Senin, 25 Mei 2020

Temoan, Tradisi Gotong Royong yang Masih Lestari di Suranenggala Cirebon

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Bila Masih Ditemukan Warga Mudik, Polresta Cirebon Akan Putar Balik Kendaraan

Cirebon,- Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini guna mencegah penyebaran virus...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Pemda Kabupaten Cirebon Lakukan Test Swab Massal di Pasar Sumber

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menjalani test massal Covid-19 menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab.Kali ini,...

Cirebon,- Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu wilayah yang sangat lekat dengan perkembangan seni dan budaya di Cirebon. Selain memiliki sejumlah sanggar dan kelompok seni, wilayah ini juga memiliki cara tersendiri untuk bisa berperan dalam menjaga kesenian agar tetap lestari.

Raffan S Hasyim, sejarawan dan juga filolog asal Cirebon mengatakan bahwa warga Suranenggala atau biasa disebut Bedulan, sudah terbiasa melakukan gotong royong dalam membantu aktivitas warga lainnya. Tradisi temoan, biasanya terjadi saat pelaksanaan hajatan warga.

“Nanti warga membantu baik itu tenaga atau kebutuhan acara. Semua bantuan tersebut bersifat sedekah, bukan hutang,” ujar Opan saat memberikan sambutan di acara Njujug Tajug Lesbumi PCNU Cirebon di Suranenggala, Sabtu 29 Februari 2020.

Temoan juga lanjut Opan, ditemukan dalam kegiatan gelar seni budaya Njujug Tajug di Kecamatan Suranenggala. Masyarakat secara sukarela, sudah menyiapkan uang yang akan diberikan kepada kelompok seni yang melakukan pementasan. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasai, sekaligus untuk mendukung pelestarian seni dan budaya lokal Cirebon.

Loading...

“Masyarakat bedulan ini, sangat mengapresiasai kegiatan seni dan budaya,” kata Opan.

Bahkan, tidak jarang warga Bedulan, bisa menyelenggarakan kegiatan pagelaran dan pementasan yang lumayan besar, hanya dengan temoan yang diberikan oleh masyarakat.

Opan mengungkapkan, sudah selayaknya seniman yang ada di Bedulan untuk diberikan apresiasi dan juga ruang. Karena menurutnya, cukup banyak sekali seni dan budaya yang ada di Bedulan, bahkan ada maestro kesenian yang sudah mendapatkan penghargaan dari menteri.

Ketua panitia Njujug Tajug Kecamatan Suranenggala, Heli Mulyadi, membenarkan bahwa temoan merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat, terhadap kegiatan kesenian yang diselenggarakannya itu. Pihaknya memang sudah merencanakan untuk mengadakan temoan, pada saat pelaksanaan pagelaran seni dimulai.

“Kita sediakan wadah, untuk warga yang mau memberikan sumbangan,” terang Heli.

Menurut Heli, acara Njujug Tajug yang digelarnya ini sangat meriah. Ia menyebut, ada sekitar 13 pementasan yang dilaksanakan, sejak pagi hingga malam hari. Jika tidak didukung oleh PCNU Cirebon dan juga temoan, kegiatan tersebut pasti membutuhkan dana yang sangat besar. Apalagi, kegiatan ini juga diawali dengan pawai yang diikuti oleh setiap perwakilan desa di Kecamatan Surnaneggala.

“Kalau didanai secara mandiri, sepertinya berat sekali untuk menyelenggarakan acara sebesar ini,” jelas Heli.

Heli juga mengucapkan terima kasih kepada PCNU Cirebon dan Lesbumi, yang sudah memilih Kecamatan Suranenggala sebagai lokasi kegiatan pagelaran seni Njujug Tajug.

Dengan kegiatan ini, kata Heli, masyarakat akhirnya kembali mengetahui seni budaya peninggalan para leuluhur, yang hampir punah. Masyarakat juga akhirnya mendapatkan pemahaman, bahwa seni budaya yang ada, tidak bertentangan dengan ajaran agama, yang saat ini sering sekali dibenturkan.

“Kegiatan Njujug Tajug ini, harus lebih sering dilaksanakan. Agar seni dan budaya lokal Cirebon, tidak lagi dianggap bertentangan dengan ajaran agama,” ujar Heli.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi menegaskan bahwa kegiatan seni budaya seperti wayang dan lainnya, bukan kegiatan yang diharamkan. Bahkan menurut Aziz, para wali termasuk Sunan Gunung Jati, sangat meminati seni-seni pertunjukan dan kesenian lainnya.

“Asal tidak ada yang bertentangan dengan syariat Islam,” ujar Aziz.

Dalam perjalanannya, para wali bahkan menggunakan seni budaya, sebagai salah satu instrument dakwah. Karena, inti dari seni budaya yang ada, yaitu untuk lebih mendekatkan manusia kepada penciptanya. Hal tersebut dikreasikan oleh para pembawa Islam saat itu, untuk lebih diterima di masyarakat.

“Sehingga selama tidak menyimpang dengan keyakinan, kesenian itu malah menjadi instrumen dakwah yang bagus,” ujarnya.

Njujug Tajug merupakan pagelaran seni yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kab Cirebon.

Kegiatan seni budaya ini, diselenggarakan di sejumlah tajug di Kabupaten Cirebon, untuk ikut berperan melestarikan budaya lokal Cirebon dan menjalin silaturahmi antar masyarakat. Selain itu, diselenggarakan juga kegiatan lainnya, seperti bersih-bersih masjid, pengobatan gratis, pelatihan pendidikan, dakwah milenial dan lainnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat memperihatinkan.Pasalnya, Slamet merupakan anak yatim...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19...

H-2 Jelang Lebaran Idulfitri, Polresta Cirebon Terus Lakukan Penyekatan Selama 24 Jam

Cirebon,- H-2 jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2020, jajaran Polresta Cirebon bersama dengan unsur lainnya terus melakukan penyekatan di wilayah Kabupaten Cirebon.Kapolresta Cirebon, Kombes...

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Minuman Keras Hasil Razia

Cirebon,- Polresta Cirebon memusnahkan barang bukti sepuluhan ribu botol minuman keras (miras) berbagai jenis hasil razia.Pemusnahan yang dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten...

More Articles Like This