Mengenal Gejala Flu Singapura Pada Anak, RS Sumber Kasih Gelar Seminar Awam

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih kembali menggelar seminar awam, Sabtu (16/7/2022). Seminar kali ini, mengangkat tema “Mengenal Lebih Dekat Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura”.

Acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dokter Spesialis Anak RS Sumber Kasih dr. Ineu Nopita, Sp.A, dan Dokter Spesialis Kulit RS Sumber Kasih, dr. Putti Fatiharani.

Wakil Direktur RS Sumber Kasih, dr. Irma Gamawati, MHKes mengatakan seminar awam hari ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RS Sumber Kasih ke-44 yang jatuh pada 19 Juli 2022.

“Dipilihnya kegiatan seminar awam ini, karena kami menyadari bawa rumah sakit itu sudah merupakan kewajiban bagi kami mengadakan pelayanan yang komprehensif. Bukan hanya menitikberatkan pada pengobatan, namun juga mengenai promotif dan preventifnya,” ujar dr. Irma.

BACA YUK:  Info Loker! Lowongan Kerja Terbaru Untuk Posisi Marketing Rumah Sakit

“Sehingga, seminar awam ini salah satu wahana untuk memberikan edukasi terkait materi-materi penyakit terkini yang harus diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di sekeliling rumah sakit agar bisa lebih aware,” sambungnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan secara gratis ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat dari wilayah III Cirebon.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RS Sumner Kasih dr. Ineu Nopita, Sp.A mengatakan Flu Singapure merupakan penyakit yang banyak sekali ditemukan di Singapura. Penyakit ini, menurutnya tidak seperti flu pada umumnya, namun penyakit dalam golongan enterovirus.

BACA YUK:  Dinkes Kota Cirebon Kembali Layani Vaksinasi COVID-19, ini Jadwal dan Lokasinya

“Jadi penyakit ini bisa menyerang pada mulut seperti sariawan, sekitar mulutnya timbul bintik-bintik seperti cacar. Yang khasnya adalah tidak hanya di mulut, tapi di tangan dan di kaki,” ujar dr. Ineu.

Pada bulan-bulan ini, kata dr. Ineu, penyakit ini menjadi wabah dan memang penularannya cepat sekali kepada anak usia kurang 5 tahun, yang daya tahan tubuhnya kurang bagus.

“Sebenarnya yang namanya virus itu bisa sembuh sendiri, cuma pada flu Singapura ini pada beberapa kasus bisa menjadi berat. Salah satunya karena tidak mau makan dan minum dan panas tinggi. Jadi tidak bisa dianggap enteng,” katanya.

BACA YUK:  Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Cirebon, 3 - 8 Oktober 2022

Untuk cara penanggulangannya, menurut dr. Ineu, diobati pada gejala yang timbul. Seperti gejala panas harus diberikan obat panas.

“Namun yang terpenting adalah daya tahan tubuhnya baik, makan cukup, dan jaga lingkungan agar bersih,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Dokter Spesialis Kulit RS Sumber Kasih, dr. Putti Fatiharani mengatakan para orang tua harus mengenali gejala awal hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau Flu Singapure, agar penangananya benar.

“Jadi memang ada salah persepsi kadang, membedakan dengan cacar, membedakan dengan alergi. Sehingga orang tua perlu mengetahui gejala awalnya. Meskipun nantinya dianjurkan tetap harus periksa ke dokter anak atau dokter kulit,” ujarnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *