Semakin Menarik, Program AboutCirebon Talk Bahas Minat Baca untuk Anak-anak

0
43
Salah satu peserta AboutCirebon Talk saat bertanya kepada inspirator, Ibu Lismah.

Cirebon,- Setiap dua minggu sekali, program AboutCirebon Talk yang digagas oleh About Cirebon selalu menghadirkan narasumber yang inspiratif dan edukatif.

Seperti acara AboutCirebon Talk edisi ketiga kali ini, About Cirebon mengundang dua inspirator Cirebon yakni Lismah Rahmawati seorang Volunter Perpustakan 400 Cirebon dan Iyoes seorang Pendiri Sahabat Jiwa.

Aston Hotel

Acara AboutCirebon Talk edisi ketiga berlangsung di G-Work Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon, Sabtu (22/12/2018) sore.

Acara AboutCirebon Talk, diawali oleh Lismah Rahmawati (50) seorang wanita yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini dan mengelola PAUD sosial untuk anak-anak yang background ekonomi keluarga sederhana tersebut, terus mengedepankan budaya literasi.

AboutCirebon TALK di G-Work Grage City Mall.

“Di tahun 2018 ini, baru terealisasi mengadakan story telling untuk anak-anak di Perpustakaan 400 dengan sukarela,” ujarnya.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Lismah yang pernah tinggal di Inggris selama 4 tahun, dan sekarang memutuskan menjadi volunteer di Perpustakaan 400, masih memiliki program-program selain story telling.

“Masih banyak perogram-program lainnya seperti kelas merajut dengan tutor yang ahli dalam merajut, reading challenge, discussion group, bedah buku, temu dengan penulis atau animasi buku dan kursus-kursus yang lain,” bebernya.

Menurut Lismah, kegiatan-kegiatan yang sekarang berjalan, ternyata banyak diminati oleh masyarakat. Sehingga, yang tadinya tidak tahu Perpustakaan 400, kini menjadi tahu.

Foto bersama audience AboutCirebon TALK

“Bahkan, dari data pengunjung Perpustakaan 400, ada peningkatan pengunjung yang sangat signifikan jumlahnya. Sekarang saja mencapai 400 sampai 500 pengunjung setiap harinya,” jelas Lismah.

Literasi yang ada setiap minggu dan bulan begitu sangat dirasakan manfaatnya, bahwa kegiatan keterampilan sangat atraktif sekali. Dan setelah beberapa kali ikut kegiatan, banyak yang bisa menghasilkan berbagai kerajinan rajut seperti tas, sepatu dan lainnya.

“Setelah berkembang, kemudian berbagai kerajinan tersebut dijual,” terangnya.

Kemudian, kata Lismah, story telling juga sangan dirasakan manfaatnya, anak-anak jadi senang membaca dan senang berkunjung ke perpustakaan.

“Jadi, sangat luar biasa sekali buat saya yah, kegiatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat. Mudah-mudahan, masyarakat Cirebon bisa melek literasi dan bisa maju,” tandasnya.

Selain itu, inspirator kedua Iyoes selaku Founder Komunitas Sahabat Jiwa Cirebon menjelaskan bahwa awal berdiri Sahabat Jiwa saat dirinya kuliah di Jurusan Psikologi 8 tahun yang lalu di Kota Salatiga.

“Kami Sahabat Jiwa berusaha fokus mengembangkan karakter anak-anak sejak sedini mungkin,” ujarnya

Lanjut Iyoes, bagaimana cara mengembangkan karekter anak-anak tersebut. Caranya adalah kita Sahabat Jiwa membuat sebuah rumah baca di salah satu kampung padat penduduk di Kota Cirebon.

Lokasi tepatnya Rumah Baca Sahabat Jiwa berada di Kampung Purwasari, pemukiman padat penduduk yang terletak di antara dua perlintasan kereta api. Kampung ini berada di wilayah Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.

“Kami memulainya dengan langka kecil, yaitu mendidik anak-anak di pemukiman padat penduduk ini agar mereka memiliki pemikiran yang luas dan menggunakan kreativitas mereka untuk membangun tempat tinggalnya,” beber Iyoes.

Kegiatan yang dilakukan di rumah baca meliputi beberpa program seperti KeJar Calista (Kelompok Belajar Baca Tulis dan Matematika), KeJar Berbaris (Kelompok Belajar Berbahasa Inggris), dan Sekolah Kreatif.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, sejak siang sampai menjelang Maghrib,” jelasnya. (AC212)