Jumat, 17 September 2021

BPS Kota Cirebon : Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2020 Capai 30,61 Ribu Orang

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Cirebon,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat, jumlah penduduk miskin di Kota Cirebon tahun 2020 mencapai 9,25 persen atau 30,61 ribu orang.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 3,81 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada tahun 2019 yang sebesar 26,80 ribu orang atau 8,41 persen.

Penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Kota Cirebon pada tahun 2020 sebesar Rp. 457.954,- per kapita per bulan.

Loading...

Sedangkan pada tahun 2019 lalu sebesar Rp. 444.574,-. Sehingga, selama periode tahun 2019 hingga 2020 terjadi kenaikan garis kemiskinan sebesar Rp. 13.380,- per kapita per bulan atau naik 3,01 persen.

BACA YUK:  Pemerintah Turunkan Tarif Rapid Test Antigen di Jawa - Bali Paling Mahal Rp 99 Ribu

Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri menjelaskan pada periode 2011 sampai 2019, tingkat kemiskinan Kota Cirebon mengalami trend penurunan.

“Akan tetapi, mengalami kenaikan di periode 2019-2020. Secara absolut, selama periode 2011-2019 jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dari 35,0 ribu orang pada tahun 2011 menjadi 30,61 ribu orang pada tahun 2020,” ujar Joni, Selasa (8/12/2020).

Menurut Joni, garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk, apakah masuk kategori miskin atau tidak miskin.

Persoalan kemiskinan, lanjut Joni, bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari tingkat kemiskinan.

“Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan,” ungkapnya.

Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan, kata Joni, adalah Indeks Kedalaman Kemiskinan atau Poverty Gap Index (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan atau Poverity Severity Index (P2) yang dirumuskan oleh Foster-Greer-Thorbec (FGT).

BACA YUK:  Mulai Besok Kebijakan Ganjil-Genap di Kota Cirebon Diistirahatkan Sementara, ini Alasannya

P1 merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, angka P1 yang semakin mendekati 0 menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.

P2 memberikan gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin, angka P2 yang semakin mendekati 0 menunjukkan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin secara umum semakin kecil.

“Pada periode 2019–2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 1,23 pada tahun 2019 menjadi 1,68 pada tahun 2020,” bebernya.

Demikian pula, tambah Joni, Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,26 (tahun 2019) menjadi 0,40 (tahun 2020).

“Kenaikan nilai indeks ini mengindikasikan bahwa rata- rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin jauh dari Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin besar,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon,...

Inilah Rangkaian Program Tanggung Jawab Sosial BAF Menyambut HUT BAF ke-24

Jakarta,- Memasuki usia ke-24 tahun tepat pada tanggal 24 September 2021, PT Bussan Auto Finance (BAF) terus berupaya memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup...

Lewat Desa Wisata Pantai Tirta Ayu, Pertamina Bantu Gerakkan Ekonomi Desa di Masa Pandemi

Indramayu,- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara bertahap menghidupkan kembali potensi pariwisata di Desa Balongan, Indramayu. Melalui program DERMAYU atau Desa Wisata...

Evaluasi PTMT, Komisi III Minta Pemkot Cirebon Lakukan Uji Swab Acak untuk Pelajar

Cirebon,- Komisi III DPRD Kota Cirebon meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 1 Kota Cirebon dan SD Negeri Kebon Baru...

More Articles Like This