Rabu, 27 Oktober 2021

Mengenal Situs Lawang Sanga Keraton Kasepuhan

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Mungkin sebagian orang tidak mengetahui situs budaya lawang sanga atau pintu sembilan. Lawang Sanga, merupakan cagar budaya yang dimiliki keraton Kasepuhan Cirebon.

Letak lawang sanga berada di luar komplek keraton kasepuhan, namun ada di belakang Keraton Kasepuhan Cirebon, tepatnya di pinggir sungai kriyan, di RT 9 RW 2 Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dalam naskah negara Kertabumi, lawang sanga dibangun dalam rangka persiapan infrastruktur Gotrasawala yang dilaksanakan oleh Pangeran Wangsakerta pada masa Sultan Sepuh I Syamsudin Martawijaya yaitu pada sekitar tahun 1677 Masehi.

Loading...
BACA YUK:  Ratusan Warga di 15 Desa di Cirebon, Serentak Dilatih Literasi Digital

Lawang sanga disiapkan untuk berlabuhnya perahu dan pintu masuk bagi para utusan dari kerajaan-kerajaan di Nusantara, yang pada waktu itu memang jalur lautlah yang aman bagi perjalanan.

Lurah Keraton Kasepuhan Cirebon, Moch. Maskun mengatakan lawang sanga merupakan pintu masuk untuk menerima upeti, kalau sekarang bisa disebut syahbandar.

“Dulu untuk memberikan upeti ke keraton itu melalui sungai,” ujarnya kepada About Cirebon, Senin (10/9/2018).

Maskun menjelaskan, disebut lawang sanga karena pintunya ada sembilan. Secara filosofinya merupakan lambang dari sembilan lubang yang ada didalam tubuh manusia, diantaranya dua lubang hidung, dua lubang mata, dua lubang telinga, dua lubang pencernaan, dan satu lubang mulut.

“Dan sembilan itu angka yang paling besar dan paling sempurna,” terangnya.

Lanjut Maskun, berfungsinya lawang sanga tidak dijelaskan sampai sultan keberapa, namun untuk hal ritual sampai sekarang masih dijalankan.

“Tiap bulan Suro, acara sedekah bumi diadakannya di lawang sanga, yang bertujuan untuk mengirim doa kepada arwah leluhur,” jelasnya.

Saat bulan maulud pun, kata Maskun, masih ada yang berziarah ke lawang sanga, bahkan setiap kliwonan ada juga yang datang.

BACA YUK:  Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Mengenai bangunan Situs, Maskun menambahkan, bahwa situs lawang sanga sudah beberapa kali dilakukan pemugaran, tetapi pemugarannya tidak seluruhnya.

“Hanya sebagian-sebagian saja yang diperbaiki. Diperbaikinya pun oleh tim cagar budaya,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kapolresta Cirebon, Kombes...

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This