Berikan Penghargaan dan Upgrade Ilmu Kepada Perawat, RS Sumber Kasih Gelar Seminar

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon bekerjasama dengan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cirebon menggelar seminar. Seminar yang mengusung tema “deteksi dini dan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pendengaran di Fasyankes” ini berlangsung di salah satu hotel di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (11/12/2021).

Seminar tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap jasa para perawat di wilayah Cirebon. Sebagai pembicara dalam seminar ini yakni, Agus Nurdin S.Kp., M.Kep, Komarudin S.Kp.,M.Kep, dan dr. Kenny, SpTHT-KL.

Direktur RS Sumber Kasih, dr Lucia Dewi Puspitasari mengatakan kegiatan seminar ini dipersembahkan untuk rekan-rekan perawat, terutama yang ada di Kota Cirebon. Menurutnya, sepanjang Pandemi COVID-19 ujung tombak ada di perawat.

BACA YUK:  Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Cirebon Gelar Road to Festival Ekonomi Syariah

“Kegiatan ini sebagai penghargaan kami atas perjuangannya. Sepanjang kita menghadapi Pandemi merekalah garda terdepan dalam 24 jam merawat dan melayani pasien-pasien,” ujar Lucia.

Pihaknya berharap dengan kegiatan seminar ini bisa mengupgrade ilmu-ilmu yang diberikan kepada perawat. Sehingga, bisa terupdate dengan kemajuan ilmu kedokteran.

“Peserta yang hadir memang dikhususkan untuk mengupgrade ilmu-ilmu kepada perawat. Kami mengundang rekan-rekan yang ada di Fasyankes yang ada di Kota Cirebon dan sebagian dari Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kota Cirebon, Komarudin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas digelarnya kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh RS Sumber Kasih Cirebon. Kegiatan ini sangat diharapkan oleh teman-teman perawat.

BACA YUK:  Penuhi Kebutuhan Rumah, BTN Syariah Gelar Gebyar Properti Expo 2022

“Selama ini perawat itu garda terdepan dalam penanggulangan COVID-19 dan sekarang diberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sehingga bisa lebih maju,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, kata Komarudin, para perawat yang hadir mendapatkan SKP (Satuan Kredit Profesi) sebanyak dua SKP. Karena, untuk mengurus perpanjangan STR memang perawat perlu SKP.

“Untuk perpanjang STR kan perawat perlu SKP. Yang mana perpanjang STR selama 5 tahun sekali itu membutuhkan 25 SKP,” katanya.

Ditempat yang sama, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), dr. Kenny, Sp.THT-KL berharap dengan kegiatan ini dan materi yang disampaikan bisa membantu dalam deteksi awal bila memang ada kasus-kasus gangguan dengar.

BACA YUK:  Gali Informasi Upah Tenaga Perawat, Komisi III DPRD Kota Cirebon Fasilitasi Mahasiswa ke Direksi RSD Gunung Jati

“Dengan kegiatan ini kita bisa memberikan pengetahuan kepada perawat jika mendapatkan kasus gangguan dengar. Apa yang harus dilakukan, apa yang harus kita waspadai dari pasien dengan gangguan dengar, dan kemana kita harus merujuk,” ujar Kenny.

“Melalui seminar ini akan dibahas apa saja yang harus dilakukan oleh perawat bila mendapatkan pasien-pasien dengan gangguan dengan ini,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 62 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.