Selasa, 26 Oktober 2021

Komisi III DPRD Kota Cirebon Dorong Percepat Verifikasi dan Validasi DTKS

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Obim Village & Cafe Resto Tawarkan Suasana Pedesaan di Bawah Kaki Gunung Ciremai

Kuningan,- Obim Village & Cafe Resto menghadirkan konsep yang berbeda dari yang lain. Dengan pedesaan, Obim Village ini menyuguhkan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Cirebon,- Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong agar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) melakukan percepatan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) warga Kota Cirebon.

Anggota Komisi III, Fitrah Malik mengatakan, bahwa masih banyak masyarakat yang mendapat bantuan dua kali dari lembaga pemerintah yang berbeda. Sehingga DSPPPA dinilai harus kembali mempercepat verifikasi dan validasi data warga.

“Selama verifikasi dan validasi data, DSPPPA juga perlu berkoodinasi dengan dinas lainnya, seperti Disnaker, DPKUKM dan lainnya. Karena mereka juga memberikan bantuan kepada warga tidak mampu dengan kriteria yang berbeda,” kata Fitrah seusai rapat kerja Komisi III dengan DSPPPA, Selasa (8/6) pagi, di ruang rapat gedung DPRD Kota Cirebon.

Loading...
BACA YUK:  BSI dan DMI Jalin Kerja Sama untuk Optimalkan Peran Masjid di Tengah Masyarakat

Wakil Ketua Komisi III DPRD, Cicip Awaludin SH mengakui, verifikasi dan validasi DTKS yang dilakukan DSPPPA mengalami kendala di lapangan, utamanya karena tidak ada anggaran. Akibatnya proses verifikasi dan validasi belum selesai.

“Data awal warga yang masuk DTKS pada 2015 berjumlah 28.138 orang, setelah verifikasi dan validasi hingga Desember 2020 menjadi 18.854 orang. Sehingga tersisa 9.284 orang yang belum, karena tidak ada anggaran,” ujar Cicip.

Cicip juga mengungkapkan, masih ada data warga tidak mampu non-DTKS yang perlu validasi dan verifikasi, yakni mencapai 15 ribu orang dan setelah diperiksa pemerintah pusat menjadi sekitar 14 ribu.

Sementara itu, Ketua Komisi III, dr. Tresnawaty SpB menginginkan agar tahun ini verifikasi dan validasi DTKS bisa selesai. Karena sejak tahun lalu sudah ada kesepakatan terkait penyelesaian data warga yang berhak menerima bantuan.

“Terhitung dari tahun lalu memang belum selesai. Walaupun yang sudah diverifikasi dan validasi sudah banyak. Kita tetap minta secepatnya diselesaikan,” tegasnya.

BACA YUK:  Dorong Misi Kemanusiaan, Bank Indonesia Cirebon Kembali Gelar Kegiatan Donor Darah

Tresnawaty juga menilai ada yang paling krusial dari permasalahan DTKS ini, yakni perbedaan data penerima bantuan yang ada di sejumlah dinas, misalnya Dinas Tenaga Kerja dan DKUKMPP.

“Lebih krusial lagi data bantuan kepada warga ini tidak hanya dari DSPPPA, melainkan dari dinas lain yang datanya belum terpadu,” jelas Tresnawaty.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Sosial DSPPPA, Aria Dipahandi mengaku, memiliki strategi dalam melakukan verifikasi dan validasi DTKS, yakni dengan mengirimkan semua data penerima bantuan dari dinas sosial ke setiap kelurahan.

“Apabila ada pembagian bantuan, kemudian ada warga yang tidak dapat, harus lapor ke kelurahan. Dari situ kita sesuaikan dengan DTKS yang ada,” jelas dia.

Selain itu, Aria juga mengatakan, bahwa kriteria warga tidak mampu juga ada pergeseran di masa pandemi Covid-19, misalnya rumah layak tapi tidak memiliki pekerjaan. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap...

Peringati Bulan Inklusi, OJK Cirebon Gelar Vaksinasi dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar

Cirebon,- Memperingati Bulan Inklusi Keuangan 2021, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Kantor OJK Tasikmalaya dan PT...

PCNU Kota Cirebon Resmi Dilantik, Wali Kota Cirebon Didaulat Jadi Mustasyar

Cirebon,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon masa khidmat 2021-2026 resmi dilantik, Senin (25/10/2021). Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center, Masjid Raya...

Tingkatkan Kesadaran Hukum, Tim Unpad di Trusmi Manfaatkan QR Code sebagai Motif Batik

Cirebon,- Transformasi digital pada era industri 4.0 yang tengah terjadi membuat manusia harus melakukan adaptasi atau penyesuaian kehidupan dalam berbagai bidang dengan pemanfaatan Teknologi...

More Articles Like This