Rabu, 27 Oktober 2021

Temoan, Tradisi Gotong Royong yang Masih Lestari di Suranenggala Cirebon

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu wilayah yang sangat lekat dengan perkembangan seni dan budaya di Cirebon. Selain memiliki sejumlah sanggar dan kelompok seni, wilayah ini juga memiliki cara tersendiri untuk bisa berperan dalam menjaga kesenian agar tetap lestari.

Raffan S Hasyim, sejarawan dan juga filolog asal Cirebon mengatakan bahwa warga Suranenggala atau biasa disebut Bedulan, sudah terbiasa melakukan gotong royong dalam membantu aktivitas warga lainnya. Tradisi temoan, biasanya terjadi saat pelaksanaan hajatan warga.

“Nanti warga membantu baik itu tenaga atau kebutuhan acara. Semua bantuan tersebut bersifat sedekah, bukan hutang,” ujar Opan saat memberikan sambutan di acara Njujug Tajug Lesbumi PCNU Cirebon di Suranenggala, Sabtu 29 Februari 2020.

Loading...

Temoan juga lanjut Opan, ditemukan dalam kegiatan gelar seni budaya Njujug Tajug di Kecamatan Suranenggala. Masyarakat secara sukarela, sudah menyiapkan uang yang akan diberikan kepada kelompok seni yang melakukan pementasan. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasai, sekaligus untuk mendukung pelestarian seni dan budaya lokal Cirebon.

“Masyarakat bedulan ini, sangat mengapresiasai kegiatan seni dan budaya,” kata Opan.

BACA YUK:  Bertabur Promo di Mataram, Untung Wujudkan Impian di FIFGROUP FEST

Bahkan, tidak jarang warga Bedulan, bisa menyelenggarakan kegiatan pagelaran dan pementasan yang lumayan besar, hanya dengan temoan yang diberikan oleh masyarakat.

Opan mengungkapkan, sudah selayaknya seniman yang ada di Bedulan untuk diberikan apresiasi dan juga ruang. Karena menurutnya, cukup banyak sekali seni dan budaya yang ada di Bedulan, bahkan ada maestro kesenian yang sudah mendapatkan penghargaan dari menteri.

Ketua panitia Njujug Tajug Kecamatan Suranenggala, Heli Mulyadi, membenarkan bahwa temoan merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat, terhadap kegiatan kesenian yang diselenggarakannya itu. Pihaknya memang sudah merencanakan untuk mengadakan temoan, pada saat pelaksanaan pagelaran seni dimulai.

BACA YUK:  Biznet Berhasil Pertahankan Posisi Sebagai Provider Fixed Broadband Tercepat di Indonesia Versi Speedtest

“Kita sediakan wadah, untuk warga yang mau memberikan sumbangan,” terang Heli.

Menurut Heli, acara Njujug Tajug yang digelarnya ini sangat meriah. Ia menyebut, ada sekitar 13 pementasan yang dilaksanakan, sejak pagi hingga malam hari. Jika tidak didukung oleh PCNU Cirebon dan juga temoan, kegiatan tersebut pasti membutuhkan dana yang sangat besar. Apalagi, kegiatan ini juga diawali dengan pawai yang diikuti oleh setiap perwakilan desa di Kecamatan Surnaneggala.

“Kalau didanai secara mandiri, sepertinya berat sekali untuk menyelenggarakan acara sebesar ini,” jelas Heli.

Heli juga mengucapkan terima kasih kepada PCNU Cirebon dan Lesbumi, yang sudah memilih Kecamatan Suranenggala sebagai lokasi kegiatan pagelaran seni Njujug Tajug.

Dengan kegiatan ini, kata Heli, masyarakat akhirnya kembali mengetahui seni budaya peninggalan para leuluhur, yang hampir punah. Masyarakat juga akhirnya mendapatkan pemahaman, bahwa seni budaya yang ada, tidak bertentangan dengan ajaran agama, yang saat ini sering sekali dibenturkan.

“Kegiatan Njujug Tajug ini, harus lebih sering dilaksanakan. Agar seni dan budaya lokal Cirebon, tidak lagi dianggap bertentangan dengan ajaran agama,” ujar Heli.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi menegaskan bahwa kegiatan seni budaya seperti wayang dan lainnya, bukan kegiatan yang diharamkan. Bahkan menurut Aziz, para wali termasuk Sunan Gunung Jati, sangat meminati seni-seni pertunjukan dan kesenian lainnya.

“Asal tidak ada yang bertentangan dengan syariat Islam,” ujar Aziz.

Dalam perjalanannya, para wali bahkan menggunakan seni budaya, sebagai salah satu instrument dakwah. Karena, inti dari seni budaya yang ada, yaitu untuk lebih mendekatkan manusia kepada penciptanya. Hal tersebut dikreasikan oleh para pembawa Islam saat itu, untuk lebih diterima di masyarakat.

BACA YUK:  SSA Showroom Resmi Viar Motor Indonesia Terlengkap di Wilayah III Cirebon
BACA YUK:  SSA Showroom Resmi Viar Motor Indonesia Terlengkap di Wilayah III Cirebon

“Sehingga selama tidak menyimpang dengan keyakinan, kesenian itu malah menjadi instrumen dakwah yang bagus,” ujarnya.

Njujug Tajug merupakan pagelaran seni yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kab Cirebon.

Kegiatan seni budaya ini, diselenggarakan di sejumlah tajug di Kabupaten Cirebon, untuk ikut berperan melestarikan budaya lokal Cirebon dan menjalin silaturahmi antar masyarakat. Selain itu, diselenggarakan juga kegiatan lainnya, seperti bersih-bersih masjid, pengobatan gratis, pelatihan pendidikan, dakwah milenial dan lainnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kapolresta Cirebon, Kombes...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This