Pizza Unik Dengan Cita Rasa Tinggi

Bogor, - Merupakan hidangan yang berasal dari Italia, pizza memiliki tekstur kulit yang renyah dengan berbagai isian melimpah. Biasanya, pizza disajikan bersama taburan topping...

Jelang Imlek, Bank Indonesia Cirebon Hadirkan Layanan Penukaran Uang

Cirebon,- Dalam rangka Hari Imlek tahun 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menghadirkan mobil penukaran uang, yang berlangsung di dua tempat, Jumat...

Kendalikan Harga Komoditas, TPID dan Bank Indonesia Cirebon Gelar Pasar Murah

Cirebon,- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar pasar murah komoditas yang berlangsung di...

More Articles Like This