Sambut Bulan Ramadan, Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Tradisi Dugdag

Cirebon, 26 Mei 2017,- Keraton Kasepuhan menggelar tradisi Dugdag, yakni tradisi tersebut menandakan masuknya bulan Ramadan. Acara tradisi tersebut digelar di Langgar Agung Keraton Kasepuhan selepas salat ashar, Jumat (26/05/2017).

Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat mengatakan, tradisi dugdag di Kasultanan Kasepuhan Cirebon sudah ada sejak jaman para wali sekitar abad ke-15. Tradisi ini juga dilakukan tak hanya dibulan Syaban saja, tetapi dibeberapa hari-hari yang lain termasuk nanti dibulan ramadan selama 30 hari di Masjid Sang Cipta Rasa untuk membangunkan sahur.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di ULP Cirebon Kota, 13 September 2022

Menurutnya, Dugdag itu adalah pemukulan bedug yang bertalu-talu yang dipukul lama, kalau biasanya bedug dipukul hanya sebentar, tetapi kalau dugdag bisa sampai satu jam dipukul terus menerus.

“Tradisi dugdag akan dibunyikan pada saat masuk bulan syawal dan bedug ini merupakan tradisi yang digunakan para wali untuk menandakan di waktu-waktu sholat disamping juga adzan,” ujarnya.

Pada hari ini 30 Syaban adalah menandakan masuknya bulan ramadan, masyarakat untuk mengetahui tanda daripada masuk bulan ramadan yaitu dengan dugdag ini.

BACA YUK:  Nyemil Ciki Sudah Bosen? Yuk Jajan Telor Gulung

Katanya, kalau sekarang sudah ada televisi, kemudian pengumuman radio, kalau dulu masyarakat belum punya televisi dan barang elektronik lainnya pada ratusan yang lalu menggunakan dugdag ini.

Lanjut dia, mengenai tradisi lainnya yang akan dilaksanakan oleh Kasultanan Kasepuhan, ada beberapa tradisi lainnya yang tetap akan dilaksanakan seperti, tradisi maleman, tadarusan, khataman dan beberapa tradisi lainnya.

“Para Wali Songo tentunya bagaimana mengajak kepada masyarakat pada waktu itu adalah untuk mengerjakan ibadah-ibadah yang ada di bulan ramadan yaitu sholat-sholat sunnah baik itu sholat tarawih ataupun sholat malam termasuk dzikir, doa dan baca Al-Quran,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  Inilah Hasil Kajian Penelitian dan Pengembangan Pariwisata Berbasis Kawasan di Kabupaten Cirebon

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *