Minggu, 9 Agustus 2020

Berwirausaha Sejak Sekolah, Saskia Dyra Makin Pintar Bagi Waktu

Populer

Dalam Tiga Hari, Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 8 Orang

Cirebon,- Sejak hari Jumat 31 Juli sampai 2 Agustus 2020, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 8 orang....

Terkait Pengukuhan Polmak Oleh Keturunan Sultan Kasepuhan XI, Putra Mahkota Angkat Bicara

Cirebon,- Keturunan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon XI, Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan dirinya sebagai Polmak atau...

Keturunan Sultan XI Kasepuhan Cirebon, Mengukuhkan Sebagai Polmak

Cirebon,- Keturunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan diri sebagai Polmak atau Pejabat Sementara...

Catat Tanggalnya, Kota Baru Keandra Akan Gelar Open House Night

Cirebon,- Kota Baru Keandra, kawasan hunian mandiri dengan luas 110 hektar mengundang seluruh masyarakat wilayah III Cirebon untuk hadir...

Pembukaan Sekolah Tatap Muka Akan Dikaji Pemerintah Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang mengkaji rencana untuk membuka pembelajaran sekolah dengan tatap muka secara langsung.Hal tersebut disampaikan Bupati...

Cirebon,- Namanya Saskia Dyra. Salah satu Direktur Perusahaan Program Kewirausahaan (PKwu) di SMA Negeri 4 Kota Cirebon. Meski baru duduk di bangku kelas XI, Dyra sudah mampu mengelola perusahaannya di bidang kuliner dengan baik, dan meraih laba berlipat-lipat.

Program Kewirausahaan yang termanage baik oleh kepala sekolah beserta guru-guru SMA Negeri 4 ini menjadikan anak-anak didik tak hanya pandai dalam belajar, melainkan pandai berwirausaha dan menghasilkan bibit-bibit pengusaha muda.

Dyra (sapaan akrab Saskia Dyra) contohnya. Dia merasakan sendiri manfaat dari PKwu ini dengan semakin pandainya membagi waktu antara menjalani PKwu dan juga sekolah. Tapi, Dyra tetap menjadi siswi berprestasi dikelasnya.

Loading...

“Sudah setahun ini menjalankan PKwu di sekolah. Memang waktu awal-awal susah menyeimbangkan waktu antara PKwu dan tugas-tugas sekolah. Apalagi satu perusahaan yang dibentuk ini belum satu visi misi antar anggota satu dengan yang lainnya,” ungkap Dyra.

Sebelumnya, Dyra mengaku proposal pertama perusahaannya ditolak. Dia mengusung kuliner dengan olahan pedas berbahan ceker. Karena awalnya dia berpikir target pasarnya adalah teman-teman seusianya yang notabene senang makanan pedas. Namun hal itu tidak sejalan dengan keinginan sekolah.

“Proposal pertama itu ditolak karena sistem dari pihak sekolah itu inginnya perusahaan-perusahaan yang ada di PKwu ini jangan jadi pengikut usaha yang pernah ada, malah harusnya menciptakan usaha lain,” ujar dara kelahiran Jakarta, 1 Januari 2002.

Kemudian proposal keduanya dibentuk baru lagi berupa ketempling rebon. Ini terinspirasi dari salah satu anggota Dyra yang berasal dari Kuningan. Disana banyak home industri yang memproduksi ketempling. Namun perusahaan yang dipimpin Dyra ini mengemas ketempling dengan rebon untuk mengangkat kekhasan Cirebon itu sendiri.

“Nah, yang proposal kedua ini langsung diterima karena memang belum ada inovasi kuliner yang seperti itu, dan kita mengangkat kearifan lokal,” ujarnya.

Wanita berambut panjang ini mengatakan, omzet yang didapatkan dari berjualan itu bisa berlipat-lipat. Dari modal awal Rp1 juta, dia bisa mengembalikan hingga Rp6 juta. Hingga kini, perusahaan yang dinamainya Laverpoool itu memiliki rasa original dan pedas.

Satu dua bulan pertama, Dyra mengenalkan produknya dengan memberikan tester kepada teman-temannya dan juga para guru. Mereka juga semangat berjualan di Car Free Day (CFD) untuk mengenalkan prodak lebih luas. Tak hanya itu, mereka membuat media sosialnya sendiri dan memasarkan secara online.

“Setelah banyak yang nyobain, ternyata banyak yang suka. Sampai-sampai dari kapolres Cirebon juga ngeborong makanan kita,” ucapnya.

Saat ini, Dyra dan teman-temannya pun mengembangkan usahanya dengan menambah olahan rengginang rebon. Kuliner yang satu ini juga banyak disukai oleh penggemarnya. Hingga kini, banyak yang memesan baik dari Cirebon maupun luar kota lainnya.

“Kedepannya saya dan teman-teman akan terus berinovasi menciptakan usaha yang lain agar perusahaan Laverpoool ini tetap maju, dan bisa menjadi contoh bagi adik-adik PKwu lainnya,” tutupnya. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai kasus ke-94.Sehingga, dengan adanya penambahan...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemi⁣

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk melakukan budidaya ikan lele tidak...

Mahasiswa KKN UNDIP Kota Cirebon Ajarkan Cara Budi Daya Microgreen⁣

Cirebon,- Mahasiswa KKN UNDIP Kota Cirebon, mengajarkan cara budidaya tanaman microgreen kepada ibu-ibu rumah tangga di daerah Kelurahan Kebon Baru Kota Cirebon dalam bentuk...

Pemda Kota Cirebon dan Ombudsman Gelar Sosialisasi Laporan Publik

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menggelar acara sosialisasi tentang tata cara pemeriksaan laporan pengaduan masyarakat, Jumat (7/8/2020).Acara yang berlangsung di Ruang Adipura Balaikota...

More Articles Like This