Selasa, 25 Januari 2022

Ini Makna dan Filosofi Siraman Panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Jelang Maulid Nabi SAW, Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi Siraman Panjang dan buka bekasem ikan, yang berlangsung di Dalem Arum Keraton Kasepuhan, Senin (4/11/2019).

Siraman panjang dan buka bekasem ikan ini dilaksanakan setiap tanggal 5 Maulud di Keraton Kasepuhan Cirebon.

1. Tradisi Siraman Panjang dan Buka Bekasem Ikan

Loading...

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, P.R.A. Arief Natadiningrat menjelaskan tradisi Siraman Panjang adalah mencuci sembilan piring, 40 piring pengiring, dua buah guci, dan dua gelas yang usianya sudah 700 tahun.

“Piring-piring tersebut biasa dipakai oleh Wali Songo dulu. Dan ini dicuci setiap setahun sekali pada tanggal 5 Maulud,” ujarnya kepada About Cirebon usai prosesi Siraman Panjang.

Lanjut Sultan, piring-piring tersebut nantinya akan digunakan pada tanggal 12 Maulud untuk upacara Panjang Jimat, yaitu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon.

BACA YUK:  Wah, Penyerahan Perdana All New BR-V di Honda Mulya Putra Cirebon

“Jadi, piring-piring ini nanti untuk tempatnya nasi jimat,” jelasnya.

Setelah melaksanakan siraman panjang, prosesi dilanjut dengan tradisi buka bekasem ikan. Bekasem ikan ini dimasukan kedalam guci dan ditutup rapat dengan rempah-rempahan yang sudah dibuat sejak tanggal 5 Safar dan dibuka pada 5 Maulud.

“Setelah didiamkan selama satu bulan, bekasem ikan ini dikeluarkan, lalu dibersihkan. Nantinya bekasem ikan ini dimasak bersamaan dengan nasi jimat untuk disuguhkan pada upacara panjang jimat,” bebernya.

“Nasi jimat ini akan dibacakan doa, sholawatan, dan kitab barjanji di Langgar Agung Keraton Kasepuhan,” imbuhnya.

2. Makna dan Filosofi Siraman Panjang

Makna dari siraman panjang, menurut Sultan, bahwa setiap kita ingin melakukan kegiatan, amal ibadah, dan setiap akan mengadakan sesuatu itu selalu kita bersuci terlebih dahulu.

“Ini adalah awal dari dalam peringatan Maulid Nabi SAW, dan kita awali dengan bersuci terlebih dahulu yaitu dengan mencuci piring-piring yang akan digunakan dalam upacara panjang jimat,” terangnya.

BACA YUK:  Malam Pergantian Tahun, Kapolres Cirebon Kota Minta Cafe hingga Hiburan Malam Tutup Pukul 22.00 WIB

“Sehingga, makna dan filosofinya kita harus bersuci atau berwudhu, atau mandi didalam mengawali kegiatan,” tambahnya.

3. Sudah Berjalan Ratusan Tahun

Tradisi Siraman panjang dan buka bekasem ikan merupakan tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun, dan sampai saat ini terpelihara di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Prosesi ini juga sebagai menjaga adat dan tradisi budaya kita. Ini adalah kekayaan khazanah budaya kita,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, keraton-keraton lain dan pusat-pusat budaya yang ada di Indonesia, memelihara adat dan tradisi ini.

4. Tahun Ini Sembilan Piring Keluar

Pada prosesi siraman panjang tahun ini, kata Sultan, kesembilan piring ini dikeluarkan untuk dibersihkan. Biasanya, tiap tahun hanya tujuh piring yang dikeluarkan.

“Untuk tahun ini istimewa, sembilan piring keluar untuk dibersihkan. Karena yang bisa mengeluarkan kesembilan piring tersebut hanya di tahun Wawo dan Dal,” kata Sultan.

Kemudian, untuk 40 piring pengiring yang dibersihkan kesemuanya ada tulisan kaligrafi, yang berkalimat Toyibah dan Sholawat.

“Yang dibersihkan juga ada dua guci dan dua gelas,” terangnya.

Tradisi mencuci sembilan piring, 40 piring pengiring, dua buah guci, dan dua gelas yang usianya sudah 700 tahun.

5. Berebut Air

Usai melaksanakan tradisi siraman panjang, masyarakat yang hadir langsung berebut air pencucian piring-piring tersebut.

BACA YUK:  Wah, Disdik dan Kemenag Kota Cirebon Siapkan PTM 100 Persen Untuk Tingkat SMP dan MTs

Menurut Sultan, warga yang berebut air itu karena, mereka meyakini bahwa air ini mencuci piring yang berkalimatkan toyibah, dan piring-piring tersebut dibacakan sholawat, doa dan kitab barjanji setiap 12 robiulawal, dapat barokahnya.

“Setiap tahunnya, masyarakat yang hadir tidak hanya dari wilayah Cirebon saja, bahkan ada yang dari luar seperti Surabaya, Jakarta, Subang, Bandung, dan dari mana-mana,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Rayakan Hari Jadi yang Pertama, GH Kopi Cirebon Gelar Event GH Jazz Day

Cirebon,- Green House (GH) Kopi Cirebon yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No. 113, Kedungjaya, Kabupaten Cirebon menggelar...

Pemda Kota Cirebon Mulai Pelaksanaan Vaksinasi Booster COVID-19 untuk Lansia dan Pelayanan Publik

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mulai menjalankan program vaksinasi dosis tiga atau booster. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga tersebut berlangsung di Gedung Sekretariat...

Kementerian PUPR Targetkan Seluruh Seksi Tol Cisumdawu Rampung Tahun 2022

Bandung,- Jalan Tol Cisumdawu Seksi 1 baru saja diresmikan Senin 24 Januari 2022, selanjutnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan seluruh proyek selesai...

Mulai Besok Pagi, Tol Cisumdawu Seksi I Terapkan Tarif Gratis Selama Dua Minggu

Bandung,- Tol Cisumdawu dibuka mulai besok, Selasa (25/01/22) pukul 06.00 untuk seksi I sepanjang 11,45 kilometer yang menghubungkan antara Cileunyi dan Pamulihan. Adapun tarif tol...

More Articles Like This