Kota Cirebon Akan Longgarkan Beberapa Sektor dan Pembelajaran Tatap Muka

Cirebon,- Pemerintah pusat resmi memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level Jawa-Bali hingga 30 Agustus 2021. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual, Senin (23/8) malam.

Namun, Kota Cirebon yang masih masuk dalam PPKM level 4 akan melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang. Selain itu, ada sektor-sektor yang dilonggarkan pada level 4 di Kota Cirebon.

“Kalau kita lihat di level 4 kegiatan tetap PJJ, tapi ada beberapa kegiatan persiapan simulasi untuk pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan kapasitas 25 persen di semua jenjang,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi usai meninjau vaksinasi di SMAN 1 Kota Cirebon Selasa (24/8/2021).

BACA YUK:  Jaga Stabilitas dan Harga Pangan, Gelar Pangan Murah Ada di Lima Kecamatan Kota Cirebon

Selain itu, pihaknya juga akan melonggarkan beberapa sektor yang ada di Kota Cirebon. Salah satunya seperti sektor pariwisata yang sudah lama tutup.

“Mungkin ada sektor lain yang kita longgarkan, karena sudah cukup lama juga ya kasihan. Seperti sektor pariwisata, akan kita usulkan samakan dengan pemberlakuan di pusat perbelanjaan,” ujar

Menurut Agus, simulasi pembelajaran tatap muka sudah pernah dilakukan. Maksimum pembelajaran tatap muka dengan kapasitas 25 persen.

“Maksimum (PTM) 25 persen. Kalau kita lihat 25 persen itu dibanding dengan hari dengan jumlah yang ada, PJJ (pembelajaran jarak jauh) tetap bisa dilaksanakan. Tapi anak-anak sudah bisa tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Agus.

BACA YUK:  OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga dan Kinerja Intermediasi Terus Meningkat

“25 persen ini dihitung dari total secara keseluruhan siswa. Seperti simulasi yang pernah dilakukan, misalkan (SMA) Senin dan Selasa kelas 1, Rabu-Kamis kelas 2, Jumat-Sabtu kelas 3. Di tingkat SD kelas 1-2 bisa dihari Senin dengan 25 persen secara keseluruhan,” pungkasnya.

Agus menjelaskan, kalau dilihat dari parameter pemerintah pusat, Kota Cirebon masih dalam level 4 karena masih ada updating data kematian.

“Updating angka kematian sejak pandemi sampai dengan saat ini, jadi makanya naik angka kematiannya. Tapi secara prinsip zona resiko di Jawa Barat, kita masuk dalam zona sedang, dan secara real di lapangan sebetulnya kasus aktifnya juga turun, penambahannya juga relatif dibawah dua digit kan sekarang,” ungkapnya.

BACA YUK:  Ini Alasan Wisata Bahari Pantai Kejawanan Ditutup Selama 2 Hari

“Insyaallah akan kita usulkan kepada pimpinan untuk diberikan relaksasi atau kelonggaran di beberapa sektor yang saat ini masih tutup,” pungkasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *