Selasa, 7 April 2020

10 Tahun, Sunengsih Jualan Jajanan Tradisional di Cirebon

Populer

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

Cirebon,- Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Corona atau Covid-19 dan memperhatikan Keputusan...

Wali Kota Cirebon Himbau Untuk Tidak Mudik Lebaran Idul Fitri Tahun 2020

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis menghimbau kepada masyarakat yang masih di luar Kota Cirebon dan Aparatur Sipil...

Kota Cirebon Tidak Terapkan Lockdown, Warga Datang dari Wilayah Epicentrum Akan Dipantau

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon tidak akan menerapkan lockdown wilayah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon usai kegiatan...

Mulai 1 April sampai 1 Mei 2020, Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon, Ini Daftarnya

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3...

Mulai Besok, Sholat Jumat di Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid di Kota Cirebon Sementara Ditiadakan

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang ditetapkan...

Cirebon, – Sejak 10 tahun yang lalu, saat masih memiliki anak 2 sampai anak berjumlah 7, Sunengsih tetap melakukan profesinya sebagai tukang lotek di depan Pusat Grosir Cirebon Jalan Siliwangi Kota Cirebon.

Wanita asal Tengah Tani ini menjual berbagai macam jajanan tradisional sederhana seperti kerupuk melarat, lotek, soun, cilok, kikil, dan rujak. Setiap harinya Sunengsih belanja bahan jualannya di pasar Plered pada pagi hari, dibantu oleh anak ketiganya.

Uniknya perjalanan dari Tengah Tani menuju PGC beliau menggunakan kendaraan roda 3 yakni “becak” yang menghabiskan waktu 30 menit dari rumahnya. Namun kalau pulang, Sunengsih menggunakan angkutan umum dan barang dagangannya dibawa oleh anaknya.

“Terkadang ibu menikmati perjalanannya dengan tertidur lelap setelah menyiapkan bahan jualannya tadi pagi.” ujar Meli ponakan Sunengsih.

Loading...

Perjalanannya sudah dilakukan sejak dulu dan memiliki langgan becak khusus, dengan tarif 30.000/sekali jalan. Setiap harinya dagangan Sunengsih sering habis terjual, jika ada sisapun itupun jarang.

Dengan harga mulai 5.000 sampai 10.000, pembeli bebas memilih menu yang disediakan, Sunengsih berjualan mulai pukul 12.00 sampai 18.00 tepat di depan pintu utama Pusat Grosir Cirebon. (AC440)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

RSIA Cahaya Bunda Kota Cirebon Distribusikan Sembako Untuk Pekerja Harian dan APD Bagi Nakes

Cirebon,- Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang terdampak Pandemi virus Corona atau...

Manfaatkan Keterampilan Warga Binaan, Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon Produksi Masker

Cirebon,- Di tengah kondisi mewabahnya virus Corona atau Covid-19, persediaan Alat Pelindung Diri (APD) semakin sulit dicari, salah satunya masker.Apalagi, sejak pertanggal 5 April...

Makanan Ketoprak, Salah Satu Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Cirebon

Cirebon,- Mewabahnya Pandemi virus Corona atau Covid-19, berdampak pada inflasi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank...

Telkomsel Mencatat, Lonjakan Trafik Komunikasi Broadband Tertinggi Mencapai 16 Persen

Jakarta,- Sejak pemerintah memberlakukan aktifitas dari rumah bagi masyarakat dan pelaku Industri, Telkomsel mencatat hingga kini lonjakan trafik komunikasi khususnya broadband tertinggi mencapai 16...

BI Cirebon dan BMPD Ciayumajakuning Serahkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) menyerahkan bantuan alat pelindung...

More Articles Like This