Minggu, 5 April 2020

Manajemen Informasi Corona, Indonesia Perlu Belajar dari Singapura

Populer

Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Jadi Dua Orang

Cirebon,- Pasien positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 bertambah satu orang di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut disampaikan Gugus Tugas...

Mulai 1 April sampai 1 Mei 2020, Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon, Ini Daftarnya

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3...

Grage Mall dan Grage City Mall Akan Tutup Sementara Selama Dua Pekan

Cirebon,- Mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, Grage Group akan menutup sementara Grage Mall dan...

Kota Cirebon Tidak Terapkan Lockdown, Warga Datang dari Wilayah Epicentrum Akan Dipantau

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon tidak akan menerapkan lockdown wilayah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon usai kegiatan...

Dua Mobil Water Canon Dikerahkan Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan Kota Cirebon

Cirebon,- Sat Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jawa Barat bersama dengan Polres Cirebon Kota, unsur TNI, serta Satpol PP...

Cirebon,- Dalam situasi pandemi Corona yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir ini, disinformasi mengenai penyakit tersebut sudah banyak beredar di masyarakat, mulai dari cara penularan, kota yang tertular, tokoh-tokoh yang tertular hingga perilaku berlebihan dari masyarakat.

Bahkan, informasi palsu (hoax) pun menjadi tersebar luas di ranah media sosial sehingga menimbulkan kepanikan tersendiri bagi publik.

Menurut pakar ilmu komunikasi Universitas Islam Bandung, Muhammad Fuady, hoax atau berita bohong memang selalu massif penyebarannya dalam situasi krisis. Publik berada dalam situasi ketidakjelasan dan membutuhkan informasi mengenai Covid-19 untuk memperoleh kepastian, terutama apa yang sebaiknya mereka lakukan dalam menanganinya.

“Dan sumber informasi yang paling mudah diakses adalah media sosial. Sayangnya kebiasaan mengonsumsi informasi tanpa melakukan cek dan ricek membuat netizen potensial terpapar hoax,” ujar Fuady dalam keterangan tertulis yang diterima About Cirebon, Jumat (27/3/2020).

Loading...

Menurutnya, kemasan hoax bisa bermacam-macam. Bisa kelakar, tapi bisa berujung serius seperti hoax mengenai produk ponsel asal Cina yang menularkan virus Corona.

“Bila disusuri ada ratusan hoax tentang Corona yang beredar. Dan masyarakat kita mudah terpengaruh. Harusnya kita belajar dari pemerintah Singapura yang sangat ketat dalam urusan informasi sehingga masyarakatnya terhindar dari pengaruh berita palsu,” terangnya.

Pendapat ini pun diamini oleh Tatiana Gromenko, pendiri SGB, digital platform yang khusus membahas tentang Singapura bagi pelancong asal Indonesia.

Menurut Tatiana, pemerintah Singapura mengelola informasi dengan sangat ketat untuk mencegah ketakutan dan kepanikan di tengah masyarakat.

“Takut dan panik bisa merusak banyak hal, tidak saja dari ekonomi namun juga psikologis. Karena itulah pemerintah sangat berhati-hati dalam menyebarkan informasi,”

Meski demikian,informasi yang disampaikan tetap terbuka dan yang terpenting adalah akurat. Tidak ada data apapun yang dibagikan ke masyarakat kecuali sudah melewati proses verifikasi yang ketat,” tutur wanita Rusia yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Tatiana menambahkan, keterbukaan informasi di Singapura tentang Corona memungkinkan publik untuk mengetahui di mana klaster-klaster yang beresiko tinggi, namun tentu dengan tetap merahasiakan identitas pasien.

“Misalnya riwayat kontak dan penularan. Termasuk setiap kasus penyembuhan juga diumumkan,” paparnya.

Edukasi secara massif pun, kata Tatiana, dilakukan pemerintah Singapura untuk meminimalisir potensi masyarakat tertular seperti upaya pencegahan seperti apa yang perlu dilakukan, termasuk prosedur apa yang harus dijalankan saat mulai terlihat gejala-gejala mengidap Corona.

“Intinya, manajemen komunikasi sama pentingnya dengan manajemen penanganan pasien. Dan ini sudah menjadi standar operasional pejabat pemerintah di Singapura,” ungkapnya.

Selain itu, tutur wanita yang pernah tinggal di Indonesia ini, pemerintah Singapura menjaga sumber informasi dari satu pintu. Tidak ada kesimpangsiuran antara satu pejabat dengan pejabat lain yang menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Biasanya ini disebabkan karena adanya ego sektoral, dan juga ketidaksensitifan pemegang kebijakan terhadap isu Corona ini sehingga semua ingin berbicara,” katanya.

Tatiana pun menyarankan agar masyarakat Indonesia tidak panik yang berlebihan dan selektif dalam menerima informasi dari sumber-sumber yang tidak kredibel.

“Kuncinya ada pada sumber informasi yang kredibel, terbuka, transparan dan edukatif,” tutupnya.
(AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aston Cirebon Hotel Tutup Sementara Mulai 5 April Hingga 3 Juni 2020

Cirebon,- Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 dan juga mendukung himbauan pemerintah, Aston Cirebon Hotel &...

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina Serahkan Bantuan Ratusan APD untuk Dinkes Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Anggota Komisi VII DPR RI, Hi. Selly Andriany Gantina menyerahkan bantuan berupa ratusan alat pelindung diri (APD) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Sabtu...

KAI Perpanjang Pengembalian 100 Persen Pembatalan Tiket Hingga 4 Juni 2020

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang kebijakan pengembalian 100 persen untuk pembatalan tiket kereta api menjadi hingga keberangkatan 4 Juni 2020 atau H+10...

Dampak Covid-19, Pedagang Pasar Keluhkan Penurunan Omset dan Sepi Pembeli

Cirebon,- Sejak mewabahnya virus Corona atau Covid-19, sejumlah pedagang pasar mengeluhkan penurunan omset dan sepi pembeli.Seperti yang dialami Tini, pedagang Pasar Pagi Kota Cirebon...

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

Cirebon,- Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Corona atau Covid-19 dan memperhatikan Keputusan Presiden Momor 11 tahun 2020...

More Articles Like This