Senin, 30 Maret 2020

Sultan Sepuh XIV : Keraton Agung Sejagat Tidak Terdaftar Dalam FSKN

Populer

Cinema XXI CSB Mall Tutup Sementara Sejak Hari Senin

Cirebon,- Wabah virus Corona atau Covid-19 terus meluas di wilayah Indonesia. Bahkan dampak dari covid-19 ini menjalar hingga sektor...

Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon Tetap Melaksanakan Sholat Jumat, Ini Ketentuannya

Cirebon,- Banyak pertanyaan dari masyarakat, khususnya di Kota Cirebon bahkan wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) tentang sikap...

Ketua MUI Kota Cirebon: Semua Masjid di Kota Cirebon Tetap Melaksanakan Sholat Jumat

Cirebon,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah virus...

Wali Kota Cirebon: Masyarakat yang Berkerumun Akan Kami Bubarkan untuk Cegah Virus Corona

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan meningkatkan Social Distancing...

Wali Kota Cirebon Perpanjang Masa Belajar di Rumah Untuk Siswa Sekolah Se-Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon resmi memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa sekolah di semua tingkatan se-Kota...

Cirebon,- Kemunculan Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menggegerkan banyak pihak setelah videonya bereda di jagad maya.

Tak kecuali Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), PRA. Arief Natadiningrat mengaku kaget dengan kemunculan keraton Agung Sejagat yang diklaim akan mendamaikan dunia.

Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Agung Sejagat tidak terdaftar dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara dan kehadirannya dapat meresahkan masyarakat. Apalagi, Keraton Agung Sejagat tersebut mengklaim bahwa masih penerus dari Kerajaan Majapahit.

Baca Yuk : Ratusan Karyawan Hotel Cirebon Lakukan Bersih-Bersih Keraton Kasepuhan

Loading...

“Seperti kita tahu bahwa pada waktu Republik Indonesia Merdeka kurang lebih ada 200 kerajaan atau kesultanan yang terdaftar pada waktu persiapan Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Namun Keraton Agung Sejagat tidak ada pada waktu itu,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di Keraton Kasepuhan, Rabu (15/1/2020).

Sultan Sepuh mengaku prihatin kehadiran Keraton Agung Sejagat yang mengaku memiliki dana di luar negeri. Pada saat Indonesia Merdeka, Keraton atau Kesultanan memang pernah berkumpul dengan tokoh-tokoh nasional membantu untuk kemerdekaan.

“Karena pada waktu itu, keraton-keraton yang punya uang, emas dan lain sebagainya, untuk membantu kemerdekaan. Tapi, itu habis untuk perjuangan, tidak ada dana tersebut disimpan di luar negri,” kata Sultan Sepuh.

Menurut Sultan, sejak Indonesia Merdeka sampai sekarang belum ada ada pengumuman resmi terkait ada berapa keraton di Indoensia yang perlu dibina oleh pemerintah. Sehingga, pihaknya mendesak kepada Pemerintah untuk segera diumumkan kepada masyarakat.

“Kami meminta kepada Pemerintah untuk mengumumkan kepada masyarakat keraton mana saja sih yang resmi, dilindungi dan dibina oleh pemerintah. Oleh karena itu, Kemendagri harus berperan aktif dan juga Kemendikbud,” bebernya.

Sementara itu, kata Sultan, belum ada Undang-undang perlindungan tentang keraton. sehingga ini perlu adanya payung hukum, karena lambat laun akan punah.

Baca Yuk : Ini Makna dan Filosofi Siraman Panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon

“ Melalui desakan zaman, desakan pembangunan, moderenisasi, keraton ini bisa punah. Hampir keraton-keraton di Indonesia ini tidak bersertifikat misalnya, bahkan sampai hari ini juga susah disertifikatkan oleh BPN,” paparnya.

Dengan hadirnya Keraton Agung Sejagat ini, kata Sultan, bisa mencoreng nama keraton-keraton yang ada dan membuat keresahan kepada masyarakat. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Jadi Dua Orang

Cirebon,- Pasien positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 bertambah satu orang di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut disampaikan Gugus tugas...

Grage Group Jamin Tenant Jual Kebutuhan Primer dan Farmasi Tetap Buka

Cirebon,- Walaupun menutup sementara operasional unit bisnis Mall dan Hotel, Grage Group pastikan layanan kebutuhan primer dan farmasi tetap buka.Kebijakan penutupan sementara operasional Grage...

Selain Mall, Grage Group Tutup Sementara Unit Bisnis Hotel di Cirebon dan Kuningan

Cirebon,- Setelah mengambil keputusan terkait penutupan sementara Grage Mall dan Grage City Mall, Grage Group kembali memberlakukan penutupan sementara operasional untuk unit bisnis lainnya...

Sejak Tanggal 1 Maret, Pembatalan Tiket KA di Daop 3 Cirebon Capai 13.584 Pembatalan

Cirebon,- Kebijakan pengurangan perjalanan KA serta kondisi pandemik corona yang terjadi saat ini, menyebabkan pembatalan sejumlah tiket KA.Secara total terhitung sejak tanggal 1 Maret...

Mulai 1 April sampai 1 Mei 2020, Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon, Ini Daftarnya

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon kembali melakukan pembatalan 15...

More Articles Like This