Sabtu, 30 Mei 2020

Menuju Cirebon Pusaka Metropolitan Oleh Bakhrul Amal

Populer

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Sumber Ditutup Sementara Selama 14 Hari

Cirebon,- Dua Pedagang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Positif Covid-19 setelah dilakukan tes massal swab pada tanggal 18 Mei...

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

Cirebon,- Setelah menutup sementara operasional mall, Grage Group memutuskan Grage Mall dan Grage City Mall akan dibuka kembali besok,...

Tanpa Gejala Klinis, Dua Pedagang Pasar Sumber Terkonfirmasi Positif Covid-19

Cirebon,- Dua pedagang Pasar Sumber terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil test swab massal menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction)...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga,...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat...

Setelah geger-geger metropolitan, Cirebon kini menyandang gelar baru. Gelar tersebut, konon, adalah hasil rembukan para analis sejarah dan pengembang kota yang terpercaya. Gelar yang dimaksud adalah Cirebon Kota Pusaka.

Pemilihan Cirebon sebagai kota pusaka didasari oleh beberapa alasan. Pertama, tentunya yang paling penting, di Kota Cirebon terdapat begitu banyak peninggalan arsitektur Kerajaan Islam, bangunan bekas Pemerintahan Belanda, dan destinasi-destinasi lain yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan. Kedua, Kota Cirebon banyak menyimpan barang-barang kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi. Ketiga, secara literasi sebagai pelengkap, Kota Cirebon adalah kota yang menyimpan begitu banyak arsip-arsip kuno, dokumen-dokumen penting perihal Indonesia, dan juga narasi mengenai peradaban dunia.

Kedua hal yang datang secara hampir bersamaan itu, yakni Metropolitan dan Pusaka, tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi Cirebon. Untuk itu, agar arah tujuan daripadanya bisa berdampingan, ada baiknya Kota Cirebon memperhatikan beberapa hal ini sebagai contoh.

RENOVASI HAUSSMANN

Loading...

Siapa yang tidak tahu Paris. Kota Mode. Kota pencetak ratusan filsuf ternama. Dan tentu, kota yang menjadi Ibu Kota dari negara pemilik menara Eifel, Prancis.

Dalam sebuah kisah perang dunia, Paris pernah kebagian didatangi oleh Hitler. Tidak seperti biasanya, kedatangan Hitler pada waktu itu mendadak hening. Hitler dapati keindahan yang teramat sangat di kota Paris. Sampai-sampai dia berpesan “kalian boleh habisi warganya, tapi jangan ada yang merusak kota ini”.

Keindahan Paris tersebut tidak terbentuk serta merta. Paris dirancang oleh penguasa kerajaan kenamaan bernama Haussmann atas perintah Napoleon III. Dari tahun 1857 hingga 1870 program tersebut dilakukan.

Haussmann memulai revolusi perubahan itu dengan memperhatikan beberapa titik. Antara lain yang diperhatikan adalah perluasan saluran pembuangan, memperlebar jalan utama, membuat tata aturan bangunan publik, dan pembangunan monumen. Haussmann juga menitikberatkan pembangunanannya pada bangunan bersejarah, namun tidak melupakan unsur modern yang hendak dicapai.

Salah satu contoh regulasi yang diterbitkan oleh proyek renovasi Haussmann itu adalah aturan mengenai tinggi maksimum bangunan-bangunan kota dari 17.55 meter menjadi 20 meter di jalan yang lebih luas dari 20 meter. Adapula salah satu jalanan bernama jalanan Rivoli dijadikan percontohan bagi jalanan lainnya.

Hasil yang diperoleh dari proyek tersebut, menurut parispropertygroup, tidak hanya berdampak pada kenyamanan kota. Tetapi, hasil rencana renovasi itu berdampak pula pada berkurangnya penyakit epidemi yang pada waktu itu menyerang Prancis, utamanya Paris.

ZONING REGULATION

Setelah mencontoh pembangunan dengan semangat Haussmann, yakni semangat historis dan kemajuan, kita beranjak ke regulasi penunjang. Kota modern umumnya menerapkan aturan berupa Zoning Regulation. Zoning Regulation ini penting untuk menyelaraskan bagian Pusaka dan bagian Metropolitan.

