Kasus Nurhayati Diberhentikan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Keluarkan SKP2

Cirebon,- Penanganan kasus Nurhayati yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi APBDes Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon diberhentikan. Hal tersebut disampaikan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Fahri Siregar, Selasa (1/3/2022) malam di Mapolres Cirebon Kota.

Fahri menjelaskan penanganan kasus ini berawal dari laporan pengaduan yang diterima oleh penyidik Polres Cirebon Kota dari Ketua BPD Citemu pada 23 Maret 2020 terkait tindak pidana korupsi, Kuwu S.

Selanjut penyidik Polres Cirebon Kota melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, serta mengirimkan berkas S ke Kejaksaan dan disusul dengan berkas Nurhayati. Keduanya, lanjut Fahri, sudah ditetapkan P21 atau berkas sudah dinyatakan lengkap.

BACA YUK:  Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Cirebon, 27 Juni - 2 Juli 2022

“Saat ini telah dilakukan gelar di Bareskrim Polri dan telah dilaksanakan eksaminasi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Menetapkan bahwa berkas Nurhayati dihentikan, berdasarkan hasil eksaminasi terhadap P21 tersebut,” ujar Fahri di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (1/3/2022) malam.

Konferensi Pers, Kapolres Cirebon dan Kajari Kabupaten Cirebon di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (01/03/2022)

Penghentian kasus terhadap Nurhayati, kata Fahri, akan dilakukan melalui mekanisme penghentian penuntutan dengan mendirikan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atau SKP2 dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon. Proses selanjutkan, tambah Fahri, akan kembali kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

BACA YUK:  Info Jadwal Vaksinasi COVID-19 di Grage City Mall Selama Bulan Ramadan

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Hutamrin, SH, MH menambahkan penanganan perkara tersangka Nurhayati dan S telah kami nyatakan P21. Atas kerja sama Polres Cirebon Kota dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon malam ini dilakukan penyerahan tahap II tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

“Sehingga, kewenangan beralih kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon. P21 tersebut dilaksanakan dengan tahap II, kami melakukan penelitian kembali terhadap perkara atas nama tersangka Nurhayati,” ujar Hutamrin.

Berdasarkan hasil penelitian, kata Hutamrin, Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon belum mendapatkan niat jahatnya terhadap perbuatan Nurhayati.

BACA YUK:  Saat Ramadan Layanan Vaksinasi Booster di Kota Cirebon Buka Hingga Malam Hari

“Sehingga, pada hari ini kami keluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atau SKP2 terhadap tersangka Nurhayati. Ini dilakukan secepatnya agar ada kepastian hukum agar tersangka Nurhayati secepatnya segera bebas dengan status tersangkanya,” kata Hutamrin.

“Jadi kami sampaikan bahwa SKP2 adalah kewenangan dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon. Azas dominus litis merupakan kewenangan jasa untuk tidak melanjutkan ke proses selanjutnya,” tegas Hutamrin. (AC212)

(Dilihat: 106 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.