Senin, 18 November 2019

Ini Makna dan Filosofi Siraman Panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon

Populer

Andra & The Backbone Meriahkan Puncak HUT ke-5 RSIA Cahaya Bunda Cirebon

Cirebon,- Perayaan puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda berlangsung meriah,...

Sebagai Icon Baru, PT. KAI Daop 3 Cirebon Resmikan Monumen Mesin Mekanik VDM 800 GS, Ini Bentuknya

Cirebon,- Bertepatan Hari Pahlawan yang jatuh tanggal 10 November 2019, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Oprasional (Daop) 3...

Tradisi Panjang Jimat Muncul Sejak Masa Pemerintahan Pangeran Cakrabuwana

Cirebon,- Tradisi Maulid Nabi Saw, merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Islamisasi di nusantara. Tradisi ini muncul...

Swiss-Belhotel Cirebon Akan Suguhkan Costum Anime Cosplay di Malam Pergantian Tahun

Cirebon,- Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru 2020, Swiss-Belhotel Cirebon akan menggelar acara yang bertajuk “Cosplay Starlight New Year...

Gandeng PMI Kabupaten Cirebon, Aston Cirebon Hotel Gelar Donor Darah Rutin

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon kembali menggelar donor...

Cirebon,- Jelang Maulid Nabi SAW, Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi Siraman Panjang dan buka bekasem ikan, yang berlangsung di Dalem Arum Keraton Kasepuhan, Senin (4/11/2019).

Siraman panjang dan buka bekasem ikan ini dilaksanakan setiap tanggal 5 Maulud di Keraton Kasepuhan Cirebon.

1. Tradisi Siraman Panjang dan Buka Bekasem Ikan

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, P.R.A. Arief Natadiningrat menjelaskan tradisi Siraman Panjang adalah mencuci sembilan piring, 40 piring pengiring, dua buah guci, dan dua gelas yang usianya sudah 700 tahun.

Loading...

“Piring-piring tersebut biasa dipakai oleh Wali Songo dulu. Dan ini dicuci setiap setahun sekali pada tanggal 5 Maulud,” ujarnya kepada About Cirebon usai prosesi Siraman Panjang.

Lanjut Sultan, piring-piring tersebut nantinya akan digunakan pada tanggal 12 Maulud untuk upacara Panjang Jimat, yaitu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Jadi, piring-piring ini nanti untuk tempatnya nasi jimat,” jelasnya.

Setelah melaksanakan siraman panjang, prosesi dilanjut dengan tradisi buka bekasem ikan. Bekasem ikan ini dimasukan kedalam guci dan ditutup rapat dengan rempah-rempahan yang sudah dibuat sejak tanggal 5 Safar dan dibuka pada 5 Maulud.

“Setelah didiamkan selama satu bulan, bekasem ikan ini dikeluarkan, lalu dibersihkan. Nantinya bekasem ikan ini dimasak bersamaan dengan nasi jimat untuk disuguhkan pada upacara panjang jimat,” bebernya.

“Nasi jimat ini akan dibacakan doa, sholawatan, dan kitab barjanji di Langgar Agung Keraton Kasepuhan,” imbuhnya.

2. Makna dan Filosofi Siraman Panjang

Makna dari siraman panjang, menurut Sultan, bahwa setiap kita ingin melakukan kegiatan, amal ibadah, dan setiap akan mengadakan sesuatu itu selalu kita bersuci terlebih dahulu.

“Ini adalah awal dari dalam peringatan Maulid Nabi SAW, dan kita awali dengan bersuci terlebih dahulu yaitu dengan mencuci piring-piring yang akan digunakan dalam upacara panjang jimat,” terangnya.

“Sehingga, makna dan filosofinya kita harus bersuci atau berwudhu, atau mandi didalam mengawali kegiatan,” tambahnya.

3. Sudah Berjalan Ratusan Tahun

Tradisi Siraman panjang dan buka bekasem ikan merupakan tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun, dan sampai saat ini terpelihara di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Prosesi ini juga sebagai menjaga adat dan tradisi budaya kita. Ini adalah kekayaan khazanah budaya kita,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, keraton-keraton lain dan pusat-pusat budaya yang ada di Indonesia, memelihara adat dan tradisi ini.

4. Tahun Ini Sembilan Piring Keluar

Pada prosesi siraman panjang tahun ini, kata Sultan, kesembilan piring ini dikeluarkan untuk dibersihkan. Biasanya, tiap tahun hanya tujuh piring yang dikeluarkan.

“Untuk tahun ini istimewa, sembilan piring keluar untuk dibersihkan. Karena yang bisa mengeluarkan kesembilan piring tersebut hanya di tahun Wawo dan Dal,” kata Sultan.

Kemudian, untuk 40 piring pengiring yang dibersihkan kesemuanya ada tulisan kaligrafi, yang berkalimat Toyibah dan Sholawat.

“Yang dibersihkan juga ada dua guci dan dua gelas,” terangnya.

Tradisi mencuci sembilan piring, 40 piring pengiring, dua buah guci, dan dua gelas yang usianya sudah 700 tahun.

5. Berebut Air

Usai melaksanakan tradisi siraman panjang, masyarakat yang hadir langsung berebut air pencucian piring-piring tersebut.

Menurut Sultan, warga yang berebut air itu karena, mereka meyakini bahwa air ini mencuci piring yang berkalimatkan toyibah, dan piring-piring tersebut dibacakan sholawat, doa dan kitab barjanji setiap 12 robiulawal, dapat barokahnya.

“Setiap tahunnya, masyarakat yang hadir tidak hanya dari wilayah Cirebon saja, bahkan ada yang dari luar seperti Surabaya, Jakarta, Subang, Bandung, dan dari mana-mana,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Patra Cirebon Hotel Siap Rayakan Malam Pergantian Tahun, Ini Konsepnya

Cirebon,- Patra Cirebon Hotel & Convention yang berlokasi di Jalan Tuparev, Cirebon siap menggelar event pergantian tahun 2019 menuju...

Ulang tahun ke-8 CSB Mall Berlangsung Meriah, Undian Mobil hingga Penampilan Project Pop

Cirebon,- Pusat perbelanjaan CSB Mall yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-8, di atrium utama...

ADV150 Urban Exploride, Ajak Konsumen dan Komunitas Kunjungi Tempat Bersejarah di Cirebon

Cirebon,- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda Jawa Barat mengajak 100 bikers yang terdiri dari konsumen...

Cirebon Technopreneurship Kembali Gelar Seminar Nasional di Universitas Kuningan

Kuningan,- Revolusi industri 4.0 ada tantangan dan ada peluang yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan (Uniku) bekerja...

DAM Tawarkan Berbagai Program Spesial di Honda Premium Matic Day Cirebon

Cirebon,- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat bekerja sama dengan PT Astra Honda...

More Articles Like This