Jumat, 10 Juli 2020

Dua Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Ambruk, Puluhan Siswa Terluka

Populer

Tambahan 4 Orang Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Lakukan Isolasi Mandiri⁣

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 4 orang. Sehingga, total kasus Covid-19 sampai tanggal 4...

Kembali Dibuka, Kedai Raja Es Buah dan Ratu Mie Ramen Hadirkan Promo Menarik

Cirebon,- Bagi pecinta kuliner es buah dan mie ramen, Kedai Raja Es Buah dan Ratu Mie Ramen mulai hari...

Daftar Praktek Dokter di RS Putera Bahagia

Dokter yang Praktek Di RS Putera Bahagia 1. Spesialis Kebidanan & KandunganDr. H. Hermawan, Sp.OG09.00 – 11.00 WIB : Senin...

Bisnis Digital, Solusi untuk Pemulihan Ekonomi⁣

Jakarta,- Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar pada hampir semua sektor kehidupan. Tidak hanya kesehatan, sektor ekonomi menjadi...

Ribuan Massa Datangi DPRD Kota Cirebon Tolak RUU HIP

Cirebon,- Ribuan masa dari berbagai element masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Cirebon,- Dua ruang kelas di SMPN 2 Plumbon, di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon ambruk saat kegiatan belajar mengajar, Selasa (1/10/2019).

Akibat kejadian tersebut, puluhan siswa dari kelas 7I dan 7J tertimpa reruntuhan bangunan dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat dan Rumah Sakit Mitra Plumbon.

Menurut Dokter Umum Puskesmas Plumbon, dr. Dewi Waskito mengatakan ada tiga puluh siswa yang mengalami luka ringan dan menjalani pemeriksaan di sekolah.

Loading...

“Namun untuk siswa yang dilarikan ke RS Mitra Plumbon ada 14 siswa dan 6 siswa dibawa ke Puskesmas Plumbon,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di lokasi kejadian, Selasa (1/10/2019).

Sementara itu, Iin Indriyani, salah satu guru SMPN 2 Plumbon mengatakan kejadian ambruk dua ruang kelas 7I dan 7J terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan sedang aktivitas kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Bangunan tiba-tiba ambruk, guru dan siswa yang ada di kelas tertimpa runtuhan tembok, kayu atap plafon dan lainnya,” ujar Iin.

Menurut Iin, bangunan ruang kelas kondisinya memang sudah tidak layak, dan sampai saat ini belum ada renovasi atau perbaikan.

“Belum ada perbaikan atau renovasi,” terangnya.

Selain itu, Titing Rosmiati, selaku guru di SMPN 2 Plumbon yang di konfirmasi saat di RS Mitra Plumbon menjelaskan korban yang dibawa ke RS Mitra Plumbon ada yang mengalami patah tulang, luka di kepala karena reruntuhan bangunan.

“Ada guru satu orang dan siswa di bawa ke sini (RS Mitra Plumbon). Kondisinya ada yang patah tulang dan luka di bagian kepala,” bebernya.

“Untuk jumlah masih belum tau, karena belum boleh masuk ke ruangan,” tandas Titing. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kelompok Binaan Cirebon Power Berhasil Panen Udang Vaname 1 Ton

Cirebon,- Senyum merekah terlihat di bibir Toangga, pria ini merupakan Ketua Kelompok Budidaya Udang Vaname Segara Biru, Desa Citemu...

DPRD Kota Cirebon Dukung Langkah Pemda dalam Penanganan Covid-19

Cirebon,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.Hal tersebut disampaikan Ketua...

Ratusan Pekerja FSPMI Datangi Disnaker Kabupaten Cirebon, Ini Tuntutannya

Cirebon,- Ratusan pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten...

Daop 3 Cirebon Serahkan Barang Hilang dan Temuan kepada Yayasan Sosial Anak

Cirebon,- Barang-barang hilang dan hasil temuan di lingkungan PT KAI Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon diserahkan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Yayasan Fajar Hidayah,...

Pemesanan Tiket Kereta Api Bisa Dilakukan H-7 Sebelum Keberangkatan

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara bertahap kembali mengoperasikan kereta api (KA) jarak jauh pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).Untuk sampai saat ini,...

More Articles Like This