Senin, 16 September 2019

Berwirausaha Sejak Sekolah, Saskia Dyra Makin Pintar Bagi Waktu

Populer

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Festival Budaya Cirebon

Cirebon,- Festival Budaya Cirebon (Nadran Gunung Jati) yang berlangsung di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon berlangsung meriah, Sabtu (14/9/2010). Ribuan...

Gadis Asal Cirebon yang Masuk The Voice of Germany 2019 Sudah Memiliki Bakat Sejak Balita

Cirebon,- Claudia Emmanuela Santoso yang mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman yakni The Voice of Germany 2019 merupakan gadis...

Remaja Masjid dan At-Taqwa Center Kota Cirebon Tolak Aksi Premanisme dan Geng Motor

Cirebon,- Puluhan remaja Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon melakukan aksi tolak premanisme dan geng motor, yang berlangsung di halaman...

Polres Cirebon Kota Nyatakan Perang Untuk Premanisme, Pemerasan Hingga Penganiayaan

Cirebon,- Pasca kejadian yang terjadi di Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon pada Jumat (6/9/2019), Jajaran Polres Cirebon Kota berupaya meminimalisir...

Inilah Cerita Pedagang Bakso Ikan yang Ramah pada Mahasiswa

Cirebon – Khatam (60), pedagang bakso ikan yang sudah terbiasa mangkal di Jalan Perjuangan Kota Cirebon tepatnya di depan...

Cirebon,- Namanya Saskia Dyra. Salah satu Direktur Perusahaan Program Kewirausahaan (PKwu) di SMA Negeri 4 Kota Cirebon. Meski baru duduk di bangku kelas XI, Dyra sudah mampu mengelola perusahaannya di bidang kuliner dengan baik, dan meraih laba berlipat-lipat.

Program Kewirausahaan yang termanage baik oleh kepala sekolah beserta guru-guru SMA Negeri 4 ini menjadikan anak-anak didik tak hanya pandai dalam belajar, melainkan pandai berwirausaha dan menghasilkan bibit-bibit pengusaha muda.

Dyra (sapaan akrab Saskia Dyra) contohnya. Dia merasakan sendiri manfaat dari PKwu ini dengan semakin pandainya membagi waktu antara menjalani PKwu dan juga sekolah. Tapi, Dyra tetap menjadi siswi berprestasi dikelasnya.

“Sudah setahun ini menjalankan PKwu di sekolah. Memang waktu awal-awal susah menyeimbangkan waktu antara PKwu dan tugas-tugas sekolah. Apalagi satu perusahaan yang dibentuk ini belum satu visi misi antar anggota satu dengan yang lainnya,” ungkap Dyra.

Sebelumnya, Dyra mengaku proposal pertama perusahaannya ditolak. Dia mengusung kuliner dengan olahan pedas berbahan ceker. Karena awalnya dia berpikir target pasarnya adalah teman-teman seusianya yang notabene senang makanan pedas. Namun hal itu tidak sejalan dengan keinginan sekolah.

“Proposal pertama itu ditolak karena sistem dari pihak sekolah itu inginnya perusahaan-perusahaan yang ada di PKwu ini jangan jadi pengikut usaha yang pernah ada, malah harusnya menciptakan usaha lain,” ujar dara kelahiran Jakarta, 1 Januari 2002.

Kemudian proposal keduanya dibentuk baru lagi berupa ketempling rebon. Ini terinspirasi dari salah satu anggota Dyra yang berasal dari Kuningan. Disana banyak home industri yang memproduksi ketempling. Namun perusahaan yang dipimpin Dyra ini mengemas ketempling dengan rebon untuk mengangkat kekhasan Cirebon itu sendiri.

“Nah, yang proposal kedua ini langsung diterima karena memang belum ada inovasi kuliner yang seperti itu, dan kita mengangkat kearifan lokal,” ujarnya.

Wanita berambut panjang ini mengatakan, omzet yang didapatkan dari berjualan itu bisa berlipat-lipat. Dari modal awal Rp1 juta, dia bisa mengembalikan hingga Rp6 juta. Hingga kini, perusahaan yang dinamainya Laverpoool itu memiliki rasa original dan pedas.

Satu dua bulan pertama, Dyra mengenalkan produknya dengan memberikan tester kepada teman-temannya dan juga para guru. Mereka juga semangat berjualan di Car Free Day (CFD) untuk mengenalkan prodak lebih luas. Tak hanya itu, mereka membuat media sosialnya sendiri dan memasarkan secara online.

“Setelah banyak yang nyobain, ternyata banyak yang suka. Sampai-sampai dari kapolres Cirebon juga ngeborong makanan kita,” ucapnya.

Saat ini, Dyra dan teman-temannya pun mengembangkan usahanya dengan menambah olahan rengginang rebon. Kuliner yang satu ini juga banyak disukai oleh penggemarnya. Hingga kini, banyak yang memesan baik dari Cirebon maupun luar kota lainnya.

“Kedepannya saya dan teman-teman akan terus berinovasi menciptakan usaha yang lain agar perusahaan Laverpoool ini tetap maju, dan bisa menjadi contoh bagi adik-adik PKwu lainnya,” tutupnya. (AC560)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Daop 3 Cirebon Gelar Bazar UMKM Mitra Binaan PT. KAI

Cirebon,- Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kereta Api Indonesia ke-74 pada tanggal 28 September 2019 mendatang, PT. KAI Daerah...

Ini Tanggapan Pihak Sekolah dan Adik Kelas Claudia yang Masuk The Voice of Germany 2019

Cirebon,- Gadis asal Cirebon Claudia Emmanuela Santoso yang mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman The Voice of Germany 2019 membuat bangga Indonesia dengan penampilannya...

Penampilan Bunga Jelita Bersama Aini Griya Pengantin Tutup Acara En’s Wedding Festival 2019

Cirebon,- En’s Wedding Festival 2019 yang melibatkan vendor andalan dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) selesai digelar, Minggu (15/9/2019) malam.Pameran pernikahan terbesar...

Ratusan Pembalap Ikuti Super Adventure Night Road Race 2019 Seri Keempat di Cirebon

Cirebon,- Balap malam paling bergengsi di tanah air hadir di Cirebon, kali ini event Super Adventure Night Road Race 2019 berlangsung di Kawasan Perkantoran...

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Festival Budaya Cirebon

Cirebon,- Festival Budaya Cirebon (Nadran Gunung Jati) yang berlangsung di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon berlangsung meriah, Sabtu (14/9/2010). Ribuan masyarakat Cirebon dari berbagai daerah...

More Articles Like This