Kuota Haji Indonesia Tahun 2022 Sebanyak 100 Ribu Jamaah, Jawa Barat Dapat Kuota 17 Ribu

Cirebon,- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar diseminasi atau sosialisasi tentang pengelolaan dan pengawasan keuangan haji dan sosialisasi BPIH 1443 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aston Cirebon Hotel, Jalan Brigjen Darsono Bypass, Cirebon Jumat (22/4/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Selly Andriany Gantina dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Yusuf Umar.

“Tahun 2022 ini akan diberangkatkan sebanyak 100 ribu jamaah haji. Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat mendapatkan kuota sebanyak 17 ribuan jamaah haji,” ujar Selly kepada About Cirebon.

Kegiatan diseminasi ini, lanjut Selly, untuk membicarakan tentang pengelolaan dana haji yang selama ini menjadi pengelolaan dari BPKH. Sehingga, tidak terjadi mispersepsi yang selama ini menjadi hoax di mana-mana.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 6 April 2022

“Kita bisa persiapkan secara matang, mudah-mudah ini pula menjadi semacam media kepada para warga, karena memang sekarang yang kita undang dalam kegiatan ini ada KBIH dan pondok pesantren yang bisa menyampaikan secara gamblang agar tidak terjadi mispersepsi,” ungkap Selly.

Kesiapan dari Pemerintah Arab Saudi, kata Selly, baru akan dipastikan setelah Idulfitri. Seperti yang disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, sampai hari kemarin belum mendapatkan kepastian maktab yang akan ditempatkan oleh para jamaah.

“Biasanya, kita sudah mendapatkan kepastian maktab-maktab mana saja yang akan ditempatkan oleh jamaah. Tetapi, mengenai vendor, lokasi hotel atau akomodasi yang akan dipergunakan oleh jamaah, Insyallah sudah siap 100 persen,” kata Selly.

Selain itu, mengenai jamaah haji dengan usia di atas 65 tahun, Kerajaan Saudi melarang untuk berangkat. Menurut Selly, kebijakan tersebut merupakan bentuk penyesuaian yang dilakukan oleh pihak Kerajaan Saudi, mengingat dua tahun terakhir kondisi pandemi membuat pelaksanaan haji ditiadakan.

BACA YUK:  Sebanyak 1.715 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak di Kabupaten Cirebon Dilantik

“Itu hanya pembatasan usia saja, untuk antisipasi transisi pasca pandemi ke endemi, karena untuk umrah saja kan tidak dibatasi, untuk umrah diatas 65 tahun kan masih boleh berangkat. Tapi khusus untuk haji, karena ini ibadah ritual, pemerintah Saudi ingin memberikan kepastian keamanan kepada jamaah seluruh dunia, maka mereka membatasi dulu di angka 65 tahun,” katanya.

“Mudah-mudahan para jamaah bisa memahami itu. Insyaallah untuk yang kebutuhan khusus itu tidak ada pembatasan, kalau itu usianya di bawah 65 tahun itu bisa berangkat. Jadi, jangan risau,” sambung Selly.

BACA YUK:  Polresta Cirebon Amankan 60 Pelaku Tindak Kejahatan Mulai Pencurian Kotak Amal Hingga Handphone

Sementara itu, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dr Yusuf Umar pun mengatakan, untuk sementara ketentuan yang dipersyaratkan oleh pihak Saudi memang melarang jamaah di atas 65 tahun untuk berangkat.

“Untuk sementara seperti itu, selanjutnya menunggu kebijakan dari Dirjen, nanti kita sampaikan,” ujar Yusuf.

Untuk wilayah Jawa Barat, Yusuf memastikan, sudah siap dan jamaah haji yang akan diberangkatkan sekitar 46 persen dari kuota normal sekitar 44 kloter, serta dipastikan diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta.

“Insyaallah keberangkatan gelombang pertama pada 3 Juni 2022. Jamaah haji dari Jawa Barat sekitar 46 persen dari total normal 39 ribu. Tahun ini kuotanya hanya 17 ribuan untuk jamaah haji Jawa Barat,” pungkasnya. (HSY)

(Dilihat: 106 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.