Selasa, 26 Mei 2020

Ini Makna dan Filosofi Siraman Panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Inilah Keputusan Bupati Cirebon dan Peraturan Bupati Cirebon tentang PSBB

Keputusan Bupati Cirebon Nomor : 443/Kep.235-Hukum/2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Hukum Kabupaten Cirebon dalam rangka...

PSBB di Kota Cirebon Diperpanjang, Sultan Sepuh Keluarkan Maklumat

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon akan diperpanjang mulai tanggal 20 Mei 2020 sampai 14 hari...

Cirebon,- Jelang Maulid Nabi SAW, Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi Siraman Panjang dan buka bekasem ikan, yang berlangsung di Dalem Arum Keraton Kasepuhan, Senin (4/11/2019).

Siraman panjang dan buka bekasem ikan ini dilaksanakan setiap tanggal 5 Maulud di Keraton Kasepuhan Cirebon.

1. Tradisi Siraman Panjang dan Buka Bekasem Ikan

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, P.R.A. Arief Natadiningrat menjelaskan tradisi Siraman Panjang adalah mencuci sembilan piring, 40 piring pengiring, dua buah guci, dan dua gelas yang usianya sudah 700 tahun.

Loading...

“Piring-piring tersebut biasa dipakai oleh Wali Songo dulu. Dan ini dicuci setiap setahun sekali pada tanggal 5 Maulud,” ujarnya kepada About Cirebon usai prosesi Siraman Panjang.

Lanjut Sultan, piring-piring tersebut nantinya akan digunakan pada tanggal 12 Maulud untuk upacara Panjang Jimat, yaitu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Jadi, piring-piring ini nanti untuk tempatnya nasi jimat,” jelasnya.

Setelah melaksanakan siraman panjang, prosesi dilanjut dengan tradisi buka bekasem ikan. Bekasem ikan ini dimasukan kedalam guci dan ditutup rapat dengan rempah-rempahan yang sudah dibuat sejak tanggal 5 Safar dan dibuka pada 5 Maulud.

“Setelah didiamkan selama satu bulan, bekasem ikan ini dikeluarkan, lalu dibersihkan. Nantinya bekasem ikan ini dimasak bersamaan dengan nasi jimat untuk disuguhkan pada upacara panjang jimat,” bebernya.

“Nasi jimat ini akan dibacakan doa, sholawatan, dan kitab barjanji di Langgar Agung Keraton Kasepuhan,” imbuhnya.

2. Makna dan Filosofi Siraman Panjang

Makna dari siraman panjang, menurut Sultan, bahwa setiap kita ingin melakukan kegiatan, amal ibadah, dan setiap akan mengadakan sesuatu itu selalu kita bersuci terlebih dahulu.

“Ini adalah awal dari dalam peringatan Maulid Nabi SAW, dan kita awali dengan bersuci terlebih dahulu yaitu dengan mencuci piring-piring yang akan digunakan dalam upacara panjang jimat,” terangnya.

“Sehingga, makna dan filosofinya kita harus bersuci atau berwudhu, atau mandi didalam mengawali kegiatan,” tambahnya.

3. Sudah Berjalan Ratusan Tahun

Tradisi Siraman panjang dan buka bekasem ikan merupakan tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun, dan sampai saat ini terpelihara di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Prosesi ini juga sebagai menjaga adat dan tradisi budaya kita. Ini adalah kekayaan khazanah budaya kita,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, keraton-keraton lain dan pusat-pusat budaya yang ada di Indonesia, memelihara adat dan tradisi ini.

4. Tahun Ini Sembilan Piring Keluar

Pada prosesi siraman panjang tahun ini, kata Sultan, kesembilan piring ini dikeluarkan untuk dibersihkan. Biasanya, tiap tahun hanya tujuh piring yang dikeluarkan.

“Untuk tahun ini istimewa, sembilan piring keluar untuk dibersihkan. Karena yang bisa mengeluarkan kesembilan piring tersebut hanya di tahun Wawo dan Dal,” kata Sultan.

Kemudian, untuk 40 piring pengiring yang dibersihkan kesemuanya ada tulisan kaligrafi, yang berkalimat Toyibah dan Sholawat.

“Yang dibersihkan juga ada dua guci dan dua gelas,” terangnya.

Tradisi mencuci sembilan piring, 40 piring pengiring, dua buah guci, dan dua gelas yang usianya sudah 700 tahun.

5. Berebut Air

Usai melaksanakan tradisi siraman panjang, masyarakat yang hadir langsung berebut air pencucian piring-piring tersebut.

Menurut Sultan, warga yang berebut air itu karena, mereka meyakini bahwa air ini mencuci piring yang berkalimatkan toyibah, dan piring-piring tersebut dibacakan sholawat, doa dan kitab barjanji setiap 12 robiulawal, dapat barokahnya.

“Setiap tahunnya, masyarakat yang hadir tidak hanya dari wilayah Cirebon saja, bahkan ada yang dari luar seperti Surabaya, Jakarta, Subang, Bandung, dan dari mana-mana,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

25 Tahun Telkomsel Konsisten Melayani Negri Untuk Terus Bergerak Maju Bersama Indonesia

Jakarta,- Pada hari ini Telkomsel telah hadir di tengah masyarakat selama genap 25 tahun. Selama perjalanannya, Telkomsel secara konsisten...

Test Massal Swab akan Dilakukan di Kecamatan Gebang dan Losari

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon akan kembali melakukan tes Swab massal melalui metode PCR (Polymerase Chain Reaction)...

H+2 Lebaran, Terminal Harjamukti Belum Ada Aktivitas Penumpang

Cirebon,- H+2 Hari Raya Idulfitri, arus balik di Terminal tipe A Harjamukti Kota Cirebon masih terlihat sepi dan tidak ada aktivitas naik turun penumpang,...

Akses Lima Pintu Masuk Tol Arah Jakarta di Cirebon Dibatasi

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon dibantu dengan TNI, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait memberlakukan pembatasan akses masuk kendaraan di lima pintu masuk tol arah Jakarta.Dalam...

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil pemeriksaan swab kedua negatif, pasien...

More Articles Like This