Senin, 25 Mei 2020

Tahun Depan Alun-alun Kejaksan akan Disulap Ridwan Kamil, ini Konsepnya

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Bila Masih Ditemukan Warga Mudik, Polresta Cirebon Akan Putar Balik Kendaraan

Cirebon,- Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini guna mencegah penyebaran virus...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Pemda Kabupaten Cirebon Lakukan Test Swab Massal di Pasar Sumber

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menjalani test massal Covid-19 menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab.Kali ini,...

Cirebon,- Usai meresmikan program Layad Rawat di Kota Cirebon, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung meninjau Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018).

Kunjungan Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil untuk melihat langsung kondisi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon yang akan direvitalisasi pada tahun depan.

Setelah menijau, Kang Emil langsung bergegas ke Gedung Negara, untuk membahas dan membuat sketsa pembangunan Alun-alun Kejaksan kedepan.

Menurut Kang Emil, Provinsi Jawa Barat telah ditetapkan sebagai wajah Jawa Barat lima tahun kedepan adalah Provinsi Pariwisata. Yang punya gunung, pantai akan diolah menjadi pariwisata alami seperti Pangandaran, dan Waduk Darma di Kuningan.

Loading...

“Untuk yang sifatnya perkotaan, wisata sejarah, wisata belanja. Contohnya mana? Bandung dan Cirebon,” ujarnya kepada awak media.

Lanjut Emil, seperti di Bandung akan ditata mulai dari Gedung Sate sampai ke Monumen Perjuangan akan direnovasi habis-habisan. Untuk di Cirebon, tahun depan sudah bersepakat ada Alun-alun Kejakan yang akan diolah.

“Kemungkinan akan pakai semi basement, karena ada kebutuhan parkir, dan wisata religinya meningkat,” ungkapnya.

“Kemudian Tugu Proklamasi (Jalan Siliwangi) kita akan perbesar, supaya lebih bagus, menonjol dan lebih dihormati,” imbuhnya.

Kang Emil memaparkan, untuk zona kaki lima di area Alun-alun Kejaksan akan dibuat dua lantai yang nantinya ada zona belanja. Lalu, di Jalan Siliwangi akan ditata, supaya Kota Cirebon memiliki jalan utama seperti di Asia Afrika di Bandung.

“Kalau parade disitu, dan berakhir di alun-alun kan, cocoknya seperti itu,” terangnya.

Lalu, untuk Gedung Bakorwil atau Gedung Negara Cirebon karena secara SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) tidak ada lagi per Januari, maka gedung tersebut nganggur. Sementara, dalam konteks Provinsi Pariwisata gedung ini akan dikonsepkan sebagi pusat budaya.

“Jadi, kalau wisatawan datang pengen lihat tari-tarian, angklung Cirebon, pengen lihat macem-macem, tempatnya bisa disini,” jelasnya.

Menurut Kang Emil, Gedung Negara ini luas sekali, sehingga nanti ada gedung expo sesuai gagasan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih, nanti ada expo kerajinan, bazar dan lainnya.

“Bangunan lamanya nanti kita renovasi, bisa jadi museum atau jadi restoran seperti di Eropa,” terangnya.

Kang Emil yakin sebagai mantan Wali Kota, dari kombinasi tempat alun-alun yang keren, tempat budaya, jalan utama, akan meningkatkan waktu kunjungan lebih lama. Karena, kekurangan Cirebon saat ini, kalau datang mau nongkorng dimana, bahkan banyak yang datang dengan waktu yang pendek.

“Turis kota yang baik adalah kota yang nongkrongnya lebih lama, karena banyak yang dikunjungi,” ungkapnya.

Kang Emil menjelaskan, Jalan Siliwangi yang akan menjadi jalan utama akan dipoles seperti di Asia Afrika Bandung dengan dipasang lampu klasik raksasa, dilebarin, diberi kursi untuk duduk.

Untuk Alun-alun Kejaksan, apakah akan menggunakan rumput sintetis, kata Kang Emil akan dilihat, karena basement menggunakan beton, lalu bila menggunakan rumput alami dua minggu juga akan rusak.

“Kemungkinan akan menggunakan rumput sintetis,” katanya.

Selain itu, Kang Emil akan merubah Alun-alun Kasepuhan, karena itu merupakan aset Keraton, sehingga masih melihat mekanisme pembiayannya, apakah bisa lewat CRS.

“Tapi untuk gambarnya sudah kita setujui, sehingga dalam waktu dekat kalau ikhtiarnya berhasil bisa dua Alun-alun langsung jadi tahun depan,” bebernya.

Mengenai konsep Alun-alun yang akan jadi seperti apa, Kang Emil membeberkan bahwa namanya alun-alun harus multifugsi, buat yang motorik aktif ada, pakai upacara bisa, buat istigosah bisa, ada zona teduh, zona ritel, dan ada faktor sejarah.

“Karena Alun-alun Kejaksan sebrangnya  ke pendopo harus kita hormari, ke kirinya masjid juga harus dihormati,” ujar Mantan Wali Kota Bandung.

“Dan Alun-alun selalu ada air mancur dengan tipe, yaitu air mancur simbolik dan air mancur aktif dan bisa menjadi trend baru di Cirebon,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat memperihatinkan.Pasalnya, Slamet merupakan anak yatim...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19...

H-2 Jelang Lebaran Idulfitri, Polresta Cirebon Terus Lakukan Penyekatan Selama 24 Jam

Cirebon,- H-2 jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2020, jajaran Polresta Cirebon bersama dengan unsur lainnya terus melakukan penyekatan di wilayah Kabupaten Cirebon.Kapolresta Cirebon, Kombes...

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Minuman Keras Hasil Razia

Cirebon,- Polresta Cirebon memusnahkan barang bukti sepuluhan ribu botol minuman keras (miras) berbagai jenis hasil razia.Pemusnahan yang dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten...

More Articles Like This