Ada Pemeliharaan, Layanan Air Minum Kota Cirebon Alami Gangguan Selama 4 Hari

Cirebon,- Sehubungan dengan adanya pemeliharaan dan perawatan berkala melalui pengujian sistem pada reservoir 9.000 M3 Plangon, seluruh pelayanan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon mengalami gangguan beberapa hari ke depan.

Selama pengujian sistem ini, aliran air minum untuk sementara akan mengalami gangguan di seluruh wilayah pelayanan perumda air minum Tirta giri Nata kota Cirebon. Gangguan tersebut berlaku mulai Sabtu – Selasa tanggal 18 Juni 2022 sampai dengan 21 Juni 2022.

Sementara, dalam surat tersebut tertulis untuk waktu normalisasi kurang lebih 14 hari. Namun, selama masa pemeliharaan dan perawatan reservoir berlangsung, PDAM tetap berupaya meminimalisir gangguan, tujuannya agar pelayanan air bersih ke pelanggan tetap terlayani.

BACA YUK:  Puluhan Pelajar Indonesia Raih Beasiswa Kuliah Gratis di Kolej Universiti Islam Perlis-Malaysia

Bagi pelanggan yang pelayanan airnya tidak mengalir atau berhenti total, dipersilahkan menghubungi petugas untuk dilayani dengan mobil tangki melalui nomor handphone 081287044493 atau 081324476565.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sopyan Satari mengatakan telah dibangun Reservoir dengan kapasitas 9000 m’ di Plangon yang dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Jawa Barat. Pembangunan Reservoir dimaksud berfungsi sebagai reservoir distribusi untuk mendukung program optimalisasi sistem distribusi yang diharapkan.

Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, lanjut Sopyan, telah memanfaatkan Reservoir 9.000 m’ sebagai upaya berkesinambungan perusahaan dalam menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas aliran kepada pelanggan.

BACA YUK:  HUT ke-77 RI Daop 3 Cirebon Hadirkan Promo Merdeka, Ini Ketentuan dan Tarifnya

“Guna lebih mengoptimalkan fungsi reservoir, maka diperlukan pemeliharaan dan perawatan secara berkala. Adapun dalam rangka evaluasi pemanfaatan, perlu dilakukan pengujian secara bertahap,” ujar Sopyan dalam keterangan yang diterima About Cirebon, Sabtu (18/6/2022)

Untuk menunjang hal dimaksud, kata Sopyan, diperlukan perubahan sistem aliran air pada pelanggan di sebagian besar wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya, khususnya wilayah pusat kota. Sehingga aliran air pada beberapa wilayah akan terganggu selama kurang lebih 4 hari. Namun demikian, pelayanan air bersih kepada pelanggan masih tetap terlayani.

BACA YUK:  Ketua DPD APTRI Jabar: Dari 8 Pabrik Gula di Jabar, Hanya 2 Pabrik yang Beroperasi

“Proses normalisasi aliran air akan berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, dengan perkiraan waktu normalisasi sampai 14 hari,” jelasnya.

Pemanfaatan, pengoperasian dan pemeliharaan reservoir merupakan salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat pelanggan. Untuk itu, pihaknya membutuhkan dukungan dari stakeholder yang terkait untuk keberhasilan program pengembangan sistem penyediaan air minum di Kota Cirebon. (HSY)

(Dilihat: 131 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.