Mulai Desember, Pegawai di Pemkab Cirebon Gunakan Batik Mande Praja Caruban

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan Batik Mande Praja Caruban sebagai batik baru untuk seluruh pegawai di Pemerintahan Kabupaten Cirebon, Senin (30/11/2020).

Batik Mande Praja Caruban ini menggantikan batik berwarna merah yang sudah ada. Dimana, batik ini akan digunakan oleh seluruh pegawai Pemkab Cirebon hingga ke tingkat desa.

Penggunaan Batik Mande Praja Caruban mulai digunakan pada Desember tahun ini, setiap hari Kamis pada Minggu genap.

Pergantian batik merah yang sudah ada dengan Batik hasil dari lomba atau sayembara design batik yang diselenggarakan pada 2019 lalu ini sudah sesuai dengan Perbup (Peraturan Bupati) nomor 47 tahun 2020.

Dalam perbup tersebut menjelaskan tentang perubahan atas peraturan Bupati nomor 40 tahun 2019 tentang pakian dinas kepala daerah, wakil kepala daerah dan pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon.

BACA YUK:  Familiarization Trip Cirebon Goes To Jaksel, Inilah Kegiatannya

“Pakain batik ini akan digunakan pada minggu genap setiap hari Kamis. Akan dimulai pada Desember ini penggunaannya,” ujar Hartono, Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon, Selasa (1/12/2020).

Untuk tahap pertama, menurut Hartono, pihaknya sudah memesan sebanyak 5000 potong kain batik ke pengrajin melalui Dinas UMKM yang memesan langsung ke pengrajin.

“Tahap pertama ini kita sudah pesan 5000 potong kain batik ke pengrajin langsung,” jelas Hartono.

Diberitakan sebelumnya, Batik Mande Praja Caruban merupakan hasil lomba tahun anggaran 2019.

“Motif dari Batik Mande Praja Caruban yaitu motif Cirebonan. Perpaduan dari berbagai jenis dijadikan satu,” ujar Hartono saat dihubungi, Jumat (2/10/2020).

BACA YUK:  Mari Apresiasi Perjuangan Guru yang Berinovasi Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di Indonesia

Hartono menjelaskan, Batik Mande Praja Caruban adalah motif yang diciptakan khusus untuk menjadi motif khas dan dikenakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Motif ini merupakan karya orisinal seniman batik Cirebonan melalui lomba Desain batik Kabupaten Cirebon Tahun 2019 yang hak ciptanya menjadi milik Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Selain menjadi khas Pemerintah Kabupaten Cirebon,diharapkan motif batik ini juga akan menjadi kebanggaan daerah Kabupaten Cirebon serta memberikan semangat untuk membangun daerah tercinta menjadi lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Mengenai makna tersirat dari nama motif batik tersebut, Hartono menjelaskan bahwa motif utama dari batik tersebut Mande (Bale/Tajug) suatu banguna tempat berkumpul untuk berembuk, berbincang, musyawarah mengerjakan ilmu atau komunikasi lainnya.

BACA YUK:  MSD dan Bio Farma Tandatangani Perjanjian Kerjasama Transfer Teknologi 

“Pada jaman dahulu Mbah Kuwu memerintahkan kepada seluruh ki gede/kuwu untuk membangun mande yang fungsi utamanya adalah untuk syiar Islam,” jelasnya.

Kemudian Praja, kata Hartono artinya pegawai pemerintah orang-orang yang beraktifitas di lingkungan pemerintah. Praja juga bermakna struktur pemerintah dengan seluruh komponen pendukungnya.

Sedangkan Caruban artinya Cirebon, menunjuk pada daerah Kabupaten Cirebon dengan segala keanekaragaman penduduknya, kekayaan alamnya serta aneka potensi budayanya.

“Mengunakan bahasa aslinya nama daerah Cirebon dimasa lalu, Caruban, yang berarti campuran untuk lebih memberikan kesadaran akan daerah yang multi kultur, terbuka dan toleran dengan segala potensi yang dimilikinya,” kata Pungkasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *