Minggu, 19 Januari 2020

Nasi Jamblang Hj. Lili Berdayakan Warga Sekitar, Urban Farming Hingga Sirup Kemon

Populer

Sultan Sepuh XIV : Keraton Agung Sejagat Tidak Terdaftar Dalam FSKN

Cirebon,- Kemunculan Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menggegerkan banyak pihak setelah...

Pasca Banjir di Cirebon, Petugas Gabungan Melakukan Pembersihan Lumpur

Cirebon,- Banjir yang terjadi di RT 7 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon pada Senin malam sudah...

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Warga di RW 03 Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon Terendam Banjir

Cirebon,- Ratusan rumah di RT 7 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon terendam banjir setinggi 50 sampai...

Gudang Penyimpanan Popok Bayi di Cirebon Dilalap Si Jago Merah

Cirebon,- Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan popok bayi di Jalan Buyut Pronggol, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu...

Satpol PP Kota Cirebon Kembali Tertibkan PKL di Kawasan Tertib Lalu Lintas

Cirebon,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sudarsono, Kota...

Cirebon,- Nasi Jamblang Hj. Lili yang baru dibuka pada tanggal 9 November 2019 lalu mengusung konsep yang berbeda. Dengan konsep modern, kuliner khas Cirebon ini berlokasi di Jalan Kabupaten, Kota Cirebon.

Dr. Ir. Arief Safari, pemilik Nasi Jamblang Hj. Lili mengatakan konsep Nasi Jamblang Hj. Lili ingin membuat atau mengangkat ide bahwa Nasi Jamblang ini bukan sesuatu makanan untuk rakyat jelata. Sehingga orang selalu mengindentikan makan Nasi Jamblang di pinggir jalan, penuh debu.

“Maka Nasi Jamblang Hj. Lili kita ubah konsep itu. Nasi Jamblang itu suguhannya sudah luar biasa, dan yang makan juga sudah orang-orang elit. Tapi mereka kan membutuhkan level pelayanan yang berbeda seperti tempat lebih bersih, lebih nyaman,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Sabtu (16/11/2019).

“Oleh karena itu, kita membuat konsep bahwa makan Nasi Jamblang bisa ditempat yang nyaman dan enak. Artinya kita ingin mengubah pandangan tentang Nasi Jamblang,” tambahnya.

Loading...

Menurut Arief, saat ingin membangun ide tentang Nasi Namblang Bu Hj. Lili, berangkat dari rumah orang tuanya yang sudah cukup lama tidak ditempati, kemudian mendapat ide dari salah satu penunggu rumah untuk bersama-sama mengembangkan usaha lebih lanjut.

“Saat itu saya tercetus untuk membuat Nasi Jamblang. Dari situ, saya dikenali oleh Pak Engkos penunggu rumah dengan Komunitas Ruang Sekawan. Komunitas ini adalah sekumpulan anak-anak muda di RW 04 Kelurahan Kejaksan, yang ingin menyalurkan bakat-bakat tentang masalah seni dan masalah lainnya,” bebernya.

Tak hanya bertemu dengan Komunitas Ruang Sekawan, kata Arief, kami dikenali lagi dengan Ibu RW dan ibu-ibu PKK, bahwasanya mereka menginformasikan pernah ikut lomba pangan dan menang. Produk yang dilombakannya itu namanya Sirup Kemon (Kemangi Lemon).

Pemilik Nasi Jamblang Hj. Lili Tunjukan Sirup Kemon (Kemangi Lemon)

“Dari ketiga pertemuan itu saya buat satu konsep. Kalau nasi jamblang bu Hj. Lili kita bangun, itu tidak akan menjadi berdiri sendiri konsepnya,” terangnya.

“Jadi anak-anak ruang sekawan ini akan mengembangkan urban farming berupa hydroponic untuk tanaman kemangi, selada. Dan ada juga tanaman tabulapot (tanaman buah dalam pot) berupa lemon atau jeruk nipis,” tambhanya.

Dari hasil urban farming ini, kata Arief, sebagian akan ditampung di nasi jamblang Hj. Lili dan sebagain lagi akan digunakan ibu-ibu PKK untuk mengelola membuat Sirup Kemon.

“Setelah Sirup Kemon jadi, pemasarannya ke kita lagi di nasi jamblang Hj. Lili. Jadi konsep utuhnya adalah kita ingin menjadikan RW 04 ini sebagai desa wisata. Nanti ada wisata agro berupa hydroponic, wisata kuliner, dan pemberdayaan ekonominya,” paparnya.

“Di mana desa wisata inilah sebagai penunjang pengembangan Alun-alun Kejaksan. Kalau Alun-alun Kejaksan sudah jadi, justru memerlukan komponen pendukung. Salah satu pendukungnya adalah desa wisata di RW 04 ini” kata Arief.

Pihaknya ingin menumbuhkan, bukan tatanan bahwa nasi jamblang ingin maju sendiri, tapi ingin masyarakat yang ada disekitar bisa ikut maju.

“Jadi saya ingin maju bersama-sama di RW 04 Kelurahan Kejaksaan ini,” ungkapnya.

Rencana kedepan, Nasi Jamblang Hj. Lili memiliki cita-cita nasi jamblang bisa ada dimana-mana dalam bentuk franchise. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Asyiknya Berwisata di Grand Maerakaca Semarang

Semarang,- Waktu tempuh dari Cirebon ke Semarang semakin cepat, baik menggunakan kereta api maupun menggunakan kendaraan mobil yang memakan...

Jangkau Wilayah Remote, Kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jawa Barat Meningkat

Bandung,- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III melakukan penandatanganan kontrak Penyediaan BBM dan Pelumas dengan 27 satuan kerja (Satker) di lingkungan Kepolisian...

Kolaborasi “Talks@Telkomsel” Hadirkan “Millenials Career Talk”, Diskusikan Kesempatan Anak Muda untuk Era 4.0

Bandung,- Telkomsel kembali menggelar program talk show Talks@Telkomsel. Acara Talks@Telkomsel sendiri merupakan program talk show bulanan yang diadakan Telkomsel dengan tema-tema menarik sesuai budaya...

Instagram Dulu dan Kini Sudah Berubah, Ini Kata Praktisi Sosial Media

Cirebon,- Berkah Digital Sinergi kembali menggelar Seminar Session 7 Berkah Billionaire Class yang mengusung tema “Instagram Dulu dan Kini”, Sabtu (18/1/2020). Kegiatan yang berlangsung di...

Sasar Kaum Milenial, CSB Mall Akan Buka Opus Ware House Dengan Konsep Kekinian

Cirebon,- Awal tahun 2020, tenant yang ada di CSB Mall sudah mencapai 100 persen. Namun awal tahun ini, akan ada tenant terbaru hadir di...

More Articles Like This