Zoning Regulation atau peraturan zonasi, di beberapa kota di Indonesia dikenal dengan Rencana Tata Ruang Kota. Perbedaannya peraturan zonasi memiliki nilai detail yang berlebih. Peraturan zonasi ini mengatur pula mengenai pemanfaatan lahan dalam satu kawasan dengan amat rinci.

Contohnya ada zona Ruang Terbuka Hijau. Ruang Terbuka Hijau itu pada umumnya hutan kota atau taman kota. Zoning Regulation itu merinci maksud RTH itu lebih jauh. Pada skema Zoning Regulation aturan mengenai RTH itu dijelaskan seperti; bentuknya apa? Tamankah atau hutan kotakah? Peruntukannya untuk apa? Dan juga aturan mengenai tunaman apa yang ditanam di situ.

Menurut pengamatan Ratih Purnamasari, Zoning Regulation ini bisa kita lihat di negara Singapura. Di sana, tutur Ratih, ada istilah mengenai zona Green Infrastructure atau infrastruktur hijau. Tujuannya untuk mengembangkan jaringan hijau pada jalan air (waterway), green park (taman hijau), sebagai bagian dari kegiatan konservasi dalam satu wilayah kota.

IDENTITAS KOTA

Selain prinsip perubahan dan juga pembentukan zona yang rinci, setiap kota perlu memiliki perencanaan sendiri yang menyesuaikan dengan sejarah kota tersebut. Perencanaan kota ini tidak hanya meliputi penataan jalan, kejelasan area, tetapi juga mengenai identitas daripada kota itu sendiri.

New York tentulah dibangun dengan tema time is money. Di kota itu aktifitas pekerjaan berlangsung dari jam 7 pagi hingga jam 6 pagi, atau selama 24 jam. Dari situ kita tentu tahu bahwa identitas kota New York adalah Kota Kerja.

Di Islandia terdapat sebuah kota bernama Kota Reykjavik. Kota Reykjavik ini telah berikrar menjadi kota hijau yang ramah terhadap alam sekitar. Sistem go green mereka terapkan dengan memanfaatkan panas bumi dan pembangkit listrik menggunakan air. Kendaran di Kota Reykjavik pun menggunakan bahan bakar hidrogen.

PENUTUP

Ketiga elemen tadi, setidaknya, bisa membantu Kota Cirebon menghadapi tantangan Metropolitan dan Pusaka. Revolusi Haussmann bisa mengispirasi terhadap model bangunan serta keindahan jalanan kota agar teratur. Selain itu juga perawatan cagar budaya di era Haussmann dirawat dengan regulasi yang jelas. Zoning Regulation bisa dijadikan gambaran mengenai kejelasan RTRW Kota Cirebon yang banyak dikatakan belum jelas. Terakhir, Identitas Kota tentunya bisa menjadi gambaran bahwa bagaimana Cirebon itu hendak dibangun, maka harus berpedoman dari itu. Dengan gabungan ketiganya, maka cirebon bisa menjadi Pusaka Metropolitan !!

Penulis adalah warga Kota Cirebon yang sedang berada di Maluku Utara

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Setiap Pekan, PT Soca Samudera Nusantara Rutin Berbagi Nasi dan Masker

Cirebon,- PT Soca Samudera Nusantara membagikan nasi kotak dan masker kepada para pengendara yang melintas di Jalan Pangeran Cakrabuana,...

Kota Cirebon Siap Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai tanggal 12 Juni 2020.Keputusan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat...

Masuk Zona Biru, Kabupaten Cirebon Tidak Perpanjang PSBB

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cirebon berakhir pada hari ini, Jumat 29 Mei 2020.Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon tidak akan memperpanjang masa...

Saat Pandemi Covid-19, Membaca Bisa Mengatasi Kebosanan di Rumah

Cirebon,- Di tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tetap melaksanakan aktivitas di rumah aja.Dengan pembatasan aktivitas di luar rumah, bisa dimanfaatkan masyarakat untuk...

Pasar Sumber Ditutup, Pedagang Rela Demi Kesehatan Bersama

Cirebon,- Setelah ditemukan pedagang pasar sumber yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menutup sementara operasional pasar selama 14 hari ke depan.Penutupan Pasar...

More Articles Like This