Senin, 24 Februari 2020

Ulang Tahun ke-5, RSIA Cahaya Bunda Cirebon Tanam 2.000 Bibit Pohon Mangrove

Populer

Pertama di Indonesia, Imigrasi Cirebon Hadirkan Pelayanan Paspor Senja Hingga Malam Hari

Cirebon,- Setelah sukses menghadirkan program Imigrasi Masuk Desa, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon kembali menghadirkan terobosan baru yakni...

KPP Pratama Cirebon Dua Gelar Pelatihan Media Sosial

Cirebon,- Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Dua yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, menggelar pelatihan...

YPSGJ Cirebon Resmikan Klinik dan Apotek Cakrabuana Serta Laboratorium Biomedis

Cirebon,- Mendukung pelayanan kesehatan, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) meresmikan Klinik dan Apotek Cakrabuana dan juga peresmian Laboratorium...

Wali Kota Cirebon: Hadirnya Klinik dan Apotek Cakrabuana, Serta Laboratorium FK UGJ Berkah Bagi Masyarakat Kota Cirebon

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis mengapresiasi dengan dibukanya Klinik dan Apotek Cakrabuana, serta Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK)...

Sultan Sepuh XIV Prihatin Atas Rusaknya Situs Petilasan Matangaji

Cirebon,- Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat sangat prihatin atas kejadian rusaknya petilasan Matangaji yang berada...

Cirebon,- Sebanyak 2.000 bibit pohon mangrove ditanam di pantai Cirebon tepatnya di RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, Rabu (30/10/2019).

Kegiatan penanaman bibit mangrove tersebut dalam rangka rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda Kota Cirebon.

Penanam bibit mangrove yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) ini, dilakukan secara simbolis oleh pemilik RSIA Cahaya Bunda dr. Yasmin Dermawan, SpOG beserta karyawan.

Menurut Yasmin, di ulang tahun yang ke-5 RSIA Cahaya Bunda sengaja fokus untuk lingkungan hidup, yaitu dengan penanaman 2.000 bibit pohon mangrove.

Loading...

“Ini juga dalam rangka untuk ikut peduli melestarikan lingkungan hidup,” ujar Yasmin kepada About Cirebon di lokasi kegiatan.

Lanjut Yasmin, maksud dan tujuan lain penanaman pohon mangrove ini adalah untuk menggugah kepedulian masyarakat lainnya untuk tetap menjaga pantai dan lingkungan sekitar kita.

“Semoga penanaman pohon mangrove ini bermanfaat dan bisa tumbuh dengan baik,” terangnya.

Menurut Yasmin, pihaknya tidak hanya melakukan penanaman saja, namun pohon-pohon mangrove yang sudah ditanam ini akan dipantau kedepannya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon.

Sementara itu, Rianti Krisnantini, SE, MM, selaku Wakil Direktur RSIA Cahaya Bunda menjelaskan terkait pemilihan tempat penanaman bibit mangrove di RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, karena sebelumnya melakukan konsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon.

“Sebelum melakukan penananam, memang kita konsultasi terlebih dahulu dengan Dinas Lingkungan Hidup, spot mana yang memang perlu ditanam pohon mangrove ini,” singkatnya.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Cirebon, Jajang Yaya Suganda menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar RSIA Cahaya Bunda yang sudah menunjukan kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh yang lainnya, sebab perhatian lingkungan itu tidak tergantung kepada orang yang berlatar belakang teknik lingkungan saja, tapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya kepada About Cirebon.

“Sehingga, apa yang sudah diberikan oleh Cahaya Bunda bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Menurut Jajang, DLH Kota Cirebon sejak dulu sudah menanam mangrove di enam kelurahan yang ada di tepi pantai Cirebon. Namun karena kondisi alam, yang terlihat tumbuh dengan baik berada di Kelurahan Kasepuhan.

“Makanya kami mengarahkan kegiatan penanaman pohon mangrove oleh Cahaya Bunda berlokasi di RW 09 Kesunean Selatan,” bebernya.

“Apalagi di sini sudah ada hutan mangrove, dan bisa menambah luas hutan mangrove, serta bisa dijadikan destinasi wisata di Kota Cirebon,” imbuhnya.

Bahkan, kata Jajang, tahun ini rencananya akan DED (Detail Engineering Design), dan mulai tahun 2020 sudah bisa melakukan penataannya.

“Kenapa demikian, karena mangrove ini tumbuh di pantai kota, sehingga jangan membuat seram orang. Makanya kita akan tata dan bisa ramah lingkungan, serta bisa dinikamti oleh masyarakatnya,” pungkasnya. (AC212/adv)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sempat Vakum, Sanggar Kentjana Kembali Menggelar Canon SK Marathon di Cirebon

Cirebon,- Sanggar Kentjana (SK) bekerja sama dengan Canon kembali menggelar Lomba Foto untuk kategori pelajar (SMP & SMA) dan...

Manulife Cirebon Gelar Program CSR Penyediaan Sumber Air Bersih

Cirebon,- Masyarakat desa Nanggela Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon tampak bergembira setelah sumur bor sebagai sumber mata air bersih mengalir ke rumah. Selama ini, warga...

HIPMI Kota Cirebon Gelar Edukasi Pasar Modal Bersama Bursa Efek Indonesia

Cirebon,- Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cirebon menggelar acara Forum Bisnis Sosialisasi Pasar Modal BMC HIPMI Kota Cirebon, Sabtu...

Musim Hujan, Daop 3 Cirebon Tingkatkan Pengecekan Jalur Rawan Amblas

Cirebon,- Sepanjang musim hujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon terus meningkatkan antisipasi jalur kereta rawan amblas.Vice President PT KAI...

Menuju Industri 4.0, Bentani Hotel Cirebon Ciptakan Robot yang Dapat Keluar Voucher

Cirebon,- Menuju industri 4.0, Bentani Hotel & Residence Cirebon meluncurkan robot pintar untuk memanjakan tamu. Dengan mengusung tema “I’m Not a Robot, I Have...

More Articles Like This