Jumat, 20 September 2019

Melihat Tradisi Membersihkan Mushaf Al-Quran Peninggalan Pendiri Desa Sitiwinangun Cirebon

Populer

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Festival Budaya Cirebon

Cirebon,- Festival Budaya Cirebon (Nadran Gunung Jati) yang berlangsung di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon berlangsung meriah, Sabtu (14/9/2010). Ribuan...

Gadis Asal Cirebon yang Masuk The Voice of Germany 2019 Sudah Memiliki Bakat Sejak Balita

Cirebon,- Claudia Emmanuela Santoso yang mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman yakni The Voice of Germany 2019 merupakan gadis...

Ini Tanggapan Pihak Sekolah dan Adik Kelas Claudia yang Masuk The Voice of Germany 2019

Cirebon,- Gadis asal Cirebon Claudia Emmanuela Santoso yang mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman The Voice of Germany 2019...

Plt Bupati Cirebon: Katon Tourism Expo 2019 Bisa Memberikan Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi

Cirebon,- Katon Tourism Expo 2019 resmi dibuka oleh Plt Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, Kamis (12/9/2019).Acara yang berlangsung...

Seorang Difabel Ini Menyelesaikan Finswimming 3.000 Meter pada event Navy Open Tournament Lanal Cirebon

Cirebon,- Navy Open Tournament 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AL ke-74 dan Hari Jadi...

Cirebon,- Hari ke-29 Ramadan adalah hari indentik tradisi membersihkan Mushaf Al-Quran kuno di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Tradisi membersihkan Mushaf Al-Quran Kuno yang berumur ratusan tahun yang lalu berlangsung di Masjid Keramat Kebagusan, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/6/2019).

1. AlQuran Peninggalan Pendiri Desa Sitiwinangun

Ratija Brata Menggala, selaku Kuwu Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang mengatakan bahwa Mushaf Al-Quran tersebut merupakan salah satu dari pusaka yang ditinggalkan oleh pendiri Desa Sitiwinangun yang bernama Syekh Dinurja.

Selain meninggal Al-Quran yang sangat berharga, beliau (Syekh Dinurja) juga meninggalkan benda pusaka lain seperti masjid, gerabah, dan juga senjata-senjata salah satunya Kujang.

“Tradisi membersihkan Al-Quran ini sudah berjalan ratusan tahun dan ini sebagai satu simbolik bahwa kita harus menjunjung tinggi Al-Quran sebagai pedoman hidup dan kita senantiasa membersihkan jiwa kita dengan berpegang teguh ajaran Al-Quran,” ujar Ratija yang juga keturunan ke-13 dari Syekh Dinurja.

Lanjut Ratija, Mushaf Al-Quran Kuno kita pelihara sampai sekarang, Alhamdulilah berkat karomah dari Syekh Dinurja walaupun usianya sudah 400 tahun lebih, Al-Quran ini bisa terpelihara dan terawat dengan baik.

2. Setahun Dua Kali Dibersihkan

Menurut Ratija, pembersihan Mushaf Al-Quran peninggalan Syekh Dinurja, selama satu tahun dibersihkan sebanyak dua kali. Pada saat dibersihkan, masyarakat bisa melihat secara langsung Al-Quran peninggalan Syekh Dinurja.

“Masyarakat bisa melihat yang pertama pada 12 Maulid Nabi dan kedua pada malam ke-29 Ramadan,” terangnya.

Mengambil malam ke-29 Ramadan, kata Ratija, karena biasanya tanggal-tanggal ganjil ini masuk dalam malam Lailatul Qodar.

“Jadi kita mengambil momentum itu untuk ritual membersihkan Al-Quran,” bebernya.

3. Bahan yang Digunakan

Menurut Ratija, Mushaf Al-Quran yang yang ditulis tangan langsung oleh Syekh Dinurja tersebut bahan yang digunakan menggunakan kertas dari Timur Tengah.

“Bahkan, untuk box yang digunakan untuk melapisi Al-Quran terbuat dari kulit unta,” jelasnya.

Sedangkan dalam satu kotak untuk penyimpanan Mushaf Al-Quran peninggal Syekh Dinurja disatukan dengan benda pusaka lainnya yakni pendil dan benda pusaka kujang.

4. Berbagai Ritual

Dalam ritual membersihkan Mushaf Al-Quran peninggal Syekh Dinurja, Ratija memaparkan selain membersihkan Al-Quran ada juga ritual lampu jelepak. Lampu jelepak ini bahan bakar yang dipakai menggunakan minyak kelapa.

“Ritual ini sebagai satu simbolik bahwa, kalau kita berpegang teguh kepada Al-Quran maka kita akan mendapatkan cahaya,” ungkapnya.

Selain itu, pada ritual membersihkan Al-Quran terdapat juga air untuk mendapatkan barokah dari ritual tersebut. Ada juga nasi putih yang berbentuk seperti tumpeng.

5. Penyebaran Islam Melalui Pendekatan Ekonomi

Sementara itu, lanjut Ratija, yang berhak membersihkan mushaf Al-Quran peninggal Syekh Dinurja terutama meluarga kuncen, pejabat di Desa Sitiwinangun, kemudian anak cucu dari keturunan Syekh Dinurja.

Syekh Dinurja ini, kata Ratija, salah seorang pendiri Desa Sitiwinangan dan juga tokoh penyebar agama Islam di kawasan Kesultanan Cirebon bagian barat. Setelah pulang dari ibadah haji, beliau juga mendapatkan gelar nama Ki Mas Ratna Gumilang.

“Saat penyebaran agam islam pada abad ke-15, beliau merangkul atau menyebarkan agama Islam dengan cara mendirikan masjid dan juga mengajarkan keterampilan berupa kerajinan gerabah,” katanya.

“Jadi, melalui pendekatan ekonomi itu akan lebih efektif untuk menyebarkan agama Islam,” tutupnya. (AC212)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Telkomsel Luncurkan Aplikasi DIGI X Absensi Digital Berbasis Mobile

Tasikmalaya,- Telkomsel terus berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem digital di bidang pendidikan. Sebagai upaya mewujudkan komitmen tersebut, Telkomsel menghadirkan aplikasi...

64 Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti CSB Billiard Tournament Seri #3

Cirebon,- CSB Mall dengan konsep sportaimentnya kembali menghadirkan CSB Billiard Tournament seri #3 yang diselenggarakan sejak 16 sampai 22 September 2019 di Atrium CSB...

Sembilan Bayi Lahir Tepat di Tanggal 19-9-19 di RSIA Cahaya Bunda

Cirebon,- Sembilan bayi dari sembilan pasangan suami istri melahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Cahaya Bunda, Kota Cirebon bertepatan di tanggal cantik, Kamis...

A.I.O Store, Pusat AC Pertama Dengan Belasan Brand Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Pusat Air Conditioning (AC) A.I.O All In One Store melakukan Grand Opening sebagai penanda dibukanya toko AC di Kota Cirebon, Kamis (19/9/2019). Toko pusat...

Meriahkan Hari Jadi Cirebon ke-650, Jurnalis Cirebon Beradu Membuat dan Membaca Puisi

Cirebon,- Dalam ranga rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-650, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar lomba jurnalis berpuisi yang diikuti oleh teman-teman media di Cirebon baik...

More Articles Like This